Ngomongin Komik #1

Setelah lama ga nulis, kali ini mau nulis tentang komik. Oke langsung aja ya ke isi tulisannya. Ga usah banyak prolog.

Jadi tadi ga sengaja baca komik. Judulnya bisa dilihat dari gambar di atas ya…, nah komik ini cukup menarik. Tipe komiknya kayak grey dan jingga yg 4 Koma tapi nyambung terus. Komik berlatar anak SMA dan segala masalahnya ini cukup oke dari sisi visualnya. Namun, untuk urusan tinggi badan. Kayaknya terkesan tinggi2 amat ga kayak anak sma di Indonesia. Namun juga ga tau sih, mungkin saja itu bukan ambil latar belakang di Indonesia.

Komik ini layak banget dilanjut ke komik ke dua tapi ga yakin juga sih ada lanjutannya. Tapi beneran deh buku ini layak dibeli. Apa lagi bagi yg suka humor…  

Advertisements

Wacana Jangan Cuma Wacana

Halo semua, sekarang mau nulis lagi. Namun, jangan berharap lebih pada tulisanku kali ini. Ini baru berupa konsep yang enggak ketahuan apakah nantinya  jadi tulisan beneran apa cuma muncul di sini aja. Harapannya sih enggak cuma muncul di sini, karena sepertinya akan seru kalo aku nge-garap ini.

  1. tulisan tentang kemulin. kemulin adalah singkatan dari kemas ulang informasi, setelah kemarin udah nulis tentang literasi informasi kali ini ingin membahas tentang kemas ulang informasi. Alasannya sederhana, biar keliatan kalo aku pernah belajar selama empat tahun di jurusan ilmu perpustakaan. Ya pokoknya dinanti aja ya…
  2. ini cerpen tentang Nuna lagi, InshaAllah bulan ini dibuat. karena bentuknya cerpen jadi 1x duduk harusnya jadi. kalo emang niat, tapi sampe sekarang sih masih belom punya ide kisahnya mau dibuat gimana…
  3. ngelanjutin cerita yang dulu itu, karena ceritanya masih stuck di prolog. halah, stuck kok di prolog
  4. buat cerbung baru, ini perubahan konsep dari cerpen Si Cabi Yang Tertidur (Sleeping Cabi)

Nah, itulah beberapa rencana yang semoga tak sekadar wacana. karena terlalu banyak wacana di blog ini. Ya taulah ya…

Ati-ati Jebakan Batman

 

Diskon gede? Hal pertama yang perlu dilakukan adalah curiga, kenapa malah curiga? Karena kalo kita curi ikan nanti ditenggelamkan sama Bu Susi. Sebetulnya curiga juga kata yang kurang tepat untuk dipakai. Mungkin kita bisa menggunakan kata “tingkatkan kewaspadaan”. Diskon gede dan itu di toko online, kita wajib hukumnya waspada pada iming-iming itu. Masih ingatkan tentang Hari Belanja Online yang isinya cuma menaikkan harga dan memberi diskon besar hingga akhirnya harga tak jauh beda dari harga asli, bahkan kalo yang iseng si penjual memberi harga yang lebih mahal dari aslinya. Continue reading

Tulisan Ini Aku Tulis Untuk Siapa Pun Yang Sedang Merasa Sedih; Semoga Kamu Baik-baik Saja Dan Terus Berjuang Menjalani Hidupmu

Terkadang kesedihan muncul bukan dari orang lain tetapi dari diri kita sendiri, dan mungkin saja kita perlu untuk memberi diri kita sedikit penawar rasa sedih tersebut. Sepotong cokelat. Terlebih saat kita merasa tidak ada orang lain yang berada di sekitar kita yang mungkin saja bisa untuk membantu kita melalui kesedihan tersebut bersama-sama. Terkadang kan kita harus bisa kuat saat melalui berbagai hal seorang diri.

Sayangnya, kita kadang lupa bahwa apa yang kita hadapi adalah apa yang pastinya Allah telah ukur bahwa kita dapat untuk terima. Entah itu sebuah musibah, entah itu sebuah nikmat. Itu sesuai dengan kadar kita. Tidak kurang dan tidak lebih, takarannya tepat. Lebih dari itu, ada kalanya kita perlu untuk tidak melebih-lebihkan apa yang kita rasa. Jalani dengan harapan ada yang bisa kita pelajari lebih baik dibanding jalani karena tidak bisa lari dan menunggu semua berakhir.

 

Sepotong Cokelat

Rasanya aku ingin membeli cokelat saat ini, bukan untukku tetapi untuk orang lain. Siapakah orang lain tersebut? Bukan seseoragn yang sangat berarti bukan pula karena ada hal spesial yang terjadi. Hanya ingin berbagi kebahagiaan saja pada seseorang. Aku membaca sebuah artikel bahwa cokelat setidaknya bisa membuat perasaan bisa lebih baik. Hal itu sangat penting bagi mereka yang sedang sedih ataupun sedang merasa depresi (seperti layaknya Harry Potter yang dikasih cokelat setelah ketemu Dementor). Dan, aku ingin berbagi sepotong cokelat dengan siapa pun yang sedang bersedih atau memiliki hari yang buruk…

Siapakah Dirimu?

Kali ini aku dibuat olehmu bertanya-tanya tentang sosokmu. Apakah aku mengenalmu? Ataukah kita sebatas pernah berpapasan dan hanya mengetahui nama? Aku tak tahu, jawaban mana yang akan kau jawab. Keberadaanmu adalah nyata, aku meyakininya. Sosok yang mungkin akan membuatku kembali mengingat masa lalu. Karena aku yakin, bahwa dengan sedikit membongkar-bongkar ingatan di masa lalu, aku mungkin bisa temukan kamu di sana. Terselip di sebuah kenangan sederhana tentang awal pertemuan atau sebuah obrolan yang menyenangkan. Continue reading

Bukan Tentang Itu

Hidup adalah sebuah perjalanan dan pertemuan adalah satu titik yang dihubungkan oleh garis-garis takdir yang memang telah ditulis, bahkan sebelum kita lahir. Perpisahan, bukanlah hal yang luar biasa, ia sama seperti halnya pertemuan. Hanyalah bagian dari titik yang dihubungkan oleh garis takdir. Bukan tentang siapa yang meninggalkan dan ditinggalkan tetapi tentang perjalanan dari kehidupan ini, apakah memang menuju arah yang sama atau arah yang berbeda? Kita memiliki arah persinggahan masing-masing. Kita hanya membersamai dan dibersamai  orang lain yang asing di hidup kita, yang kemudian tak lagi menjadi asing karena sebuah perkenalan. Kemudian saat kita berpisah, kita bisa saja bersedih karena ia yang dulunya asing telah menjadi seseorang yang dekat dalam kehidupan kita. Sekali lagi, bukan tentang meninggalkan dan tinggalkan, ini semua hanya tentang sebuah perjalanan yang memang sedang kita tempuh. Hingga akhirnya kita semua menuju akhir yang sama, cepat atau lambat…