Kenalan Dulu

Ini adalah postingan pertama dari kegiatan #nulisrandom2017 yang diselenggarakan oleh NulisBuku.com. Oke, kali ini aku hanya ingin berkenalan dengan kalian di postingan ini. Sebetulnya aku sudah sedikit membuat perkenalan di pages di blog ini. Namun, karena ini adalah edisi spesial jadi aku buat perkenalan yang baru, silakan dibaca untuk sedikit mengenalku. Karena malu bertanya sesat di jalan, eh salah yang bener tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka cinta, #eh.

Continue reading

Alhamdulillah Ya Allah…

Alhamdulillah ya Allah, tapi beneran deh ga sengaja…   

Sore ini, azan sudah berkumandang saat aku sedang jalan menuju Masjid Darul Islah. Sesampainya di sana, aku langsung dipersilakan duduk untuk menikmati iftar. Alhamdulillah, berbuka dengan segelas teh hangat, gorengan, dan es kelapa muda.

Seusai berbuka, dilanjut dengan sholat Maghrib berjamaah. Pas ketika tahiyat akhir… suara hujan mulai mengeras. Hujan yang tiba2 datang membuat udara panas berubah dingin. Sebetulnya hari ini sudah cukup sejuk sih udara. Hujan tak pula berhenti setelah aku sholat bada Maghrib. Ini bisa bikin gagal makan di masjid. 

Alhamdulillah, hujan tidak memadamkan niatan makan berjamaah di masjid, yeay…! Dengan semangat jomblo mencari jodoh (semangat 45 udah terlalu mainstream, dan pula semangat jomblo mencari jodoh itu ga kalah hebat atau mungkin lebih hebat [halah]), kuterjang hujan dengan jaket parasutku. Sebetulnya sih hanya turun dari lantai 2 ke lantai 1 tapi kalo hujan deres gini ya jadi sebuah perjuangan tersendiri.

Kalo ga salah lauk kali ini cukup oke, tadi ga sengaja liat. Dan setelah ikut ngantri. Jeng-jeng-jeng… tibalah giliranku mengambil nasi, karena masih ada orang di belakangku, aku jadi ngerasa agak terburu2 mengambil jatahku. Aku mulai dengan menyendok nasi. Ga banyak, cukup aja. Ada sambel ati kentang, dikit aja. Ada selada juga meski hari ini sudah Rabu (maaf kalo guyonannya jayuz). Lalu… lalu… ayam bakar…😍😍😍  uwow… senangnya hati ini. Dalam hati, pengen nih dada plus paha tapi kalo aku kayak gitu ya ga sopan. Masa ya maruk… ya pastilah aku milih dada… lalu setelah selesai ambil lauk lain aku mencari tempat duduk untuk makan. Alhamdulillah, waktunya makan. Dan saat melihat isi di piringku. Aku heran, kan tadi aku ambil dada. Kok ada paha? Loh…

Aku mulai mengintrogasi para calon pengisi perut yg berada di atas piring. Hei, kalian, jangan ngumpet di bawah selada dan krupuk udang, karena udanglah yg biasa berada di balik batu. Aku mulai menggeledah isi piringku, satu persatu aku cocokkan dengam daftar yg sepertinya aku ambil. Oke, semua ada. Termasuk dada ay bakar. Eh, bentar. Dada ayam bakar? Kok ada? Eh ini paha bakar… jadi… aku ga sengaja ambil 2? Dada dan paha? Astaghfirullah…

Ya Allah, ga sengaja nih.

Eh bentar…

Alhamdulillah ya Allah, tapi beneran ini ga sengaja loh…

AKHIRNYA AKU MAKAN DENGAN DAMAI. Tanpa dipungkiri masih ada perasaan bersalah karena ga sengaja ambil jatah ayamnya 2…

TAMAT 

Buku Baru

Siang ini, sembari menunggu shuttle bus yg tak kunjung hadir aku isi dengan membaca buku yg baru aku beli. Buku terbaru karya Ippho Santosa yang berjudul “Karyawan Juga Busa Kaya”.

Sangat tertarik untuk membeli buku ini karena:

1. Karya Mas Ippho sudah terkenal bagus

2. Karena aku seorang karyawan

3. Karena  punya uang untuk membelinya

Namun sayang, apa yg aku ekspektasikan dari buku ini jauh di bawah harapan. Bukan hanya karena bukunya yg tipis, sekali baca kelar. Isinya yg aku kira adalah tips2 praktis ternyata lebih banyak pada sisi teoritis.

Di dalam buku yg berjumlah 111 halaman ini, lebih banyak berisi tentang pembentukan pola pikir. 4 dari 7 bab yang ada di dalam buku tersebut membahas tentang kita, pikiran kita, dan Allah. 2 bab berisi contoh tindakan sebagai pegawai dan pensiunan untuk meningkatkan kesejahteraan. Lalu 1 bab terakhir berisi pengertian dari inflasi, depresiasi, sanering, dan redenominasi.

Kesimpulan untuk buku ini, buku karangan Mas Ippho yg kurang ke sisi praktis ini kurang begitu oke menurutku, (karena aku mengira buku ini ke arah praktis). Mungkin hanya mendapat 6 dari 10. Tak jauh beda dari buku “Quantum Ikhlas”. Namun, bagi siapa pun yg ingin menambah wawasan dan mengisi waktu. Buku ini bisa jadi camilan untuk kembali menyegarkan pikiran. Layak atau tidak untuk dibeli? Bagi yg ingin mengoleksi karya Mas Ippho, buku ini layak dibeli. Bagi yg berkecukupan dan ingin menambah wawasan, silakan dibeli. Gaya bahasanya bagus, enak dibaca, ringan banget.

Sementara untuk yg lagi nyari buku tentang finansial tetapi lebih ke praktis. Buku ini tidak disarankan. Aku lebih menyarankan buku karya Prita Gozie “make it happen” yang lebih menjelaskan ke arah praktis.

Oke, sekian dulu dari  Permadi. Terima kasih sudah bersedia membaca postingan kali ini.

28.05.2017

Ramadhan di Tahun 2017

Setelah azan Maghrib terdengar, Ramadhan telah dimulai. Berlomba-lomba untuk mendapatkan banyak pahala dan bonus-bonus dimulai..

Selamat menyambut Ramadhan semua…
Dari Permadi Heru, seorang saudaramu…😊

Nonton

Pengen nonton SAO Cadinal Scale tapi ga punya temen. Mumpung banget nih hari ini ada di Teras Kota. Mungkin akan nunggu bajakanny aja deh ya…, masih agak lama sih tapi sabar aja ntar juga muncul kok. Enggak gitu penting-penting amat nonton ni film. Liat screenshot di sebuah situs yang udah sediain filmnya dengan kualitas buruk, ada adegan tokoh utamanya lagi di Wagnaria… kok kayak kenal gitu ya tempatnya…

Entah kenapa sampe sekarang masih belum nemu film yang pengen banget ditonton di bioskop. Mungkin kalo ada Petualangan Sherina 2 kali ya… Atau sejenis itulah… udah gitu aja deh kali ini, ga penting amat ya…

Mungkin Bukan Aku

Mungkin, bukan aku orang yang akan menemani langkah kakimu. Mungkin, bukan aku yang akan menggenggam tanganmu di keramaian. Mungkin, bukan aku yang akan berjalan beriringan di bawah payung yang sama saat hujan. Dan memang, bukan aku yang akhirnya kau pilih untuk menjadi kekasih hatimu. Bukan aku yang menjadi sosok pria yang menjadi suamimu, menjadi teman yang ada saat kau senang atau pun sedih.

Kisah kita belum berakhir, kisah kita hanya bersimpangan. Tidak lagi bersama dalam mimpi yang sama. Meski masih ada sisa harapan, tak jua membuat aku memaksakan kehendakku padamu. Kau pun tak perlu juga membaca harapan yang kutulis di doaku kemarin. Karena kisah kita yang telah mengambil jalur berbeda membuat aku mengerti, semoga kau pun mengerti pula. Bahwa rencana mungkin saja bisa berubah sewaktu-waktu tetapi usaha untuk mendapatkan akhir yang indah harus selalu di genggaman.

Selamanya, doa kita masih bisa untuk saling bertemu. Memberi sedikit kerlip layaknya bintang di malam yang cerah. Kisah yang indah tak selalu ditulis dengan senyum, kisah yang sedih tak harus ditulis dengan tangis, pertemuan dan perpisahan pun begitu. Perjalanan masih belum temukan akhir. Layaknya pelangi, ia belum pula kunjung tiba karena hujan belumlah reda…

hanya tulisan tak tentu arah

di balik hiruk pikuk kehidupan yang makin tidak menentu ini kenapa juga dia muncul lagi di dalam pikiran. entah memang karena ia tak punya tempat untuk kembali atau memang tepat untuk ia kembali adalah ke dalam pikiranku? aku tak bisa berbuat banyak, cukuplah menikmati keresahan hati akan kemunculannya di dalam pikiran. semoga ia tidak semakin liar, menggila dan membuat aku tak menentu arah. ah sudahlah, toh yang ia bawa hanya kenangan. masa lalu yang masih bisa membuatku tersenyum meski terkadang sedih pula di waktu yang bersamaan di saat mengenangnya. jatuh cinta atau patah hati, sama-sama menggunakan perasaan dan sama-sama menggunakan hati sebagai tempat bernaung kata-kata tersebut.