Berdagang Ayo Berdaganga…

Assalamualaykum,
Halo semua… para omnivora tercinta. *Permadi* jualan beras nih… bagi yang mau nyobain berasnya bisa loh dipesen2 dulu… gratis ongkir lagi (seperti biasa syarat dan kententuan berlaku)

3 jenis beras yang tersedia:

Beras Platinum (setara ramos) 14000/kg

Beras Titanium (setara ramos dengan kelebihan bentuknya yang lebih utuh) 15000/kg

Beras Batik Wangi (setara pandan wangi) 16000/kg

Contoh beras terlampir😁
*Semua beras murni alami* tanoa campuran, murni satu jenis tidak dicampur-campur dengan jenis lain, *tanpa pemutih, pewangi, dam pengawet*
*Gratis ongkos kirim* untuk pembelian minimal:

5kg untuk daerah bsd dan kota tangsel

10kg untuk daerah kabupaten tangsel, jakarta, dan depok

15kg untuk daerah bogor

Advertisements

Ramadhan Dan Konsumerisme Masyarakat Indonesia

Bulan Ramadhan, bagi yang beragama Islam wajib untuk menambah satu ibadahnya. Bila biasanya berkewajiban untuk sholat lima waktu, kini ditambah dengan berpuasa dari terbitnya matahari hingga tenggelamnya matahari. Hal itu menandakan bahwa di bulan Ramadhan, enggak cuma puasa doang sholat lima waktu juga tetep wajib dilakuin ya…

Namanya puasa, berarti kan tidak makan dan tidak minum. Hal itu juga membuat kita mengurangi jumlah biaya yang harus dikeluarkan untuk kehidupan kita sehari-hari. Namun, nyatanya harga barang-barang malah tambah mahal, inflasi dadakan muncul. Secara sederhana sih karena banyaknya permintaan jadi harganya naik.

Bila dilihat dari kacamata logika ala saya (penulis iseng ini), puasa bisa menjadi awal untuk membantu pemerintah mengurangi angka inflasi bahkan bisa jadi awal deflasi. Sepertinya mudah ya bila dilihat dari satu sisi itu saja, lalu bagaimana dengan produksi yang dilakukan oleh pabrik-pabrik besar? Pengurangan daya beli masyarakat bisa jadi membuat daya produksi menurun, daya produksi meurunn menyebabkan angka keuntungan menurun, angka keuntungan menurun membuat produksi dihentikan. Bagaimana dengan pegawainya? Hal itu bisa jadi membuat pengurangan tenaga kerja di sebuah pabrik terjadi. Apakah nantinya hal itu tidak membuat angka PHK akan tinggi?

Jadi, perlukah melakukan pengurangan daya beli? Haruskah gaya hidup yang tingkat konsumerismenya tinggi dipatenkan sebagai gaya hidup kita untuk menyokong kehidupan orang lain?

 

 

 

 

 

Kalo ada yang mau memberi pendapat dipersilakan. Karena aku sendiri masih belajar tentang hal ini dan itu. Nulis ini pun agar pendapatku didengar dan ada yang memberi pendapat lain untuk membuka wawasanku. Terima kasih semua yang sudah membaca…

sumber gambar: http://equator.co.id

17 Desember 2016

Investasi Itu Penting!

Selamat pagi, selamat hari Jumat. Di hari yang cerah ini, aku ingin bercerita tentang investasi. Akhir-akhir ini aku sering membaca buku tentang keuangan pribadi (jika ingin baca buku yang berkaitan dengan ini coba kunjungi perpustakaan dan carilah buku dengan nomor 332.024 hapal banget ya, karena sering ketemu) di mana di sana dijelaskan bahwa hal yang perlu dilakukan untuk bisa bertahan di era sekarang adalah berinvestasi.

Namun, di salah satu buku yang aku baca, sebelum melakukan investasi hal pertama yang perlu kita lakukan adalah melakukan check-up terhadap keadaan keuangan kita. Hal itu sangat penting untuk mengetahui arus uang yang kita miliki. Mulai dari aktiva lancar kita berapa sampai kewajiban kita (hutang, cicilan dll dst dkk), hal itu sangat perlu diketahui.

Kembali lagi ke pokok bahasan kita tentang investasi. Banyak instrumen investasi yang ditawarkan saat ini. Mulai dari menabung di bank (yang sebetulnya itu bukanlah bentuk dari investasi), deposito, reksa dana, saham, pasar uang, properti, logam mulia, dan masih banyak lagi. Sayangnya kadang kita terlalu sibuk untuk merencanakan investasi tersebut hingga lupa bahwa ada bentuk-bentuk investasi lain yang amat sangat penting pula kita lakukan. Oleh karena itu, mari kita tinjau satu persatu.

Pertama, investasi berbentuk zakat, sedekah, dan beberapa bentuk lainnya. Investasi ini sangat krusial, pentingnya investasi di bentuk ini menjadi prioritas pertama menurut saya. Dari sumber-sumber yang saya baca, investasi berbentuk sedekah memiliki hasil investasi yang nilainya tak dapat diprediksi tetapi tak ada yang pernah rugi dari melakukan investasi ini. Mungkin bila dilihat sebelah mata, investasi ini tak punya hitung-hitungan yang valid tetapi di beberapa literatur yang saya baca setidaknya hasil investasi dari kegiatan ini memiliki peluang (paling kecil) mendapatkan tujuh kali lipat dari investasi yang kita lakukan (dan tentunya tanpa ada pemotongan biaya).

Kedua, investasi berbentuk kegiatan sosial. Jika tadi kita membahas tentang uang sebagai bentuk investasi, kali ini kita menggunakan apa yang kita miliki di diri kita sebagai bentuk investasi itu sendiri. Kegiatan sosial di mana tak sepeser pun kita mendapat imbalan alih-alih kita yang mungkin merogoh kocek adalah investasi yang cukup bagus untuk tubuh kita. Meski saya lupa sumbernya dari mana (maaf membuat tulisan ini menjadi kurang valid) orang yang melakukan kegiatan sosial (terutama yang rutin) lebih kecil kemungkinannya mengalami penyakit stroke dan jantung. Cukup menarik bukan hasil investasi yang diberikan dari kegiatan sosial?

Ketiga, investasi berbentuk mencari ilmu. Investasi ini bertujuan membuat kita memiliki nilai tukar yang lebih tinggi dari diri kita yang sebelumnya. Banyak bentuk dari investasi ini ada yang berbayar ada pula yang tak berbayar. Hal yang kita bayarkan dari investasi ini mungkin berupa kemewahan dari kegiatan bermalas-malasan. Karena kita harus mendedikasikan diri kita untuk memutar otak kita menyerap ilmu yang ada di hadapan kita dan hal itu bukanlah hal mudah.

Selain tiga kegiatan investasi di atas, ada pula olahraga, makan secara teratur dengan gizi yang cukup, serta ada hal-hal lainnya yang tak disebutkan. Intinya, investasi adalah hal yang penting. Bersegeralah berinvestasi. Dan bagiku, arti investasi sendiri adalah melakukan kegiatan di mana hasilnya bisa kita petik di masa mendatang. Sehingga sesungguhnya segala hal yang kita lakukan saat ini adalah bentuk dari investasi kita. Kegiatan baik adalah investasi yang akan membuat kita untung, kegiatan buruk adalah investasi yang akan membuat kita buntung.

 

Permadi Heru P

Jumat, 16 Desember 2016

 

Ide Iseng Aja

Kalian suka untuk unduh film-film yang biasanya muncul di bioskop? Ingin semakin merasa seperti nonton di bioskop? Mungkin kalian perlu mengunduh video ini dahulu dan menyetelnya sebelum memutar film tersebut.

Semoga Terinsipirasi dari tips yang aku berikan kali ini ya…

Salam hangat dari Permadi untuk kalian semua dan keluarga

Setahun

Setahun tanpamu, hidup yang begitu hampa.

Maaf, kata-kata di atas hanya kata-kata yang sok ingin buat kalian yang baca baper, menggiring kalian berpikir postingan ini adalah postingan tentang patah hati(?). Tenang, postingan ini bukan tentang itu. Setahun, tak terasa aku sudah kerja di sini (Swiss German University s.d.s SGU). Menjalani suka duka sebagai pustakawan. Alah, lebay banget suka duka. Continue reading

Kelas Literasi Informasi

Literasi informasi, sebuah kemampuan untuk mengetahui kapan dan mengapa kita membutuhkan informasi, bagaimana cara mencari, mengevaluasi, serta menggunakannya dengan cara yang sopan. Kemampuan ini adalah kemampuan yang penting untuk dimiliki kita yang ingin menjadi pembelajar sepanjang hayat. Di lembaga pendidikan, terutama di pendidikan tinggi kemampuan literasi informasi menjadi salah satu bagian dari kegiatan orientasi. Dan pastinya, yang menjadi pembimbing di sesi ini adalah seorang pustakawan. Karena pada dasarnya, seorang pustakawan yang baik, bisa dan mampu untuk mengaplikasikan literasi literasi sebagai bagian dari layanan yang ia berikan di perpustakaan.

Kegiatan literasi informasi bermacam-macam bentuknya. Mulai dari kegiatan ke perpustakaan untuk mengenal perpustakaan dan bagaimana cara mengaksesnya hingga menjadi sebuah kelas tersendiri. Kelas Literasi Informasi. Setidaknya, aku sudah pernah menikmati tiga kelas literasi informasi selama aku hidup ini (ealah bahasanya). Continue reading

Jajan Ceriping Gethuk

Bingung mau nulis apa tentang makanan ini. Karena nyobain aja belom pernah, emang yang namanya pengalaman itu penting. Ya ialah penting, apa lagi kalo mau bahas makanan tapi belom pernah nyobain makanannya. Mau kasih komentar gimana? bingung kan… Namun, terlepas dari verlom pernah nyobain makanan tersebut, aku akan mengiklankan makanan yang bernama “ceriping gethuk” pada kalian. Jajan ini dibuat oleh temanku, sebut saja namanya Naseh. Ia memasarkannya di daerah Jogja, nah bagi kalian yang berdomisili di Jogja coba deh untuk cari tahu atau nyobain dengan cara membelinya.Untuk liat-liat bentuk makanannya bisa langsung ke instagramnya ke sini. Sekian dulu dari saya, bagi kalian yang mau nyobain silakan banget loh untuk dipesan.