Once in a life time meeting

Bersyukurlah… karena kita memiliki pertemuan yang mungkin saja sejenak tetapi tetap saja berarti. Perpisahan mungkin saja terjadi cepat atau lambat tetapi pasti terjadi di dunia ini. Namun, masih ada kehidupan setelah ini. Semoga kita bertemu lagi di sana. Tetaplah jalani hidup penuh dengan perasaan yang penuh, agar kita tak menyesali di kemudian hari. Meski tanpa aku, meski tanpa kamu…

Advertisements

Bab 8

Bab 8 dari 12 bab yang tersedia di tahun 2017 sudah segera dimulai. Adakah dirimu siap untuk menyambutnya? Dari 365 halaman tersedia, sudah banyak cerita yang telah kita tulis di sana. 205 halaman, jumlah sudah terisi. Sayangnya, kita tak tahu apakah kita memiliki waktu yang cukup hingga 365 yang disediakan? Bisa saja cerita berakhir di tengah jalan, tidak berakhir 365 halaman di tahun 2017 ini. Bahkan, bisa jadi kita tak sampai melangkahkan kaki kita ke bab 8. Continue reading

18.07.2017

Sebelum tidur, yuk kita kembali mengetuk hati kita. Apakah ada yang mengganjal? Seperti perasaan ingin memiliki sementara mungkin sekarang belum waktunya… menyadarinya mungkin akan membuat kita sadar bahwa kita memaksakan kehendak pada hal yang bukanlah tugas kita. Karena Allah yg telah mengatur semuanya…

Tempat Kita Mampir Kala Di Dunia


Meski hidup hanya untuk mampir minum tetapi kita bisa tentukan di mana tempat kita minum. Bener juga ya… hidup memang sementara dan kitalah yang tentukan di mana diri kita di dunia. Sebagai persiapan untuk kita, mau ke mana setelah menghadap-Nya nanti…
gambar: statusnya Adepina Cindy di WhatsApp

03.57

Hidup ini benar2 sementara, singkat, dan tanpa terasa sudah menuju pada akhir waktu kita menikmatinya. Apa sih yg kita punya? Bukankah itu sementara? Apa sih yg bisa kita sombongkan? Sementara ia bisa begitu saja hilang secara tiba-tiba. Bahkan hidup kita pun bisa saja diakhirkan begitu saja tanpa tanda tanpa perlu sebab yang jelas terlihatnya. Bukankah hati yang bersih lebih baik untuk kita bawa dibanding hati yang kotor untuk menghadap kepada-Nya? Lalu, mengapa kita kotori hati kita? Dengan iri, dengki, hasad, hasut, kemarahan, dan lain sebagainya. Maafkan, itu salah satu obatnya, ikhlaskan pun menjadi obat bagi hati. Bahagialah, karena kau mendapat banyak kenikmatan (yang mana mungkin saja lebih sedikit yang kita sadari untuk disyukuri). Sabarlah dalam segala cobaan, jalan yg Allah beri berliku karena itulah yang terbaik yang Allah beri. Allah menyayangi kita lebih dari apa yang bisa kita bayangkan, bahkan lebih dari apa yang kita pikirkan selama ini

 Lebih. Dari. Itu. Semua.

Teruslah berbuat baik…
Hingga akhirnya ajal mengetuk kehidupan kita untuk mengajak kita bertemu dengan-Nya

Mungkin Bukan Aku

Mungkin, bukan aku orang yang akan menemani langkah kakimu. Mungkin, bukan aku yang akan menggenggam tanganmu di keramaian. Mungkin, bukan aku yang akan berjalan beriringan di bawah payung yang sama saat hujan. Dan memang, bukan aku yang akhirnya kau pilih untuk menjadi kekasih hatimu. Bukan aku yang menjadi sosok pria yang menjadi suamimu, menjadi teman yang ada saat kau senang atau pun sedih.

Kisah kita belum berakhir, kisah kita hanya bersimpangan. Tidak lagi bersama dalam mimpi yang sama. Meski masih ada sisa harapan, tak jua membuat aku memaksakan kehendakku padamu. Kau pun tak perlu juga membaca harapan yang kutulis di doaku kemarin. Karena kisah kita yang telah mengambil jalur berbeda membuat aku mengerti, semoga kau pun mengerti pula. Bahwa rencana mungkin saja bisa berubah sewaktu-waktu tetapi usaha untuk mendapatkan akhir yang indah harus selalu di genggaman.

Selamanya, doa kita masih bisa untuk saling bertemu. Memberi sedikit kerlip layaknya bintang di malam yang cerah. Kisah yang indah tak selalu ditulis dengan senyum, kisah yang sedih tak harus ditulis dengan tangis, pertemuan dan perpisahan pun begitu. Perjalanan masih belum temukan akhir. Layaknya pelangi, ia belum pula kunjung tiba karena hujan belumlah reda…