18.07.2017

Sebelum tidur, yuk kita kembali mengetuk hati kita. Apakah ada yang mengganjal? Seperti perasaan ingin memiliki sementara mungkin sekarang belum waktunya… menyadarinya mungkin akan membuat kita sadar bahwa kita memaksakan kehendak pada hal yang bukanlah tugas kita. Karena Allah yg telah mengatur semuanya…

03.57

Hidup ini benar2 sementara, singkat, dan tanpa terasa sudah menuju pada akhir waktu kita menikmatinya. Apa sih yg kita punya? Bukankah itu sementara? Apa sih yg bisa kita sombongkan? Sementara ia bisa begitu saja hilang secara tiba-tiba. Bahkan hidup kita pun bisa saja diakhirkan begitu saja tanpa tanda tanpa perlu sebab yang jelas terlihatnya. Bukankah hati yang bersih lebih baik untuk kita bawa dibanding hati yang kotor untuk menghadap kepada-Nya? Lalu, mengapa kita kotori hati kita? Dengan iri, dengki, hasad, hasut, kemarahan, dan lain sebagainya. Maafkan, itu salah satu obatnya, ikhlaskan pun menjadi obat bagi hati. Bahagialah, karena kau mendapat banyak kenikmatan (yang mana mungkin saja lebih sedikit yang kita sadari untuk disyukuri). Sabarlah dalam segala cobaan, jalan yg Allah beri berliku karena itulah yang terbaik yang Allah beri. Allah menyayangi kita lebih dari apa yang bisa kita bayangkan, bahkan lebih dari apa yang kita pikirkan selama ini

 Lebih. Dari. Itu. Semua.

Teruslah berbuat baik…
Hingga akhirnya ajal mengetuk kehidupan kita untuk mengajak kita bertemu dengan-Nya

Tiba-tiba

Pagi ini aku sudah memulai sebuah obrolan dengan temanku melalui aplikasi pesan instan tentang “Tiba-tiba”. Awalnya aku mengirim status yang mana akan hilang setelah 24 jam. Status yang aku posting bisa kalian lihat di bawah ini.

Ia bertanya padaku tentang maksud dari keajaiban yang dinanti tersebut. Lalu, aku pun membalas bahwa mungkin tiba-tiba bertemu dengan dambaan hati adalah salah satu tiba-tiba yang aku maksudkan di atas. Kemudian kami pun beralih topik pada kepercayaan tentang tiba-tiba, aku nyatakan padanya bahwa aku percaya akan yang namanya tiba-tiba. Sepercaya apa aku akan tiba-tiba tersebut?
Aku percaya akan tiba-tiba sebagai bagian dari rahasia takdir Allah. Karena secara sederhana, tiba-tiba adalah hal yang terjadi secara cepat atau malah kilat masuk ke dalam hidup kita. Dan salah satu hal yang mungkin membuat sesuatu tiba-tiba terjadi adalah doa. Doa menjadi salah satu faktor yang akan melipat gandakan kecepatan harapan kita menjadi kenyataan yang kita dapati dalam hidup kita. Maka Berdoalah => (QS. 2:186)

Ramadhan Berlalu, Lalu?(2)

Melanjutkan postingan yang kemarin…

Masjid menjadi sepi kembali, yang di bulan Ramadhan orang-orang ramai sholat berjamaah di awal waktu di masjid berkurang. Ada yang telat, ada pula yang kembali pada menjalankan sholat ala muslimah yang baik, sholat di rumah. Ketika lagi semangat turun, aku pun kadang begitu. Jadi cowok muslimah yang sholat di rumah. Namun, semoga kita yang cowok rajin untuk sholat berjamaah di masjid bukan sholat di rumah.

Masjid yang sepi, apakah hanya untuk sholat Jumat masjid harusnya ramai?

Semua Menang, Semua Senang

Di sebuah kelas, seorang guru bertanya pada murid-muridnya.

“Anak-anak, apakah ada 2 juara 1 dalam kompetisi liga sepak bola?” Tanya guru tersebut.

“Tidak,” jawab murid-murid secara kompak.

“Lalu ada berapa juara 1 dalan kompetisi tersebut?” Tanya sang guru kembali.

“Hanya ada satu, Pak,” jawab seorang murid.

“Bagaimana dengan perlombaan balap motor?”

“Apakah bisa ada 2 juara satu?” Lanjut sang guru.

“Tidak,” murid-murid kembali menjawab dengan kompak.

“Bapak, jadi penasaran. Kenapa cuma ada satu juara ya? Kenapa enggak dua, tiga, empat, atau semua saja yang menjadi juara?”

“Itu tidak mungkin, Pak. Karena pialanya cuma ada satu,” jawab seorang murid.

“Nah, kalau begitu buat saja banyak piala. Agar semua menang, semua senang.”

Semua anak terdiam. Sang guru tersenyum.

“Inilah dunia, anak-anak. Hanya ada sedikit orang yang ada di puncak piramida. Namun, ingatlah ini. Ada sebuah lomba, yang mana semua yang ikut lomba itu bisa menjadi pemenang, tidak saling bersaing tetapi saling membantu satu sama lain,” sang guru memberi nasihat.

Terlihat semua murid begitu penasaran akan lomba yang akan diberitahukan oleh sang guru. Sang guru pun tersenyum sembari menjelaskan tentang lomba tersebut.

“Lomba yang bisa dimenangkan oleh semua yang ikut di dalam lomba tersebut adalah lomba berbuat kebaikan. Kita semua semua di sini, kalian semua dan bapak bisa ikut dalam lomba ini dan menjadi pemenangnya. Karena lomba dalam kebaikan berhadiah Jannah (surga) di mana Allah tak akan pernah batasi jumlah yang masuk di dalamnya selama mereka memang layak masuk di sana. Dan kita, berlomba-lomba mendapatkan surga dengan berbuat baik, beribadah, saling mengingatkan. Alih-alih membuat kita kalah, membantu mengajak, dan mengingatkan pada hal baik, semua yang kita lakukan itu membuat kita makin mendapat nilai positif untuk meraih hadiah berupa surga.”

Murid-murid terlihat mengangguk-anggukkan kepala. Sang guru tersenyum lalu kembali bertanya.

“Wahai murid-muridku, sudahkah bersiap untuk berlomba dan menjadi juara bersama-sama?”

“Ya, kami siap!” Jawab murid-murid dengan lantang.
Permadi Heru P

6 Juni 2017

Alhamdulillah Ya Allah…

Alhamdulillah ya Allah, tapi beneran deh ga sengaja…   

Sore ini, azan sudah berkumandang saat aku sedang jalan menuju Masjid Darul Islah. Sesampainya di sana, aku langsung dipersilakan duduk untuk menikmati iftar. Alhamdulillah, berbuka dengan segelas teh hangat, gorengan, dan es kelapa muda.

Seusai berbuka, dilanjut dengan sholat Maghrib berjamaah. Pas ketika tahiyat akhir… suara hujan mulai mengeras. Hujan yang tiba2 datang membuat udara panas berubah dingin. Sebetulnya hari ini sudah cukup sejuk sih udara. Hujan tak pula berhenti setelah aku sholat bada Maghrib. Ini bisa bikin gagal makan di masjid. 

Alhamdulillah, hujan tidak memadamkan niatan makan berjamaah di masjid, yeay…! Dengan semangat jomblo mencari jodoh (semangat 45 udah terlalu mainstream, dan pula semangat jomblo mencari jodoh itu ga kalah hebat atau mungkin lebih hebat [halah]), kuterjang hujan dengan jaket parasutku. Sebetulnya sih hanya turun dari lantai 2 ke lantai 1 tapi kalo hujan deres gini ya jadi sebuah perjuangan tersendiri.

Kalo ga salah lauk kali ini cukup oke, tadi ga sengaja liat. Dan setelah ikut ngantri. Jeng-jeng-jeng… tibalah giliranku mengambil nasi, karena masih ada orang di belakangku, aku jadi ngerasa agak terburu2 mengambil jatahku. Aku mulai dengan menyendok nasi. Ga banyak, cukup aja. Ada sambel ati kentang, dikit aja. Ada selada juga meski hari ini sudah Rabu (maaf kalo guyonannya jayuz). Lalu… lalu… ayam bakar…šŸ˜šŸ˜šŸ˜  uwow… senangnya hati ini. Dalam hati, pengen nih dada plus paha tapi kalo aku kayak gitu ya ga sopan. Masa ya maruk… ya pastilah aku milih dada… lalu setelah selesai ambil lauk lain aku mencari tempat duduk untuk makan. Alhamdulillah, waktunya makan. Dan saat melihat isi di piringku. Aku heran, kan tadi aku ambil dada. Kok ada paha? Loh…

Aku mulai mengintrogasi para calon pengisi perut yg berada di atas piring. Hei, kalian, jangan ngumpet di bawah selada dan krupuk udang, karena udanglah yg biasa berada di balik batu. Aku mulai menggeledah isi piringku, satu persatu aku cocokkan dengam daftar yg sepertinya aku ambil. Oke, semua ada. Termasuk dada ay bakar. Eh, bentar. Dada ayam bakar? Kok ada? Eh ini paha bakar… jadi… aku ga sengaja ambil 2? Dada dan paha? Astaghfirullah…

Ya Allah, ga sengaja nih.

Eh bentar…

Alhamdulillah ya Allah, tapi beneran ini ga sengaja loh…

AKHIRNYA AKU MAKAN DENGAN DAMAI. Tanpa dipungkiri masih ada perasaan bersalah karena ga sengaja ambil jatah ayamnya 2…

TAMAT 

Ramadhan di Tahun 2017

Setelah azan Maghrib terdengar, Ramadhan telah dimulai. Berlomba-lomba untuk mendapatkan banyak pahala dan bonus-bonus dimulai..

Selamat menyambut Ramadhan semua…
Dari Permadi Heru, seorang saudaramu…šŸ˜Š