Tulisan Ini Aku Tulis Untuk Siapa Pun Yang Sedang Merasa Sedih; Semoga Kamu Baik-baik Saja Dan Terus Berjuang Menjalani Hidupmu

Terkadang kesedihan muncul bukan dari orang lain tetapi dari diri kita sendiri, dan mungkin saja kita perlu untuk memberi diri kita sedikit penawar rasa sedih tersebut. Sepotong cokelat. Terlebih saat kita merasa tidak ada orang lain yang berada di sekitar kita yang mungkin saja bisa untuk membantu kita melalui kesedihan tersebut bersama-sama. Terkadang kan kita harus bisa kuat saat melalui berbagai hal seorang diri.

Sayangnya, kita kadang lupa bahwa apa yang kita hadapi adalah apa yang pastinya Allah telah ukur bahwa kita dapat untuk terima. Entah itu sebuah musibah, entah itu sebuah nikmat. Itu sesuai dengan kadar kita. Tidak kurang dan tidak lebih, takarannya tepat. Lebih dari itu, ada kalanya kita perlu untuk tidak melebih-lebihkan apa yang kita rasa. Jalani dengan harapan ada yang bisa kita pelajari lebih baik dibanding jalani karena tidak bisa lari dan menunggu semua berakhir.

 

Sepotong Cokelat

Rasanya aku ingin membeli cokelat saat ini, bukan untukku tetapi untuk orang lain. Siapakah orang lain tersebut? Bukan seseoragn yang sangat berarti bukan pula karena ada hal spesial yang terjadi. Hanya ingin berbagi kebahagiaan saja pada seseorang. Aku membaca sebuah artikel bahwa cokelat setidaknya bisa membuat perasaan bisa lebih baik. Hal itu sangat penting bagi mereka yang sedang sedih ataupun sedang merasa depresi (seperti layaknya Harry Potter yang dikasih cokelat setelah ketemu Dementor). Dan, aku ingin berbagi sepotong cokelat dengan siapa pun yang sedang bersedih atau memiliki hari yang buruk…

Jatuh Cinta Pada Kata

Kalian pernah dengar kata lexophile? Lexophile adalah seseorang yang cinta pada kata-kata, mirip-mirip bibliophile yang menyukai buku. Mungkin, aku adalah salah satu dari mereka yang memiliki kesukaan pada kata-kata. Aku menyukai kata-kata yang sudah masuk dalam sebuah frasa atau kalimat. Kadang, kemunculan kata tersebut begitu asyik untuk dibaca dibanding dengan kata lain yang mungkin memiliki arti yang sama. Atau juga kata tersebut membuat sebuah frasa atau kalimat tersebut menjadi lebih puitis.

Contoh sederhana seperti ini: Langit Bandung terlihat redup pagi ini; kata redup di frasa yang aku tuliskan tak akan jauh beda dengan kata mendung. Namun, aku merasa kata redup memiliki sihir tersendiri. Ia seakan lebih greget, gemesin, dan rasanya pengen dicubit. Aku sangat suka dengan diksi-diksi yang seakan membuat sebuah kata menjadi lebih memiliki rasa. Ah, aku sendiri bingung untuk mengungkapkan perasaanku sendiri dalam kata.

temu1/te·mu/ v sua; jumpa

pertemuan/per·te·mu·an/ n 1 perbuatan (hal dan sebagainya) bertemu; perjumpaan; 2 tempat bertemu (berkumpul dan sebagainya): balai ~; ia sedang pergi ke ~; 3 perkumpulan (seperti rapat, konferensi): malam ~; ~ para anggota panitia; 4 pergaulan; 5 perjodohan; perkawinan;

Pertemuan adalah kata yang entah kenapa begitu aku suka, mungkin karena kata tersebut tak akan pernah bisa berdiri sendiri. Temu, bertemu, pertemuan, di kehidupan ini kata tersebut akan selalu berdampingan dengan kata pisah, berpisah, perpisahan. Dan di antara dua kata tersebut nantinya ada kata kenangan…

Selalu kagum dengan orang-orang yang bisa menjinakkan kata-kata yang begitu liar atau memolesnya yang awalnya biasa saja menjadi sebuah kata yang indah tuk dibaca. Merekalah yang aku katakan sebagai penyihir kata.

referensi:

http://kbbi.web.id/temu

http://wikipedia.com

Draft Usang

ketuk saja ingatan masa lalu, siapa tahu ia masih menyimpan pesan-pesan yang tak sempat untuk dikirimkan. namun, selalu berhati-hati dalam mengetuknya. bisa saja, kita akan tenggelam dalam ingatan-ingatan lama yang sesungguhnya tak perlu untuk kembali kita kunjungi. karena ada yang sesungguhnya perlu untuk tetap disimpan dan tak perlu kembali dibaca-baca lagi, bahkan bila perlu dihapus. sayangnya, ingatan kita pun tak bisa sepenuhnya menuruti permintaan kita. ada celah-celah yang secara nakal menyusupkan kenangan masa lalu ke dalam kehidupan kita saat ini.

ada banyak kata yang tiba-tiba berevolusi menjadi serangkaian gambar gerak yang terputar kembali dalam pikiran. hal itu menyebalkan, terkadang bisa jadi begitu manis. semua kembali pada ingatan mana yang tiba-tiba muncul. pada dasarnya, ingatan kita akan sesuatu begitu hebat terlebih lagi bila hal tersebut sangat berkesan pada kita. perasaan masa lalu yang tak pernah terungkap oleh siapa pun yang tiba-tiba terngiang karena namanya muncul seakan membuat kita menemukan draft usang yang mungkin saja kita sudah simpan rapi di suatu tempat yang mana kita lupa meletakkannya di mana. dengan cepatnya, seperti seorang pustakawan menemukan buku di antara koleksi-koleksi buku yang ada di sebuah perpustakaan. draft usang itu kembali terbuka, mungkin kata-kata yang telah lama tak terucap kembali menemukan jalan menghampiri kita.

bagaimana bila akhirnya malah draft usang tersebut yang menyandera kehidupan kita saat ini…

Jalan-jalan Ke Blog Temen

Galau.

Itu yang aku rasa saat aku membaca tulisan-tulisan dari temanku yang ada di blognya. Mungkin hal itu karena tulisan-tulisan yang ia tulis benar-benar dari hatinya dan tersampaikan dengan apik pada pembaca blognya (termasuk aku). Rasa getir yang terjadi di masa lalu, ia tidak hanya sekadar kata-kata yang tertulis di blog tetapi terasa begitu nyata. Ah, mungkin aku hanya terlalu membesar-besarkannya saja. Atau mungkin karena terlalu empati berlebihan. Biasalah, karena aku sedikit kenal sama sosok pemilik dari blog tersebut. Continue reading

20:80

semalam aku mendapatkan pertanyaan seperti ini dari seorang temanku:
mas,
kalau dalam jalanin sehari2 jalanin aja. namun tetap ada target pastinya,
Atau mematok waktu trtentu berusaha maksimal untk capai tujuan trsbt?

dan jawabanku adalah:
yang pertama. terutama untuk saat ini.
aku pernah membuat rencana kegiatan, membuat target2 dan estimasi waktu. namun, banyak dari rencana tersebut malah gagal. mungkin akunya yang ga disiplin atau tipe seperti itu kurang cocok untukku.
kini prinsip menjalani hidupku serasa lebih sederhana. atau mungkin untuk saat ini dibuat sederhana dahulu. karena saat ini aku katakan sebagai waktuku mencari jalan pulang. tersesat di belantara hidup, pikiran-pikiran yang egosentris.
kudapati bahwa hal sederhana yang bisa aku lakukan saat ini adalah menggunakan teori batu di dalam toples.
teori tersebut bisa di baca di sini
intinya mirip2 prinsip 20-80 sih. fokus melakukan 20% dari hal2 yang menjadi tugas. dan pastikan bahwa itu memang yang utama. salah satunya sholat di awal waktu. itu menjadi salah satu yg masuk dalam 20% yang akan menghasilkan 80%
mungkin itu yang bisa aku bagikan. bila ada yang dapat diambil dari tulisanku, silakan diambil sebagai pelajaran. terima kasih sudah membaca postingan ini…

Jatuh Hati

Siapa pun yang akhirnya dapat membuka hatimu dan menjadi suamimu kelak. Aku yakinkan bahwa aku akan mengucapkan selamat padanya. Karena ia telah memilihmu menjadi teman hidupnya…

Kamu tak pernah tahu kan betapa aku mengagumimu. Bahkan setelah aku sedikit patah hati. Saat kamu tak bisa mengiyakan lamaranku. Entah kenapa kita tetap bisa untuk kembali mengobrol. Tanpa perasaan canggung. Herannya lagi, hal itu membuatku kembali mendekatimu. Tidak, aku tidak mendekatimu tetapi kembali menanyakan kesediaanmu untuk bersamaku atau tidak.

Dan meski sudah dua kali. Perasaan kagumku masih pula tak hilang. Awalnya mungkin karena sosokmu yg lucu di mataku. Namun, kini aku sadar bahwa aku jatuh hati pada hatimu. Ketika aku bertanya pada diriku sendiri bagaimana cara Allah membuat bidadari jatuh hati pada ia yg tak rupawan tetapi karena hatinya. Malam ini aku sadari, bahwa seperti saat inilah perasaan itu. Aku merasakannya bukan hanya karena rupa.

Aku merasa bahwa benar, aku jatuh hati karena hatimu. Sosokmu adalah teman yang semoga akan selalu aku kagumi. Aku merasa bahwa jatuh hati padamu adalah salah satu hal indah yang berharga. Bahwa benar, jatuh hati karena hati itu nyata. Kamu kaku tapi begitulah kamu…

 Terima kasih untukmu, sosok yang tak mungkin berani aku sebutkan namamu di sini…
Permadi Heru P

9 Juli 2017