3.12.2017

Biasanya, aku cuma menghabiskan akhir pekanku dengan bersih-bersih kamar, ke pasar, atau malah bermalas-malasan. Entah karena emang ga ada kerjaan atau memang ga punya kegiatan di akhir pekan.

Anggap saja itu sebagai hal yg menyedihkan, meski memang hal itu sangat menyedihkan.

Namun, akhir pekan kali ini beda. Diajakin dongeng di Perpusda yang berada di kota Serang. Perjalanan yg cukup memakan waktu. Hal yang agak menggelikan. Jumlah waktu dongeng (1 jam) lebih sebentar dibanding waktu tempuh pergi pulang yang harus aku lalui.

Mungkin karena memang kegiatannya cuma dongeng jadi ya… 1 jam aja kayaknya terlalu lama eh atau sebentar. Kemarin sih aku keasyikan hingga ga sadar waktu. Bahkan pengen nambah…

Mungkin kesempatan selanjutnya tidak hanya dongeng tapi juga ada aktivitas lanjutan. Jadi satu rangkai acara. Misalkan saja selanjutnya kegiatan menulis cita-cita dan menceritakan alasannya (karena kemarin temanya tentang cita-cita) atau kegiatan lain. Itu mah bisa aja tinggal konsep.

Evaluasi untuk kemarin…

Dongeng pertama kurang oke, karena bener-bener beda dari persiapan. Anggap aja ga sesuai dengan rencana awal. Ego membuat cerita dadakan lebih besar dari rencana di pagi hari. Berbeda banget dengan dongeng selanjutnya, di dongeng kedua… cerita lebih oke alurnya. Sesuai dengan rencana dan lebih bisa berinteraksi dengan baik dengan adek-adeknya.

Jujur sih pernah juga buat cerita dadakan. Dan seperti kali ini juga, agak-agak ga oke. Bener sih kata Kak Aiyo, dongeng tanpa cerita yg matang itu tindakan yang ngawur.  Mungkin besok-besok harus lebih sabar dalam menghadapi godaan buat cerita baru karena tercetus ide…
Oke begitulah cerita di akhir pekan kemarin. Semoga di akhir pekan selanjutnya pun lebih berwarna serta terhindar dari apesu (akhir pekan suram).

Serta, kalo ada kegiatan sosial boleh banget ajakin Permadi. Kalo lagi kosong anaknya mau kok diajakin… udah ah gitu aja. Makasih!!! 

Advertisements

Menata

Menata adalah salah satu hal yang dilakukan pustakawan, ya menata buku di rak. Menatanya agar lebih mudah dicari dengan mengelompokan buku-buku tersebut sesuai dengan subjek (hal yang menjadi isi buku tersebut), contohnya saja buku-buku yang berkaitan tentang psikologi akan didekatkan dengan buku-buku yang berkaitan dengan psikologi, buku-buku ekonomi dekat dengan buku-buku tentang hukum dibanding dengan buku-buku yang berkaitan dengan fisika, karena mereka sama-sama di bidang sosial. Namun, lebih dari itu semua. Setiap orang perlu untuk menata. Continue reading

Inilah Kehidupan

Selamat datang, aku tahu aku sudah terlambat untuk mengucapkannya karena sekarang kita sedang menjalaninya. Kehidupan, sebuah hal yang sangat luar biasa. Yang mana terkadang kita terjebak dalam rutinitas yang membuatnya nampak biasa-biasa saja atau bahkan membosankan. Lebih dari apa yang pernah kita bayangkan, kehidupan kita adalah hal yang sangat luar biasa bila kita bisa menggunakan waktu tersebut. Hufft… hal tersebut akan sedikit berbanding terbalik dengan apa yang tadi aku tuliskan ya? tentang kehidupa, rutinitas dan segala hal yang seakan membuat kita berada di lingkaran yang tiada batas. Continue reading

Lingkaran Tiada Henti

Pertama, tulisan ini akan sedikit mengulas tentang season 2 dari serial “the good place” (bahkan menjelaskan tentang akhir dari season 1), sehingga bagi kalian yang sedang nonton atau tertarik menonton serial tersebut dan tidak berminat untuk mendapat spoiler segera hentikan membaca tulisan ini. Namun, bila tetap berminat untuk melanjutkan semua ditanggung oleh pribadi masing-masing. Continue reading

Dagelan

A: Aku punya sebuah guyonan…

B: Apaan?

A: Ini (kasih liat majalah)

 B: Wah… parah yak…

A: Ga cuma sampe situ… aku kasih tambahan nih… (membalik majalah)

B: YA ALLAH!!!!😱😱😱😱😱

Tulisan Ini Aku Tulis Untuk Siapa Pun Yang Sedang Merasa Sedih; Semoga Kamu Baik-baik Saja Dan Terus Berjuang Menjalani Hidupmu

Terkadang kesedihan muncul bukan dari orang lain tetapi dari diri kita sendiri, dan mungkin saja kita perlu untuk memberi diri kita sedikit penawar rasa sedih tersebut. Sepotong cokelat. Terlebih saat kita merasa tidak ada orang lain yang berada di sekitar kita yang mungkin saja bisa untuk membantu kita melalui kesedihan tersebut bersama-sama. Terkadang kan kita harus bisa kuat saat melalui berbagai hal seorang diri.

Sayangnya, kita kadang lupa bahwa apa yang kita hadapi adalah apa yang pastinya Allah telah ukur bahwa kita dapat untuk terima. Entah itu sebuah musibah, entah itu sebuah nikmat. Itu sesuai dengan kadar kita. Tidak kurang dan tidak lebih, takarannya tepat. Lebih dari itu, ada kalanya kita perlu untuk tidak melebih-lebihkan apa yang kita rasa. Jalani dengan harapan ada yang bisa kita pelajari lebih baik dibanding jalani karena tidak bisa lari dan menunggu semua berakhir.

 

Sepotong Cokelat

Rasanya aku ingin membeli cokelat saat ini, bukan untukku tetapi untuk orang lain. Siapakah orang lain tersebut? Bukan seseoragn yang sangat berarti bukan pula karena ada hal spesial yang terjadi. Hanya ingin berbagi kebahagiaan saja pada seseorang. Aku membaca sebuah artikel bahwa cokelat setidaknya bisa membuat perasaan bisa lebih baik. Hal itu sangat penting bagi mereka yang sedang sedih ataupun sedang merasa depresi (seperti layaknya Harry Potter yang dikasih cokelat setelah ketemu Dementor). Dan, aku ingin berbagi sepotong cokelat dengan siapa pun yang sedang bersedih atau memiliki hari yang buruk…