Menata

Menata adalah salah satu hal yang dilakukan pustakawan, ya menata buku di rak. Menatanya agar lebih mudah dicari dengan mengelompokan buku-buku tersebut sesuai dengan subjek (hal yang menjadi isi buku tersebut), contohnya saja buku-buku yang berkaitan tentang psikologi akan didekatkan dengan buku-buku yang berkaitan dengan psikologi, buku-buku ekonomi dekat dengan buku-buku tentang hukum dibanding dengan buku-buku yang berkaitan dengan fisika, karena mereka sama-sama di bidang sosial. Namun, lebih dari itu semua. Setiap orang perlu untuk menata. Continue reading

Advertisements

Inilah Kehidupan

Selamat datang, aku tahu aku sudah terlambat untuk mengucapkannya karena sekarang kita sedang menjalaninya. Kehidupan, sebuah hal yang sangat luar biasa. Yang mana terkadang kita terjebak dalam rutinitas yang membuatnya nampak biasa-biasa saja atau bahkan membosankan. Lebih dari apa yang pernah kita bayangkan, kehidupan kita adalah hal yang sangat luar biasa bila kita bisa menggunakan waktu tersebut. Hufft… hal tersebut akan sedikit berbanding terbalik dengan apa yang tadi aku tuliskan ya? tentang kehidupa, rutinitas dan segala hal yang seakan membuat kita berada di lingkaran yang tiada batas. Continue reading

Lingkaran Tiada Henti

Pertama, tulisan ini akan sedikit mengulas tentang season 2 dari serial “the good place” (bahkan menjelaskan tentang akhir dari season 1), sehingga bagi kalian yang sedang nonton atau tertarik menonton serial tersebut dan tidak berminat untuk mendapat spoiler segera hentikan membaca tulisan ini. Namun, bila tetap berminat untuk melanjutkan semua ditanggung oleh pribadi masing-masing. Continue reading

Dagelan

A: Aku punya sebuah guyonan…

B: Apaan?

A: Ini (kasih liat majalah)

 B: Wah… parah yak…

A: Ga cuma sampe situ… aku kasih tambahan nih… (membalik majalah)

B: YA ALLAH!!!!😱😱😱😱😱

Tulisan Ini Aku Tulis Untuk Siapa Pun Yang Sedang Merasa Sedih; Semoga Kamu Baik-baik Saja Dan Terus Berjuang Menjalani Hidupmu

Terkadang kesedihan muncul bukan dari orang lain tetapi dari diri kita sendiri, dan mungkin saja kita perlu untuk memberi diri kita sedikit penawar rasa sedih tersebut. Sepotong cokelat. Terlebih saat kita merasa tidak ada orang lain yang berada di sekitar kita yang mungkin saja bisa untuk membantu kita melalui kesedihan tersebut bersama-sama. Terkadang kan kita harus bisa kuat saat melalui berbagai hal seorang diri.

Sayangnya, kita kadang lupa bahwa apa yang kita hadapi adalah apa yang pastinya Allah telah ukur bahwa kita dapat untuk terima. Entah itu sebuah musibah, entah itu sebuah nikmat. Itu sesuai dengan kadar kita. Tidak kurang dan tidak lebih, takarannya tepat. Lebih dari itu, ada kalanya kita perlu untuk tidak melebih-lebihkan apa yang kita rasa. Jalani dengan harapan ada yang bisa kita pelajari lebih baik dibanding jalani karena tidak bisa lari dan menunggu semua berakhir.

 

Sepotong Cokelat

Rasanya aku ingin membeli cokelat saat ini, bukan untukku tetapi untuk orang lain. Siapakah orang lain tersebut? Bukan seseoragn yang sangat berarti bukan pula karena ada hal spesial yang terjadi. Hanya ingin berbagi kebahagiaan saja pada seseorang. Aku membaca sebuah artikel bahwa cokelat setidaknya bisa membuat perasaan bisa lebih baik. Hal itu sangat penting bagi mereka yang sedang sedih ataupun sedang merasa depresi (seperti layaknya Harry Potter yang dikasih cokelat setelah ketemu Dementor). Dan, aku ingin berbagi sepotong cokelat dengan siapa pun yang sedang bersedih atau memiliki hari yang buruk…

Jatuh Cinta Pada Kata

Kalian pernah dengar kata lexophile? Lexophile adalah seseorang yang cinta pada kata-kata, mirip-mirip bibliophile yang menyukai buku. Mungkin, aku adalah salah satu dari mereka yang memiliki kesukaan pada kata-kata. Aku menyukai kata-kata yang sudah masuk dalam sebuah frasa atau kalimat. Kadang, kemunculan kata tersebut begitu asyik untuk dibaca dibanding dengan kata lain yang mungkin memiliki arti yang sama. Atau juga kata tersebut membuat sebuah frasa atau kalimat tersebut menjadi lebih puitis.

Contoh sederhana seperti ini: Langit Bandung terlihat redup pagi ini; kata redup di frasa yang aku tuliskan tak akan jauh beda dengan kata mendung. Namun, aku merasa kata redup memiliki sihir tersendiri. Ia seakan lebih greget, gemesin, dan rasanya pengen dicubit. Aku sangat suka dengan diksi-diksi yang seakan membuat sebuah kata menjadi lebih memiliki rasa. Ah, aku sendiri bingung untuk mengungkapkan perasaanku sendiri dalam kata.

temu1/te·mu/ v sua; jumpa

pertemuan/per·te·mu·an/ n 1 perbuatan (hal dan sebagainya) bertemu; perjumpaan; 2 tempat bertemu (berkumpul dan sebagainya): balai ~; ia sedang pergi ke ~; 3 perkumpulan (seperti rapat, konferensi): malam ~; ~ para anggota panitia; 4 pergaulan; 5 perjodohan; perkawinan;

Pertemuan adalah kata yang entah kenapa begitu aku suka, mungkin karena kata tersebut tak akan pernah bisa berdiri sendiri. Temu, bertemu, pertemuan, di kehidupan ini kata tersebut akan selalu berdampingan dengan kata pisah, berpisah, perpisahan. Dan di antara dua kata tersebut nantinya ada kata kenangan…

Selalu kagum dengan orang-orang yang bisa menjinakkan kata-kata yang begitu liar atau memolesnya yang awalnya biasa saja menjadi sebuah kata yang indah tuk dibaca. Merekalah yang aku katakan sebagai penyihir kata.

referensi:

http://kbbi.web.id/temu

http://wikipedia.com