Beli Bukan Hanya Beri

Cerita Aa Gym..
Beberapa hari yang lalu saya bertemu dengan seorang yang kaya raya. . Beliau tdk mau disebutkan nama nya Bicara dunia, beliau sudah sangat cukup. Bahkan untuk seluruh keturunannya pun, insyaallah terjamin. Yang selalu menarik bagi saya ketika bertemu orang yang demikian adalah mencari tahu pribadinya.

Rupanya Beliau punya satu kebiasaan sedari dulu, yaitu membeli dagangan pedagang kecil meski tidak membutuhkannya. Bahkan, ketika sudah kaya. Beliau punya karyawan yang khusus untuk keliling, nyari pedagang sapu lidi, pedagang tembikar, pedagang caping, pedagang kipas anyam, dan lain-lain sejenisnya. Yang biasanya jualannya jalan kaki atau naik sepeda. Penjualnya sudah tua. Beliau berniat untuk membagi rezekinya melalui itu.

Saya bertanya, kenapa tidak diberi sedekah? Hebatnya jawaban beliau. Continue reading

Advertisements

Rahasia Google

*Mengapa Google Menjadi Tempat Kerja Paling Membahagiakan? Ini salah satu rahasianya*
Gajinya besar, makan besar hingga cemilan gratis, disediakan tempat tidur siang, disediakan berbagai sarana olahraga dan games, desain kantornya keren banyak spot selfie. 
Semua Itu memang bikin asyik kerja di google. Tapi ada satu hal yang nggak banyak orang tahu, yang membuat Google menjadi salah satu tempat kerja paling membahagiakan di planet ini.
Chad Meng, salah seorang insinyur, salah seorang yg termasuk awal bekerja di Google (dia karyawan no 107) adalah otak yang merancang sebuah program utk menciptakan suasana membahagiakan di Google.
Dia menggagas sebuah program untuk karyawan google namanya *Search Inside Yourself*. Programnya banyak dan unik2. Tapi saya mau share satu aja yang menurut saya simple tapi jleb.
*Meng mengajarkan sebuah latihan berpikir positif selama 10 detik saja*.
Pikirkan dua orang yang ada di ruangan ini, lalu katakan dalam hati: _”Saya mendoakan dengan tulus agar si A bahagia, Saya mendoakan dengan tulus agar si B bahagia,”_.
Latihan simpel ini ternyata telah mengubah banyak orang. Setiap orang yang sudah mempraktikkan ini akan tersenyum dan merasa lebih bahagia dibanding 10 detik yang lalu.
Meng pernah mengajarkan praktik ini di sebuah seminar pada selasa malam. Dia menyarankan kepada audiens untuk mempraktikkannya besok saat kerja. 10 detik setiap jam. Pilih secara acak dua orang yang melintas di kantornya. Karena ini cuma dalam pikiran, tidak ada hal yang menyulitkan atau memalukan.
Pada hari Rabu Meng mendapat email dari salah seorang yang mempraktikkan latihan ini: “I hate my work, I hate coming to work every single day. But Inattended your talk on Monday, did the homework on Tuesday, and tuesday was my happiest day in 7 years.”
Mengapa praktik ini begitu efektif untuk menciptakan suasana bahagia dlm hati? 
Ketika mempraktikkan latihan ini saya baru sadar bahwa sumber stress adalah karena kita sibuk memikirkan diri kita. Coba cek doa-doa kita. 99% untuk kebaikan, kebahagiaan, kekayaan diri kita sendiri.
Kayaknya nggak pernah deh kita menyelipkan doa setelah solat untuk tetangga yang lagi susah, tukang mie tek-tek yang malam2 lewat, atau petugas PLN yang ngecek meteran.
Padahal salah satu sumber kebahagiaan itu ternyata adalah melakukan kebaikan untuk orang lain, altruisme.
Dan sebaliknya, sumber ketidakbahagiaan adalah selfish, egoisMe, selalu Me Me Me (aku aku aku).
Mari kita saling mendoakan dan praktekkan, maka kita menjadi orang yg bahagia.
#QuantumSyukur
Hanya copas dari grup whatsapp

Ati-ati Jebakan Batman

 

Diskon gede? Hal pertama¬†yang perlu dilakukan adalah curiga, kenapa malah curiga? Karena kalo kita curi ikan nanti ditenggelamkan sama Bu Susi. Sebetulnya curiga juga kata yang kurang tepat untuk dipakai. Mungkin kita bisa menggunakan kata “tingkatkan kewaspadaan”. Diskon gede dan itu di toko online, kita wajib hukumnya waspada pada iming-iming itu. Masih ingatkan tentang Hari Belanja Online yang isinya cuma menaikkan harga dan memberi diskon besar hingga akhirnya harga tak jauh beda dari harga asli, bahkan kalo yang iseng si penjual memberi harga yang lebih mahal dari aslinya. Continue reading

03.57

Hidup ini benar2 sementara, singkat, dan tanpa terasa sudah menuju pada akhir waktu kita menikmatinya. Apa sih yg kita punya? Bukankah itu sementara? Apa sih yg bisa kita sombongkan? Sementara ia bisa begitu saja hilang secara tiba-tiba. Bahkan hidup kita pun bisa saja diakhirkan begitu saja tanpa tanda tanpa perlu sebab yang jelas terlihatnya. Bukankah hati yang bersih lebih baik untuk kita bawa dibanding hati yang kotor untuk menghadap kepada-Nya? Lalu, mengapa kita kotori hati kita? Dengan iri, dengki, hasad, hasut, kemarahan, dan lain sebagainya. Maafkan, itu salah satu obatnya, ikhlaskan pun menjadi obat bagi hati. Bahagialah, karena kau mendapat banyak kenikmatan (yang mana mungkin saja lebih sedikit yang kita sadari untuk disyukuri). Sabarlah dalam segala cobaan, jalan yg Allah beri berliku karena itulah yang terbaik yang Allah beri. Allah menyayangi kita lebih dari apa yang bisa kita bayangkan, bahkan lebih dari apa yang kita pikirkan selama ini

 Lebih. Dari. Itu. Semua.

Teruslah berbuat baik…
Hingga akhirnya ajal mengetuk kehidupan kita untuk mengajak kita bertemu dengan-Nya

Tiba-tiba

Pagi ini aku sudah memulai sebuah obrolan dengan temanku melalui aplikasi pesan instan tentang “Tiba-tiba”. Awalnya aku mengirim status yang mana akan hilang setelah 24 jam. Status yang aku posting bisa kalian lihat di bawah ini.

Ia bertanya padaku tentang maksud dari keajaiban yang dinanti tersebut. Lalu, aku pun membalas bahwa mungkin tiba-tiba bertemu dengan dambaan hati adalah salah satu tiba-tiba yang aku maksudkan di atas. Kemudian kami pun beralih topik pada kepercayaan tentang tiba-tiba, aku nyatakan padanya bahwa aku percaya akan yang namanya tiba-tiba. Sepercaya apa aku akan tiba-tiba tersebut?
Aku percaya akan tiba-tiba sebagai bagian dari rahasia takdir Allah. Karena secara sederhana, tiba-tiba adalah hal yang terjadi secara cepat atau malah kilat masuk ke dalam hidup kita. Dan salah satu hal yang mungkin membuat sesuatu tiba-tiba terjadi adalah doa. Doa menjadi salah satu faktor yang akan melipat gandakan kecepatan harapan kita menjadi kenyataan yang kita dapati dalam hidup kita. Maka Berdoalah => (QS. 2:186)

BukaLapak Buka Banyak Peluang

Oke, ini sedikit tanggapan sebagai pengguna BukaLapak. Aku bukanlah orang yang suka berbelanja online, hanya kisaran 1, 2, atau 3 kali dalam setahun atau mungkin malah enggak ada perbelanjaan online dalam satu tahun. Berbelanja via BukaLapak? ehm… pernah, setidaknya aku sangat mengingat tas ransel yang saat ini aku pakai adalah hasil dari berbelanja di BukaLapak. Jika diingat-ingat hal itu malah membuat aku sedih. Hihihi…

Sepenuhnya bukan salah BukaLapak sih soal kesedihan yang aku alami, karena toh BukaLapak.com adalah tempat berbelanja C2C (Customer to Customer). Tampilan yang begitu menarik membuatku terpikat sama barang yang ingin aku beli tetapi nyatanya enggak oke-oke banget sih barang yang aku beli. Ya Alhamdulillah bisa dipakai sampai saat ini (sekitar enam bulan udah membersamai perjalanan hidup, hatsyah…). Continue reading

Sekali Lagi

Kesempatan, sebuah hal yang sangat berharga. Tak semua orang mendapatkan sebuah kesempatan. Terlebih untuk kesempatan kedua. Terkadang kesempatan muncul hanya sesaat dan kemudian ia lenyap, entah pergi ke mana. Mungkin pula ia benar-benar hilang, tak ada yang tersisa dari kesempatan tersebut. Dan bila kamu adalah orang yang beruntung mendapatkan kesempatan kedua, atau bahkan ketiga, keempat… kamu seharusnya benar-benar bisa menggunakan kesempatan tersebut. Continue reading