Hidup Yang Aman

Tidak seperti perasaan sayang yang begitu halus, lembut, dan tenang bagai air sungai. Jatuh cinta begitu menggebu-gebu, parahnya perasaan itu adalah perasaan yang paling tidak tahu diri. Bagaimana tidak, aku yang seorang yang berada di strata terbawah terpanah asmara oleh lengkung senyum yang diberikan olehnya yang berada di strata atas. Dia jauh di luar yang bisa aku gapai tetapi nyatanya aku masih saja menyimpan perasaan ini padanya. Toh, dia juga tak akan tahu tentang perasaan ini. Mana berani aku ungkapkannya.

Hal yang paling aman dalam hidup ini adalah tetap berada di zona nyaman, hal itu sangat menentramkan jiwa mungkin juga raga. Banyak yang akan meneriaki aku sebagai pecundang dengan sikapku satu ini tetapi coba lihatlah mereka yang akhirnya mati mengenaskan di setiap harinya, mati cukup sekali dan mungkin kita akan bangkit lagi di dunia setelah kehidupan ini berakhir. Namun, bagi mereka yang mencintai seseorang yang ia ketahui bahwa tak dapat membalas perasaannya, itu sama saja kan membunuh dirinya berkali-kali. Setidaknya ia terbunuh oleh perasaannya di setiap harinya atau mungkin di setiap perjumpaannya. Mana rela diriku merasakan hal tersebut, lebih baik aku tetap menjaganya di sini.

Bagi kalian yang akhirnya beruntung. Jatuh cinta pada seseorang yang pula mencintai kalian, selamat. Aku tak akan banyak bicara tentang hal tersebut, silakan kalian nikmati kehidupan kalian dan tak perlulah untuk mengganggu orang lain yang tak memiliki kehidupan cinta seperti kalian. Dunia kita berbeda dan tak usah ikut campur urusan orang lain, biar Allah yang mengurus kehidupan kami, tak perlulah kalian ikut ambil pusing dengan hal tersebut. Toh, apa pentingnya untuk kalian. Jadi, cuci tangan kalian sebelum kalian makin mengotori tangan kalian dengan mengurusi apa yang bukan urusan kalian.

Terutama kalian yang memiliki jalan pemikiran yang sama denganku, sepertinya sudah selayaknya kita memiliki satu perkumpulan persaudaraan. Karena mungkin di dalamnya kita bisa berbagi cerita atau pun bisa menjadi tempat untuk kita pulang. Entah hanya ada di dunia maya atau mungkin pula bisa bertemu secaranya nyata, bertatap muka di dunia nyata. Bila bernasib baik, mungkin saja salah satu atau salah dua dari kita bisa keluar dari persaudaraan kita karena adanya jatuh cinta secara tak sengaja.

Menjadi pengecut adalah menjadi sosok yang bertahan hidup paling akhir, karena tak banyak hal yang berbahaya harus ditemui dan tentunya bisa jadi bagian dari mereka yang akhirnya terpilih karena hanya menjadi yang tersisa. Bukankah ada satu hal yang indah di sana? Apakah kalian setuju? Menyenangkan sekali untuk menjadi sosok yang akhirnya dipilih atau mungkin malah menjadi yang memilih.

Bagi kalian yang terus menjaga diri untuk tidak terluka, untuk tidak tersakiti, untuk terus berada di tengah-tengah ruang yang begitu aman. Berjuanglah untuk terus berada di sana, karena terlalu banya motivator atau inspirator atau orang-orang lain yang terkadang suka untuk mendorong kita keluar dari ruang yang begitu kita harapkan selalu ada di dalamnya. Tetaplah menjaganya di dalam hati, tetaplah menghindari interaksi dengan tantangan-tantangan tersebut, ga usah cari penyakit, dan selamat menikmati hidup dengan cara kita sendiri….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s