Bab 8

Bab 8 dari 12 bab yang tersedia di tahun 2017 sudah segera dimulai. Adakah dirimu siap untuk menyambutnya? Dari 365 halaman tersedia, sudah banyak cerita yang telah kita tulis di sana. 205 halaman, jumlah sudah terisi. Sayangnya, kita tak tahu apakah kita memiliki waktu yang cukup hingga 365 yang disediakan? Bisa saja cerita berakhir di tengah jalan, tidak berakhir 365 halaman di tahun 2017 ini. Bahkan, bisa jadi kita tak sampai melangkahkan kaki kita ke bab 8.

Bab 8 memang belum dimulai, bab 7 masih berjalan hingga saat ini. Mengisi waktu yang tersisa hingga bab 8 tiba, menggunakan waktu sebaik mungkin, tuliskan cerita-cerita terbaik yang bisa kita tulis. Mungkin, kisah terbaik yang kita tulis tak selalu bermakna kisah tersebut adalah kisah yang bahagia. Bisa jadi, itu kisah tentang air mata dan rasa frustasi, perasaan tertekan, penat, dan kebosanan yang pekat. Sehingga, saat kisah yang indah datang kita bisa saja menuliskan perasaan negatif yang kita rasa adalah bumbu yang membuat kita bersyukur atas segala kebahagiaan yang Allah beri kepada kita.

Menatap bab 8 yang masih menjadi masa depan, kita bisa terlihat begitu optimis di masa kini. Ada semangat untuk menyambut apa yang akan terjadi pada kita di masa depan. Di tengah kehidupan kita yang bisa saja berputar 180 derajat dalam sekejap mata, ada perjuangan tersendiri di dalam diri kita. Hidup yang terlihat begitu sederhana, bisa saja terisi dengan beban-beban rasa yang tak terungkap oleh orang lain. Hanya diri kita yang merasakannya, diri kita yang berjuang di sana. Sendiri. Perjuangan di tengah rasa pesimis, menguatkan hati di tengah badai yang tak akan kita ketahui kapan berhentinya. Kita seorang diri. Karena sejauh itu, kita terlupa bahwa Allah bersama kita.

Bisa pula, saat ini kita memang benar-benar mempersiapkan diri untuk bab 8 dengan penuh semangat. Hidup yang sedang kita rasa adalah hidup yang penuh kebahagiaan, hidup yang di setiap detiknya kita merasa rahmat Allah menghujani kehidupan kita tanpa jeda, rasanya tak ada ruang lagi yang tak bisa kita dustai untuk kita syukuri. Kehidupan yang sangat dicita-citakan oleh setiap orang. Banyak diberi kebahagiaan di dalamnya, terasa bahwa itulah kehidupan surga di dunia.

Terlepas dari itu semua. Bahwa hidup adalah apa yang kita rasa sekarang, bukan apa yang pernah terjadi di masa lalu kita. Karena ia tak akan pernah kembali, mungkin bila ingin diingat kembali ia hanya akan sekadar menjadi pemanis yang kita rasa saat ini. Dan masa depan, tak lebih adalah apa yang tak pernah kita ketahui akankah ia datang atau tidak. Bisa jadi, kita tak menemuinya karena kita sudah dahulu tiada di sini…

Dan bab 8, semoga menjadi kisah yang membuat kita dapat memaknai setiap degup jantung kita, setiap tarikan napas kita, dan setiap rasa yang hati terima ataupun cipta.

 

Permadi Heru P

24 Juli 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s