Jatuh Hati

Siapa pun yang akhirnya dapat membuka hatimu dan menjadi suamimu kelak. Aku yakinkan bahwa aku akan mengucapkan selamat padanya. Karena ia telah memilihmu menjadi teman hidupnya…

Kamu tak pernah tahu kan betapa aku mengagumimu. Bahkan setelah aku sedikit patah hati. Saat kamu tak bisa mengiyakan lamaranku. Entah kenapa kita tetap bisa untuk kembali mengobrol. Tanpa perasaan canggung. Herannya lagi, hal itu membuatku kembali mendekatimu. Tidak, aku tidak mendekatimu tetapi kembali menanyakan kesediaanmu untuk bersamaku atau tidak.

Dan meski sudah dua kali. Perasaan kagumku masih pula tak hilang. Awalnya mungkin karena sosokmu yg lucu di mataku. Namun, kini aku sadar bahwa aku jatuh hati pada hatimu. Ketika aku bertanya pada diriku sendiri bagaimana cara Allah membuat bidadari jatuh hati pada ia yg tak rupawan tetapi karena hatinya. Malam ini aku sadari, bahwa seperti saat inilah perasaan itu. Aku merasakannya bukan hanya karena rupa.

Aku merasa bahwa benar, aku jatuh hati karena hatimu. Sosokmu adalah teman yang semoga akan selalu aku kagumi. Aku merasa bahwa jatuh hati padamu adalah salah satu hal indah yang berharga. Bahwa benar, jatuh hati karena hati itu nyata. Kamu kaku tapi begitulah kamu…

 Terima kasih untukmu, sosok yang tak mungkin berani aku sebutkan namamu di sini…
Permadi Heru P

9 Juli 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s