Ramadhan Berlalu, Lalu?(1)

Ramadhan telah berlalu, Syawal sudah kita jajaki. Bulan yang penuh berkah telah meninggalkan kita, akankah kita bertemu dengannya kembali di tahun depan? Tak ada yang bisa memastikan, karena kita tak pernah tahu kapan ajal menjemput kita. Semangat Ramadhan haruslah terus dijaga, karena Ramadhan menjadi awal yang sangat baik untuk kita mengawali langkah baru yang lebih baik. Dan salah satu cara untuk menjaga semangat Ramadhan di bulan Syawal, kita bisa mengawalinya dengan tetap rajin membaca Al-Quran, sholat sunah tetap dijalankan (termasuk tahajudnya), serta puasa syawal yang mana bisa membuat kita mendapat pahala 1 tahun berpuasa.

Harapannya, setelah Ramadhan berlalu kita tak pula kendor dalam beribadah, tetap rajin layaknya Ramadhan. Kenyataan yang ada, di hari Idul Fitri pun kita sudah keteteran sama kegiatan yang begitu banyak, berawal dari halal bi halal, hingga jalan-jalan. Akhirnya kita sholat tidak di awal waktu, lebih parahnya tidak berjamaah pula. Tidak hanya itu, ibadah-ibadah sunah yang lain pun ikut dilalaikan. Terlupa untuk tidak tilawah Al-Quran karena terlalu lelah, tidak ada sholat sunah yang dijalankan (ya sholat fardhu saja telat). Ya pokoknya untuk urusan ibadah pribadi bisa dikatakan terjun bebas.

Hal yang sangat disayangkan pula,  setelah Ramadhan berlalu masjid-masjid pun menjadi sunyi. Di Ramadhan masjid-masjid ramai didatangi untuk buka bersama, sholat berjamaah, pengajian, dan berbagai macam hal lain. Namun, setelah Ramadhan berakhir, masjid-masjid kembali sepi…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s