Menyesal

Tak pernah aku merasa menyesal sekali pun. Meski akhirnya kita harus berpisah, meski kenyataannya kini kita tak lagi bersama. Ingatlah, bahwa aku tak pernah menyesalinya. Memperjuangkanmu adalah caraku untuk mensyukuri pertemuan kita. Aku tetap bisa untuk tetap kau hubungi, aku akan tetap bisa untuk kau ajak bercanda, dan mungkin bila kau ingin bercerita tentang hari-harimu aku pun tetap siap untuk mendengarkannya. Aku tak akan berubah, tak akan pula menjauh.

Tanyalah kabarku saat kau sempat, karena mungkin itu bisa menjadi tanda bahwa aku masih bisa untuk tetap menghubungimu. Atau mungkin memberi berita baik padaku, bercerita tentang hal yang kau alamai di hari-harimu. Karena, kali ini aku akan merasa segan untuk mengawali obrolan atau sekadar bertanya kabar. Karena mungkin, aku hanya akan tetap mengharapkan kebahagiaan di kehidupanmu, serta mendoakanmu selalu dalam lindungan-Nya.

Aku dan kamu, bertemu, tetapi mungkin, bukan untuk bersama.

 

*tipe tulisan ini terinspirasi dari monolog SuaraCerita

 

Permadi Heru P

03-04-2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s