Rame-Rame FM Cerita1

“Satu dua tiga Rame-rame FM, selamat pagi semuanya. Selamat berjumpa dengan hari Senin pagi yang indah,” sapa Dika pada semua pendengar Rame-rame FM mengawali siaran pagi ini.

“Bagaimana dengan akhir pekan kemarin? Diisi dengan kegiatan atau hanya dihabiskan untuk beristirahat di rumah? Kalau aku sendiri, menikmati akhir pekan bersama keluarga.”

“Untuk sesi kali ini, aku ingin mengajak kalian semua menceritakan tentang kegiatan akhir pekan kalian kemarin. Namun, sebelum aku membaca pesan dan menerima telpon dari kalian semua. Kita awali dulu perjumpaan dengan satu lagu yang akan membuat kita semangat di pagi ini, bagi para wota, selamat menikmati lagu dari JKT48,” suara lagu dari grup idola JKT48 mulai terdengar. Suara Dika pun makin direndahkan volumenya.

Dika manggut-manggut mendengarkan lagu JKT48 yang berjudul pesawat kertas 356. Tak lupa Dika mulai membaca pesan-pesan singkat yang muncul di layar laptopnya. Tak membutuhkan waktu yang banyak, sudah ada puluhan pesan terlihat di layar laptonya.

“Wuidih, udah banyak aja ya yang masuk pesannya,” celetuk Febrian, produser dari acara Pagi Bersemangat Rame-rame FM.

“Mereka tau, kalo itu aku yang siaran jadi gitu lah?!” Dika menyombongkan dirinya.

“Penyiar sombong baiknya kita ganti nih, setuju ga?” Febrian bertanya pada Adam, yang bertugas pada penulis naskah.

“Idih, produsernya jahat bagnet deh…, semoga deh panjang umur, sehat selalu, dan enggak hobi ditelponin sama bininya.”

“Aamiin…,” ucap Adam, Ferlita, dan Safya bersamaan.

Lagu berakhir, siaran pun kembali dimulai.

“Rame-rame youngster, di sini kita udah dapet banyak sekali pesan masuk. Aku akan mulai bacain nih kisah-kisah yang diungkapkan via kata-kata oleh para pendengar semua tentang akhir pekannya.”

“Kita mulai dari Fernando, kalo gue ngabisin weekend di gunung nih, naik gunung Bromo, menikmati bukit teletubies, dan mendengarkan pasir berbisik.”

“Keren juga nih akhir pekannya Fernando tapi naik gunung Bromo? Setahuku sih gunung Bromo ga tipe-tipe gunung yang sulit dinaiki sih. Cuma naik tangga terus sampe deh untuk ngeliat matahari terbit, itu pun kalo enggak mendung, kalo mendung, kelar deh acaranya,” Dika mengomentari pesan yang baru saja ia bacakan.

“Lanjut, kita beralih pada Nurina. Gue ga ke mana-mana nih, kelar ngerampungin tugas dari dosen-dosen gue malah tepar, jadi gini deh, cuma di kamar doang. Bahasa kerennya sih bed rest.”

“Ternyata ada teman youngster kita yang kemarin sedang sakit teman-teman semua, kita doakan semoga segera sembuh, semoga saja hari ini juga sudah beraktivitas seperti biasanya. Aamiin…,” Dika menengadahkan tangannya seakan sedang berdoa. Namun, hal tersebut tidak akan pula dilihat para pendengar Rame-rame FM. Meski begitu, kabar baiknya adegan Dika sedang menengadahkan tangan difoto oleh tim sosial media dan segera diunggah di media sosial Rame-rame FM.

Dika melanjutkan membaca beberapa pesan yang masuk, setelahnya ia pun kembali memutarkan lagu yang telah disediakan. Lagu yang diputar saat ini adalah lagu dari Charlie Puth Dangerously.

“Oke para Rame-rame youngster, kita kembali lagi. Sesi saat ini kita akan menerima telpon dari kalian semua. Yuk cap cus bagi kalian yang ingin menceritakan akhir pekan kalian kemarin. Berbagi cerita agar makin semangat di Senin pagi kali ini.”

“Sudah ada penelpon ternyata, kita angkat dahulu.”

“Rame-rame FM, selamat pagi,” sapa Dika pada penelpon.

“Semangat tiada batas, Dika,” balas suara dari ujung sana.

“Wah, sepertinya sudah menjadi pendengar setia nih, hapal gitu ya?!”

“Jelas dong,” suara dari ujung terdengar terkekeh.

“Dari siapa dan di mana?”

“Dari Juna, di Magelang,”

“Kota Getuk ya? Jadi gimana akhir pekannya Juna?”

“Luar biasa menjadi bad day ya,”

“Loh kenapa?” tanya Dika.

“Akhirnya aku sama mbak-mbak calon apotekernya mengakhiri hubungan kita yang tidak jelas antara aku yang menjadi pengharap dan mbak calon apotekernya yang hanya bisa berteman denganku,”

“Owh…, satu rekan kita telah gugur di medan cinta. Untuk mengenang perjuangannya, ada baiknya kita hening sejenak selama tiga detik untuk menghargai segala perjuangannya,” ledek Dika pada Juna.

“Dik, kok nyebelinnya mirip Si Juki sih?”

“Hehehe, ampun Bang.”

“Jadi kalian akhirnya enggak jadi jadian dong?”

“Lebih tepatnya enggak jadi nikah, karena aku ngajak dia nikah bukan ngajak dia pacaran.”

“Tenang Juna, di kantor Rame-rame FM masih ada stok cewek jomblo, mainlah ke kantor kita, siapa tau ada yang akhirnya jadi istrimu,” Dika mulai mempromosikan teman-teman sekantornya pada Juna.

“Makasih deh, udah kenyang.”

“Oke deh, makasih ya udah telpon pagi-pagi ke sini. Berkisah sedih di hari Minggu, dah Juna semoga segera mendapat tambatan hati,” Dika mengakhiri telpon.

“Oke, sama-sama,” suara dari seberang pun terputus.

“Untuk menghargai perjuangan dari teman kita, Juna. Ada baiknya kita putarkan lagu dari Dewa berjudul Pupus, semoga mbak calon apoteker mendengarkan isi hati Mas Juna melalui lagu ini,” Dika mulai memainkan lagu Dewa berjudul Pupus.

Rame-rame FM edisi 1 selesai

11 Februari 2017

Permadi Heru Prayogo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s