Aku dan Doaku

Hingga kini aku masih tak bisa meyakinkan diriku, apakah aku layak untukmu? Namun, di setiap harinya aku hanya bisa terus menerus memperbaiki diriku. Mungkin saja, hari di mana aku bisa yakinkan pada diriku sendiri bahwa aku pantas untukmu tiba. Di saat itu pula, aku ingin menyatakan perasaanku padamu. Bukan hanya doa-doa yang terus aku lantunkan agar Allah mengijabah permintaanku tentang sosok yang menjadi pendamping hidupku. Aku berharap itu adalah kamu, aku berdoa itu adalah kamu, aku meminta kepada Allah itu adalah kamu.

Aku pun tahu sepenuhnya hanya Allah yang punya hak, yang punya rencana, yang mengetahui yang terbaik untuk hamba-hambaNya yang berdoa padanya. Aku tak mungkin pula ngoyo memaksa ia adalah kamu. Aku hanya berdoa, bila memang kita ditakdirkan bersama, semoga aku bisa layak untukmu. Semoga aku dan kamu bisa saling mengisi, memperbaiki, mengingatkan, dan menguatkan di jalanNya.

Cinta selalu indah dengan segala cara, cara sederhana ataupun cara yang berkelas bila dibarengi dengan niatan ridha Allah SWT. Tiada yang lain. Hingga akhirnya kita diikat oleh janji di hadapan walimu dan para saksi, aku akan berdoa untuk kebaikan kita. Aku mengagumimu dan semoga perasaan itu tak berlebih saat ini. Semoga doa kita adalah benang merah yang akhirnya mempertemukan kita di bawah kasih sayang yang maha indah dariNya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s