Membuat Postingan

Kalau hanya memposting sesuatu, itu sangat mudah. Mulai dari cuma salin dan tempel hingga tulis aja hal-hal yang ingin dituliskan. Namun, yang lebih penting dari sekadar membuat postingan di blog adalah narasinya. Cara bercerita yang kita pakai dalam membuat postingan tersebut, cara kita merangkai kata demi kata, kemudian menjadikannya sebagai kalimat, paragraf, dan berakhir menjadi satu kesatuan dalam satu postingan utuh.

Mungkin saja satu postingan berisi hanya dengan satu paragraf, atau hanya satu kalimat, atau mungkin satu kata, bahkan aku pernah membuat satu postingan yang hanya berisi judulnya saja dan tidak ada isinya, seperti postingan yang pernah aku buat. Karena kini postingan di blog bisa saja berisi foto atau video jadi enggak harus juga banyak-banyak kata yang harus ditulis untuk sebuah postingan di blog. Meski begitu, postingan yang bener-bener niat (dalam artian berisi beberapa kalimat dan atau paragraf) akan lebih membuat kita yang bloger memang beneran jadi bloger tapi bukan yang hasil salin dan tempel ya.

Di dalam alur yang baiklah tercipta kenikmatan dalam membaca, di dalam penulisan yang runutlah cara pikir penulis bisa terbaca. Terlebih lagi, dengan cara menulis yang baik fokus dari tulisan yang ingin disampaikan bisa tersampaikan dengan jelas dan dipahami oleh pembaca. Sayangnya kan, enggak semua orang bisa dengan mudah membuat sebuah tulisan yang runut dan enak dibaca. Contohnya saja aku, cara penulisanku masih (berharapnya cuma sedikit) berantakan. Terkadang pula untuk mengalirkan kata-kata menjadi kalimat-kalimat yang tersusun rapi juga susah. Inginnya sih cuma mau nulis intinya, contohnys seperti ini: Jadi aku mau cerita tentang nulis yang runut dan enak dibaca.

Nah, tapi apa iya cuma kayak gitu doang? Ya enggak kan, karena bagiku sendiri nulis tuh asyik. Terlebih kalo lagi emang ada yang mau ditulis dan bisa lancar gitu nulisnya. Karena ga jarang tulisan-tulisanku di sini jadi draft semata. Kata-katanya masih berantakan, kalimatnya saling tumpuk, ya pokoknya masih belum layak posting. Mungkin pula yang sudah aku posting pun masih ada yang masih belum bagus. Dari pada nunggu sampe tulisannya sempurna, bagaimana bila sambil posting sambil diperbaiki.

Kalo soal ngomong teori, aku sudah cukup paham. Mulai dari nentuin tema, topik, pokok bahasan, isi dari tiap-tiap paragraf. Namun, itu terlalu kaku bagiku. Membuat kerangka karangan, kerangka paragraf, agh… itu membuatku kesal sendiri. Dan Jadilah diriku sekarang yang menuliskan apa yang ada di dalam otakku saja tanpa banyak membuat kerangka yang oke. Jauh dari penulis yang keren banget. Penulis yang baik selalu berkembang dan selalu belajar. Sayangnya, aku masih saja malas-malasan, hahahaha.. <= ketawa miris. Dan lihat kini, tulisan ini makin tidak fokus. Jadi kalian tahu kan alasan adanya kerangka karangan bertujuan agar si penulis tidak menuliskan hal-hal yang tidak penting dan fokus pada tujuan awal penulisan.

Ah sudahlah, sebagai penutup aku ingin merangkum apa yang ada di atas. Bahwa sesungguhnya menulis itu bisa dilakukan oleh siapa saja dan untuk mudah atau tidaknya setiap orang punya tingkatan-tingkatan sendiri tak terkecuali. Bagiku menulis itu seperti membuat alur, layaknya sungai yang berawal dari mata air hingga bermuara pada lautan. Bahwa tulisan yang baik tak hanya berisi kata-kata yang baik tetapi juga dengan perangkaian yang empuk untuk dinikmati.

Permadi Heru P

30 September 2016

Advertisements
This entry was posted in Artikel.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s