Menikah

Judulnya cukup singkat. Sepertinya kalian juga sudah akan tahu ke mana arah pembicaraan dari tulisan ini. Hal yang mungkin ditanyakan saat silaturahim, bertemu dengan saudara di hari Idul Fitri. Namun, pembahasan bukan tentang pertanyaan tersebut.
Menikah adalah hal yang lebih sederhana dibanding mengerjakan UN atau SBMPTN. Jika kita melihat dari inti prosesi penyelenggaraan pernikahan. Pernikahan adalah ijab dan qabul. Sayangnya hal itu tak akan terjadi bila tidak ada serangkaian acara pula sebelumnya. Seperti lamaran contohnya.
Jauh dari itu semua. Pernikahan adalah hal yang sakral. Karena itu adalah janji, ikatan dua insan manusia kepada Allah SWT. Dan menjadi hal yang tidak sederhana adalah proses perjalanan setelahnya. Tidak sesederhana kisah dongeng yang akhirnya ditutup dengan kata-kata: hidup bahagia selama-lamanya…
Aku ingin kembali pada proses sebelum sebuah pernikahan terjadi. Di sanalah hal yang penting itu harus ada. Hal itu bernama: saling mengenal. Pernikahan tipe dijodohin adalah salah satu yang kadang tidak terjadi prosesi saling mengenal satu sama lain. Dan setelah itu mereka gagal dalam menarungi rumah tangga? Tidak juga, tidak semua. Begitu pula yang udah mengenal. Ada pula yang akhirnya bercerai.
Terlepas dari itu. Aku adalah orang yang pro akan saling mengenal sebelum menapaki jenjang berikutnya.
Mengenal satu sama lain, siapakah sosok yang akan menjadi pasangan kita. Siapa orangtuanya, lalu juga bagaimana keluarganya. Bukan terlalu pilih-pilih. Hanya sebuah proses saling mengenal dan saling mengetahui satu sama lain.
Dan. Satu hal yang sangat perlu untuk menjadi bagian dari sebuah proses pernikahan. Bertemunya dua orang yang akan saling mengikat dalam janji. Bagaimana pun hal itu adalah hal penting bagiku. Di sana pula proses yang begitu rumit bisa terwakili. Di mana tanya yang berjuta-juta bisa dijawab dalam sebuah pertemuan.
Ya apa pun itu. Cinta begitu banyak tumbuh saat adanya pertemuan. Di mana kata, suara, dan gambar diri adalah hal yang nyata.
Aku pun begitu berharap menemukan sebuah pertemuan di mana aku kembali bisa berkata: senang bertemu denganmu…

Permadi Heru P
3 Syawal 1437 atau 8 Juli 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s