Tentang Jilbab

Ini adalah hal yang aku temui. Sungguh, aku sendiri tidak bisa dan tidak mau untuk menilai. Karena aku pun masih awam. Aku hanya ingin cerita tentang perasaanku saja. Tak lebih dari itu.
Kesedihan tersendiri padaku, saat aku melihat seorang teman atau orang yang aku kenal. Tentunya seorang perempuan. Yang awalnya ia memakai jilbab kemudian, ia menanggalkannya. Aku tak tahu alasannya, sampai sekarang pun aku belum berani untuk bertanya, apa alasan ia melepas jilbab yang pada awalnya menutupi bagian dari kepalanya.
Satu sisi, ada yang berkata. Sementara banyak perempuan berhijrah dari yang tak berjilbab kemudian ia berjilbab. Ini malah sebaliknya, dari berjilbab malah ga berjilbab. Aku angkat tangan untuk ungkapan-ungakapan di atas. Aku tak punya hak untuk mencibir orang lain, aku hanya bisa menahan napas dalam-dalam. Menghembuskannya seakan semua akan baik-baik saja. Meski demikian, tetap saja. Perasaan sedih menempel sangat kuat. Hingga saat ini pun saat melihat foto seorang perempuan yang dulunya berjilbab kemudian sekarang sudah enggak. Aku masih sedikit bersedih.
Ada kegundahan di sana. Tentang sebuah tanya, kenapa? Akhirnya, aku hanya bisa berdoa. Semoga kita bisa kembali ke jalan yang mana yang membuat kita lebih baik. Karena aku pula masih dalam usaha. Terus memperbaiki diriku sendiri…

Permadi Heru P
23 Juni 2016

Di sore hari kala bulan Ramadhan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s