Melihat Kembali Sholat Kita

Pertama, aku akan beri tahu hal yang salah dan cukup penting dalam sebuah penulisan yang baik. Kata sholat di judulku, itu tidak baku, tidak sesuai dengan EYD. Kata sholat dalam kamus besar bahasa Indonesia harusnya ditulis salat. Oke, itu adalah poin pertama yang akan aku sampaikan. Sehingga kita bisa melihat kembali, penulisan dari kata sholat. Apakah kita sudah sesuai dengan EYD atau belum? Bagaimana bila masih saja bandel? Waduh, jangan tanya saya, karena saya pun masih bandel. Kalo enggak untuk tugas atau emang diwajibkan EYD, aku akan dan masih memakai sholat. Alasannya? Ini lebih bagus tulisannya.

Namun, jauh dari penulisan kata salat atau sholat, apakah kita sudah melihat kembali tentang pemahaman kita pada rukun islam kita yang kedua? Sholat adalah tiang agama, sholat adalah ibadah wajib yang setiap hari kita lakukan, selain ada ibadah-ibadah lain pula yang sesungguhnya kita lakukan di setiap harinya.

Siang ini, aku mengikuti kajian setelah sholat dzuhur di tempat kerja, pembahasannya tentang fiqih sholat, apakah kita benar-benar mengenal dan memahami sholat kita dilihat dari fiqihnya? Atau hanya sebagai ibadah yang kita lakukan setiap hari tanpa memahaminya? Jika masih sekadar tahu-tahu sedikit, begitu pula denganku. Bila kita membahas fiqih maka kita akan membahas tentang empat imam yang menjadi panutan hingga saat ini.

Bicara soal fiqih, maka pertama aku akan jelaskan arti fiqih itu sendiri. Secara sederhana fiqih berarti hukum-hukum Islam yang mengatur berbagai aspek kehidupan manusia. Dalam hal ini kita akan sempitkan pada fiqih sholat. Sehingga di sini, artian dari fiqih sholat sendiri adalah hukum-hukum yang mengatur tentang aspek sholat kita. Fiqih sholat mengkaji akan hal-hal yang mana adalah hukumnya fardu (wajib), mana yang sunnah (tidak wajib) secara sederhananya seperti itu.

Lalu, apakah kita semua sudah memahami akan hal-hal apa saja yang wajib ada dan hal-hal yang tidak apa untuk tidak dilakukan? Dan apakah itu penting untuk kita lakukan? Tentang belajar akan fiqih sholat. Pertanyaan itu sesederhana, apakah kamu melakukan sesuatu tanpa ada landasan? tanpa ada ilmu? Tentunya sesuatu yang kita lakukan baiknya ada ilmunya.

Jauh dari perbedaan para imam tentang hukum dari sebuah tindakan dalam sholat. Hal yang perlu kita tekankan adalah, imam mana yang kita pilih sebagai mazhab kita dan apakah kita sudah membaca tentang fiqih yang ia ajarkan? Hal itu yang sebenarnya perlu kita pahami dan pula semoga kita tidak setengah-setengah dalam mengikuti mazhab yang kita anut.

Sekian dulu aja ya dari Permadi, semoga bisa menambah wawasan. Meski isinya juga kurang greget. Mungkin di lain waktu akan nulis yang lebih berisi dibanding tulisan ini. Selamat berpuasa semua.

 

Permadi Heru P

13 Juni 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s