Once In A Lifetime Mistake

Seharusnya kesalahan itu cukup sekali seumur hidup. Tak perlu lagi untuk mengulangi kesalahan yang sama. Sayangnya, hal tersebut terkadang tidak seperti yang kita rencanakan. Atau mungkin kitanya saja yang terlalu bodoh untuk kembali mengulangi kesalahan. Seperti kali ini, aku kembali untuk menunggu tanpa ada inisiatif dari diriku sendiri. Kacau. Mengulangi kesalahan yang mana tidak seharusnya terjadi.

Hanya karena itu bukanlah tugas utamaku, sehingga terabaikan dan tidak terlaksana dengan baik. Ini adalah kesalahan yang sangat fatal. Dibanding menunggu, berinisiatif sepertinya lebih dibutuhkan. Inisiatif. Masa harus sampe disuruh?! Kata-kata itu mungkin sangat tepat untuk aku jadikan kata-kata motivasi agar inisiatif selalu berada dalam pilihanku dibanding menunggu sebuah komando.

 

Advertisements
This entry was posted in Artikel.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s