Komik dan Cita-cita

Tulisan ini aku buat untuk menyadarkan kita semua, termasuk aku tentunya, bahwa impian, sebuah cita-cita bisa datang dari mana pun.

Sampai saat ini, orangtuaku masih saja menganggap bahwa komik adalah hal yang hanya berkaitan dengan anak-anak. Tak lebih dari sebuah bacaan bergambar yang berguna untuk hiburan semata. Orangtuaku tak pernah tahu bahwa dalam pembuatan komik komikus melakukan penelitian secara mendalam sebelum komik tersebut benar-benar jadi. Tidak setengah-setengah.

Di Jepang, komik (atau yang di sana disebut sebagai manga) sudah menjadi bagian dari budaya, salah satu dari produk budaya Jepang adalah sebuah komik. Di komik-komik jepang tak jarang terselip budaya jepang yang dikenalkan kepada seluruh dunia. Dan hebatnya lagi, Jepang pun bisa berubah menjadi seperti sekarang ini karena terinspirasi dari komik-komik yang beredar di sana.

Doraemon, robot kucing biru yang sangat terkenal ini buktinya. Berawal dari sebuah komik, kini ia sudah menjadi brand ambassador dari negara Jepang. Kabarnya pula, menurut berita yang dilansir dari CNN Indonesia kucing ini akan menjadi ikon untuk olimpiade 2020 di Jepang nantinya.

Tak jauh dari itu semua, komik Captain Tsubasa dan Slam Dunk. Dua komik berjenis olahraga ini telah membuat anak-anak Jepang suka untuk olahraga, terutama sepak bola dan basket. Dua komik tersebut menjadi pemicu mimpi anak-anak di Jepang untuk menyukai olahraga dan bahkan menjadi olahragawan.

Bila kita kembali ke Indonesia, kembali pada cara pikir orangtua yang seperti orangtua saya. Mungkin, sampai kapan pun komik tak akan dihargai sebagai karya seni terutama sebagai bagian dari pencapaian mimpi seorang anak. Banyak hal yang bisa dipelajari dari sebuah komik tetapi sering sekali hal tersebut luput. Keluputan tersebutlah yang menjadi bagian dari orangtua yang tak pernah berpikir bahwa komik adalah bagian cita-cita dari seorang anak.

bersambung dulu, mentok nih mau nulis apa lagi…

Advertisements

One comment on “Komik dan Cita-cita

  1. Angwie says:

    Iya itu dia per…seringkali orang tua tidak pernah bisa mengerti motif apa yang kita miliki ketika memiliki kesenangan akan sesuatu…dan sayangnya merubah mindset orang tua itu sangatlah sulit…mendingan kita cuekin aja…dan tetap melakukan apa yang menurut kita baik dan ada manfaatnya…nanti lama kelamaan kalau memang kita bisa menunjukkan hasil dari kesenangan kita itu, orang tua akan mengerti juga kok… 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s