Tiga Kata Saja

Aku sangat lapar. Perut ini tak punya kapasitas yang pasti. Setahuku, nasi, mie, dan telur ceplok sudah mengisinya pada pukul tujuh. Ini masih pukul sepuluh. Aku sudah ditemani perut yang menyapa melalui suaranya.
Segelas teh hangat mencoba meredakannya. Apalah daya, bila bukan itu yang diminta. Masih juga bersuara, masih juga bertanya. Kapan makanan masuk ke dalam saluran cerna? Aku sudah lapar.

Advertisements
This entry was posted in cerpen.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s