Dan Lalu…

Ini hanyalah karena aku yang begitu bodoh
Membiarkan ia terbuka
Lalu seorang teman seenaknya memasukkan namamu di sana
Terpaksa aku ikuti alurnya
Namun, kenapa akhirnya malah jadi seperti ini?

Setidaknya kita saling sendiri dan saling mencari pengisi hati
Aku tak bisa memastikan pada hatiku
Meski  di setiap harinya
Isi pikiranku masih juga tertuju padamu
Dan tersenyum sendiri
Lalu mereda untuk melihat kenyataan

Tak ada apa- apa antara kita
Meski jalan menuju Roma masih terbentang lebar
Jalan untuk kita bersama
Aku tak bisa memastikannya…

Advertisements
This entry was posted in puisi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s