Hanyalah Cerita

Mungkin, Tuhan memang tidak hadirkan ia.
Untuk jadi alasanku bahagia. Sekadar kawan yang tak sengaja kujumpai di kehidupan ini.
Dan akhirnya berpisah lagi di persimpangan jalan.
Sudah pasti, perjalananku setelah ini tak lagi untuk menunggunya hadir sebagai teman perjalanan.
Jangan tanya padaku. Kapan usainya perjalanan yang sepi ini.
Aku tak tahu dan aku tak punya kepastian pula. Bahkan, bisa jadi kematian dahulu yang menghampiriku sebelum dirinya datang.
Pastinya. Perjalanan ini, aku masih sendiri

Advertisements
This entry was posted in puisi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s