Karena Aku pun Bahagia

Selama ini aku merasa bahwa kebahagiaanku adalah saat apa yang aku inginkan terwujud. Namun, kali ini aku merasakan hal sangat berbeda dari hal tersebut. Aku merasa bahagia saat orang-orang yang aku sayangi, aku cintai berbahagia.

Deretan kata tak bisa untuk ungkapkan senyum yang mengembang di bibirku. Senyum yang tak hilang semenjak kabar itu aku terima, senyum yang selalu muncul setiap ingatanku kembali pada saat ia memberikan undangan pernikahannya padaku.

Jatuh cinta, sebuah perasaan yang sangat indah. Namun, apakah kita siap untuk patah hati? Apakah kita siap untuk melihatnya bersama orang lain pada akhirnya? Dan kali ini, hal itu tertuju padaku.

Aku tidak tahu, tentang perasaan yang sedang aku alami saat ini. Sebuah kesedihan yang dibalut rasa bahagia? Atau rasa bahagia yang di dalamnya dibubuhi rasa sedih? Aku tak bisa untuk mengungkapkan perasaan apa yang aku alami.

Anggap saja ini perasaan tentang kebahagian yang tak dimengerti oleh diri sendiri. Karena jatuh hati dan patah hati adalah bagian dari perasaan yang telah aku alami saat ini.

Terima kasih untuk jatuh cinta-nya, wahai hati.

Dan kau, bahagialah di sana. Karena aku pun bahagia di sini.

 

23 Nopember 2015

11.09 WIB

Permadi Heru P

 

*Dalam edisi membuat kumpulan karya tentang cinta dan patah hati

Advertisements
This entry was posted in cerpen.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s