Cerita Ini Pendek Aja

“Jangan masuk dulu,” ucap Alif pada Brian.
“Loh kenapa?” tanya Brian yang baru mau masuk kamar kos Alif.
“Aku sedang bersih-bersih. Aku ga mau serpihannya diinjak kamu.”
“Emang habis ada apa sih, kok banyak serpihan seperti kaca gini?!”
“Hahaha, kau tak usah tanyalah. Kau bisa lihat sendiri,” Alif mulai memungut serpihan-serpihan yang cukup besar dan memasukkannya ke dalam sebuah wadah.
Sementara serpihan-serpihan yang lebih kecil ia kumpulkan dengan sapu dan menggiringnya ke pengki. Lalu disatukan dalam wadah tersebut.
Setelah menatap lekat-lekat, Brian tersadar akan apa yang baru saja Alif pungut dan kumpulkan di lantai.
“Itu serpihan hatimu?”
“Iya, benar sekali.”
“Pantas saja, aku mencium bau pekat perasaan patah hati dari tadi. Ternyata baru saja hatimu hancur berkeping-keping.”

23 Nopember 2015
20.17 WIB

Permadi Heru P

*Dalam misi membuat karya tentang patah hati.

Advertisements
This entry was posted in cerpen.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s