Traktir

Perlukah kita untuk menjadi kaya dahulu untuk mentraktir? Perlukah ada sesuatu hal yang “wah” untuk menjadi alasan kita mentraktir teman kita? Jawabannya sih, sederhana. Semua kembali pada diri kita sendiri. Bagiku, mentraktir itu hal yang sederhana yang bisa kita lakukan di kehidupan sehari-hari kita tanpa harus berpikir panjang. Traktiran bisa berbentuk hal yang sederhana, seperti ketika kita punya teh dan gula. Kita bisa saja membagi teh celup yang kita punya dan gula untuk dinikmati bersama-sama. Itu juga traktiran kan?

Sayangnya traktiran terkadang menjadi hal yang mewah untuk dijadikan sebuah hal yang bisa kita lakukan dalam kehidupan kita sehari-hari. Jika kita memang niat untuk mentraktir, mudah aja kok caranya. Mungkin kita berpikir bahwa kita akan membuang banyak uang untuk mentraktir, sementara kita sendiri juga masih minta uang sama orangtua. Menurutku sih, kalo sesekali juga ga akan marah dan juga ga akan tidak setuju orangtua kalau kita sesekali traktir teman kita dengan uang mereka.

Traktiran yang asyik itu bisa dinikmati beramai-ramai. Misalnya saja traktir martabak manis plus martabak telur. Dua sekaligus? Enggak boros tuh? Tenang aja, kalo cuma setahun sekali, enam bulan sekali atau setiap catur wulan mah ga akan bikin kantong bolong. Bahkan kalo mau tiap bulan juga bisa kok kalo emang mau niat berbagi.

Jadi, aku mengambil contoh di daerah Depok, kisaran kampus UI. Di sana, kisaran makan anak kosan itu 10.000 per makan, itu pun dengan lauk yang sewajarnya (contohnya: ikan, tempe dan satu sayur). Jika dikali tiga, karena secara manusiawi orang Indonesia makan 3x sehari maka jumlah uang jajan yang dibutuhkan untuk makan selama satu hari adalah 30.000. Itu bagi yang makannya sederhana seperti penulis. Namun, bagi kalian yang makannya udah lebih dari itu. Nah, lebih enak lagi dong kalo mau berbagi dengan traktiran dengan uang jajan yang lebih besar dari itu.

Untuk uang jajannya seperti penulis, coba deh siasati untuk berpuasa setidaknya seminggu satu kali. Hal itu akan membuatmu bisa menabung 10.000 paling sedikit di setiap minggunya. Di akhir bulan kamu sudah punya 40.000 yang bisa kamu pakai untuk traktir teman-temanmu. Itu baru cuma satu kali dalam seminggu kalo dua kali dalam seminggu kan udah 80.000 tuh dalam sebulan. Cukup?

Sangat cukup kalo kamu emang mau untuk berbagi dengan uangmu dalam bentuk traktiran pada teman-temanmu. Karena menurut survei penulis, harga martabak manis dan martabak telur itu di kisaran harga 20.000 perpaketnya. Bisa traktir dua buah martabak kan di akhir bulan. Namun, untuk jaga-jaga ya bawalah uang 45.000 siapa tau mau tipe yang harganya 22.000 atau 23.000.

Atau juga, coba lihat harga dari martabaknya. 20.000 itu harga untuk dua kali makan atau malah cuma satu kali makan di tempat seperti ayam penyet yang notabene punya harga kisaran 15.000 dengan tambahan tempe dan tahu jadi 17.000 dan beli teh 3.000. Dalam satu kali makan kita, sudah cukup untuk satu kali traktir martabak untuk teman-teman kita (kurang lebih sih).

Intinya sih, kalo emang mau berbagi ya niatin aja. Ga perlu terlalu pikir panjang. Sesekali ini kok, membuat bahagia temen kita kan juga pahala. Meski kita anak kosan bukan berarti kita ga bisa kan berbagi dengan hal yang sederhana. Yuk jadi anak kosan yang baik. hehehe…

Permadi Heru Prayogo, anak kosan sejak 2009.

13.25 di tanggal 11 November 2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s