Gugur dan Mati

Tidak satu pun daun mengetahui kapan gugurnya. Di musim apa dan oleh siapa. Gugur dengan baik-baik, atau dipetik paksa. Dan ia juga tidak tahu, apakah gugurnya memberikan manfaat atau hanya sia-sia saja.

Kalau boleh meminta, mungkin daun ingin hidup lebih lama di tangkai pohonnya. Tapi tidak bisa. Daun harus gugur jika waktunya tiba, bagaimana pun caranya. Tidak bisa mundur atau dipercepat. Pasti akan ada saja penyebab gugurnya. Semua itu sudah ditentukan jauh-jauh hari sebelum daun memucuk.

Melihat daun, aku jadi teringat manusia. Manusia persis seperti daun yang sama sekali tidak tahu kapan dan bagaimana matinya. Pun tidak peduli pada kondisi apa manusia saat itu. Jika sudah tiba waktu matinya, manusia harus terima. Tidak bisa mundur, tidak bisa kabur.

Kau dan aku harus ingat. Kesamaan gugur dan mati adalah keduanya sama-sama sebuah kepastian. Daun pasti gugur, manusia pasti mati. Tidak bisa mundur, tidak bisa kabur.

Karya temannya Ulfa S
Yang dikirim oleh Ulfa pada tanggal 29 Nopember 2015 diterima di tanggal yang sama jam 07.55 WIB

Advertisements
This entry was posted in puisi.

3 comments on “Gugur dan Mati

  1. Ibda says:

    hahahah, comment apa ya

  2. jinggasenja says:

    pas di umur 20 semacam merasa bahwa hidup ini akan sangat panjang, tapi hampir 30 semacam counting down gitu…hidup mati tidak ada yang tau

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s