Sombong

Mungkin kini aku bisa sombong, sombong akan diriku yang tidak tergoda akan uang yang berseliweran di hadapanku. Namun, apakah aku masih bisa seperti itu saat uang itu bernilai lebih dari satu, dua, tiga atau bahkan lebih dari seratus juta? Masihkah aku akan tidak tergoda?

Bukan berarti aku tak punya integritas. Hanya saja, aku takut saat aku terlalu sombong maka akulah yang akan terjatuh ke dalam jurang akan kesombonganku. Aku pernah terlalu sombong dan akhirnya aku jadi bagian dari hal buruk yang aku sombongkan bahwa aku tak berada di dalamnya. Namun, akhirnya aku malah ada di sana. Karena aku kira aku tak akan menjadi hal seperti itu.

Dan semoga, aku tak lagi menjadi seorang yang sombong. Bukankah Iblis juga menjadi makhluk yang paling hina karena ia begitu sombong? Dan karena itulah, semoga kita selalu berdoa untuk diri kita terjauhkan dari sifat sombong. Kesombongan berawal dari banyak hal, menjadi penilai handal mungkin adalah salah satu jalan untuk menjadi sombong. Ya, saatnya kita tidak terlalu banyak menilai orang. Karena mereka punya hal yang mungkin kita tidak ketahui yang melatarbelakanginya.

21 Oktober 2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s