Menyebalkan

Wajah Mita masih saja manyun. Tyan hanya tersenyum. Kemudian ia mengambil sebatang cokelat dari dalam tasnya. Mita menatapnya dengan pandangan curiga.
“Masih ngambek nih?” Tyan mengawali obrolan.
“Masihlah. Emang kenapa?”
“Ya udah, ini aku kasih cokelat. Biar baikan moodmu. Hyehehehe…”
“Oke makasih. Tapi aku masih ngambek loh?” Mita mengambil cokelat pemberian Tyan.
“Sini ikut aku…,” Tyan menarik kerah belakang baju Mita.

“Udah baikan?”
“Lumayan,” Mita tersenyum sembari terus menyendok es krim ke mulutnya.
Mita ngambek karena ucapan Tyan dalam percakapan chat mereka. Kalimat terakhir yang Mita hanya dua kata. Kamu nyebelin.
Setelah itu tak ada lagi obrolan. Akhirnya Tyan berinisiatif untuk pergi ke kosan sahabatnya untuk minta maaf. Karena minta maaf dengan ucapan itu sudah terlalu biasa. Tyan membawakan cokelat. Salah satu makanan kesukaan Mita. Berlanjut sekarang. Mengajak Mita makan es krim yang juga bagian dari penutup kesayangan Mita.
Karena Tyan tak mau kehilangan sahabatnya yang cukup unik tersebut…

11 Oktober 2015
20.47 WIB

Bukan kisah nyata… kesamaan hanyalah tak kesengajaan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s