Lebih Banyak Konflik Dibanding Prestasi

“Lebih Banyak Konflik Dibanding Prestasi” itu komentar seorang temanku di statusku saat aku share berita kemenangan Indonesia di homeless world cup. Membahas tentang prestasi Indonesia di kancah internasional, sebetulnya banyak prestasi orang Indonesia. Namun, sayangnya tak ada satu pun pemberitaan yang muncul di media Indonesia. Tidak menarik atau memang tidak punya ketertarikan untuk membahas hal tersebut? Yang ada malah membahas nama-nama unik, membahas kemelut politik yang malah bikin satu pihak dengan pihak lain makin ramai berdebat.
Indonesia kali ini benar-benar butuh berita yang bisa membangun moral, bukan malah sebaliknya. Media itu berguna sebagai bentuk kritik pada pemerintahan. Itu memang benar. Namun, apa hanya itu? Media membangun opini publik, kemudian mengarahkannya ke mana si pemilik media punya kepentingan. Sayangnya, masih belum temukan ada media yang benar-benar niat mencari hal-hal positif dari negara ini. Malah sebaliknya. Berita buruk adalah berita yang menarik.
Nah, di era netizen ini kita bisa menjadi bagian dari berita itu sendiri. Sudah terlalu mudah untuk membuat sebuah berita, memberitakannya kembali. Membuat website dan menjadikannya media untuk menginformasikan hal baru ke seluruh dunia adalah hal yang mudah. Kita cuma merogoh kocek 100-150 ribu pertahun untuk membeli domain. Atau malah bisa dengan cari gratisan dengan blog. Meski demikian, dampak dari era netizen di mana setiap orang bisa membuat berita malah banyak munculnya dibanding hal-hal baik. Contohnya adalah foto pak presiden yang diedit dari yang aslinya bersalaman menjadi foto menangkupkan tangan seperti sedang bersalaman dengan lawan jenis yang islami. Hal itu menjadi bahan cemoohan, bahan hiburan untuk semakin menjatuhkan.
Inilah yang terjadi, ego, kebencian, dan perasaan negatif lain malah mendominasi dan menjadikan dunia maya malah menjadi ladang berita kibul-kibul. Lebih parah lagi, yang baca pada ga cari klarifikasi. Itu beneran atau enggak, itu bisa dipercaya atau enggak. Udah gitu aja percaya dan ga mau tau itu cuma iseng atau memang begitu yang terjadi.
Semoga kedepannya berita yang muncul di media massa Indonesia makin memupuk kepercayaan diri bahwa Indonesia bisa untuk bangkit, banyak warganya yang bisa. Semoga kita pun bisa menjadi bagian dari penyebaran berita baik, berita yang bisa memupuk kepercayaan itu. Seandainya tidak, semoga kita bukan di bagian orang-orang menyebarkan berita buruk, berita bohong, dan berita yang menimbulkan perpecahan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s