Tulisan Malam

malam ini ingin berbagi hal yang sekadar pikiran kecilku tentang apa yang aku jalani. ini bukan curhatan, hanya tulisan yang berasal ari obrolanku dengan diri sendiri. bukankah kita sering untuk bicara pada diri kita sendiri? ya itu pun terjadi padaku. kali ini, aku hanya berbagi obrolan itu.apa yang kita saat ini mungkin akan hilang sewaktu-waktu. percayakah pada konsep ini? aku percaya, hal itu sangat mungkin terjadi pada diri kita. semua hal yang ada di sekitar kita bisa saja hilang tanpa ada pemberitahuan sebelumnya. bukan pada kehilangan yang telah kita rasakan hingga saat ini tetapi pada hal yang kita miliki saat ini. apakah kita sekarang sudah menghargainya?

terkadang, aku pun melupakan untuk sebuah senyum lembut pada teman yang datang menghampiri. mungkin saja, ia akan hilang setelah kita berpisah nanti dan tak bisa lagi kita jumpai di lain waktu. dan kalian tahu, apa yang masih bisa kita lakukan untuk mereka? teman-teman kita yang dulu ada tetapi saat ini sudah jauh dari kita. secara sederhana, kita bisa membagi doa kita padanya. berdoa untuknya, untuk kebahagiaannya, untuk kesehatan, untuk hal-hal baik yang mereka dapat.

waktu berlalu begitu cepat. terkadang pula begitu lambat. waktu adalah hal yang abstrak tetapi kita sadar, kita berada di dalamnya. itu pikiranku tentang waktu. dan orangtua adalah hal yang membuat waktu menjadi harapan untuk kembali mengulang hal-hal yang pernah terjadi atau untuk mengubah beberapa hal yang terjadi, menghapusnya, memperbaiki. karena tanpa banyak bicara dengan mereka, kita yang semakin dewasa tanpa sadar bahwa orangtua kita pun ikut menua. bukan hanya kita. banyak hal yang ingin kita persembahkan dan terkadang hal itu tak dapat kita lakukan kini. terlebih karena mereka telah tiada. dan kembali, kita berpegang pada kekuatan bernama doa.

menjalani hidup tanpa alasan. sekadar bertahan hidup. seperti itu? aku sendiri terkadang berpikir bahwa terkadang aku tak jauh beda dengan pikiran tersebut. terlupa tentang aku tercipta karena ada alasan yang lebih baik. tak jarang, rasa lupa kita membelenggu kita untuk tidak mengetuk hati kita. mengetuk? mungkin lebih pada menghampiri dan mendekatinya. hati kita adalah hal yang bisa menjawab resah kita. namun, terkadang kita tak menghampirinya. karena di sana aku temukan diriNya.

ketika hilang arah kembalilah. sayangnya bukan semakin mendekat, kita malah tak lagi mengenalnya. mencari pelarian yang bukan kepadaNya. semoga doa ingatkan kita bahwa kita punya Allah. punya Ia yang bisa membimbing kita pada perasaan yang tentram.

kehilangan, apa pun yang masih kita miliki. syukuri. pertemuan terkadang tidak terlalu baik terjadi tetapi selalu ada yang bisa kita pelajari. tentang terlupa tuk senyum pada teman, tentang lebih sibuk pada diri sendiri dan tak ingat berkirim kabar pada orangtua dan keluarga. apa yang kita punya bisa saja hilang dalam sekejap mata. apa yang masih kita punya sekarang. sudahlah itu yang terbaik. bukankah begitu?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s