Persimpangan

Di persimpangan, kita berpisah. Kita memiliki tujuan yang berbeda, kini. Dan mungkin, kita bisa temukan sosok yang akan temani kita jalani hal-hal baru dan menuju tempat yang sama tanpa harus berpisah lagi di sebuah persimpangan.“Kali ini, aku akan beranjak. Seperti katamu, sudah saatnya perasaanku tuk angkat kaki. Karena kita memperjuangkan hal yang berbeda.”

“Baiklah, sampai jumpa lagi di lain waktu,” ia tersenyum, lembut. Senyumnya selalu indah. Tidak terkecuali di hari ini. Di perpisahan ini.

Ternyata, hanya aku yang terlalu berharap. Berlebihan. Ia sudah bersama yang lain, mungkin itu pilihan terbaik untuknya dibanding harus menungguku. Selama ini aku hanya menggantungnya, tanpa kepastian. Aku memang tak pernah katakan bahwa aku menyukainya, aku merasa belum saatnya. Aku ingin berusaha sebelum waktu itu tiba. Sayangnya, waktu itu tak akan pernah tiba. Di saat aku terus mencoba berusaha dalam segala hal dan terus memperbaiki diri. Aku lupa bahwa tak mungkin pula ia punya alasan untuk bertahan pada penantian bodoh ini.

Semoga ia bahagia. Begitu pula denganku.

 

1 Agustus 2015

21.47

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s