Ina

Namanya Ina, ia adalah gadis yang selalu terlihat di tepian sungai di dekat sebuah rumah mewah, mepet sawah. Ia selalu berada di sana di sore hari, pukul lima sore ia biasanya sudah berada di sana. Tak ada yang ia lakukan kecuali menatap matahari senja. Terkadang angin senja menyapanya dengan terpaan pelan, mengibarkan rambut panjangnya.

Sedari pagi hujan dan mendung menutupi langit, jangankan matahari langit biru dan awan putih tak melangit di hari ini. Ina termenung di tepi jendela kamarnya. Ia tatapi hujan yang masih mengguyur pelan di daerah rumahnya. Kali ini ia tak temui matahari di sore hari tetapi ia yakin besok matahari terbit kembali.

Matahari lebih baik dari ia yang telah berjanji pada Ina, bahwa ia kan kembali tuk temui Ina. Matahari selalu datang di pagi hari dan berpamitan di sore hari. Tidak layaknya dirinya yang sudah lama berpamitan tetapi hingga kini tak terlihat tuk penuhi janjinya, datang temui Ina kembali.

Dan mungkin, itulah alasan Ina menatap matahari di senja hari. Menanti pertemuan dengannya. Berjanji tuk bertemu kembali di senja hari.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s