Berbuka

Ini adalah catatan hari kedelapan. Dan ini baru saja aku sadari. Terkadang aku sering mengharapkan sesuatu yg tak ada di hadapanku. Ingin ini itu dan lainnya. Namun, apakah sesungguhnya aku membutuhkan itu semua? Sepertinya tidak.
Seperti waktu berbuka beberapa waktu yg lalu. Alhamdulillah, terhidang empek2, jus melon, dan tak lupa ada pula kurma. Aku berharap ada yg lain yg bisa aku makan. Setelah beberapa saat berpikir. Bukankah sangat bersyukur aku bisa makan empek2, minum jus, dan menikmati apa yg memang ada di hadapanku? Bukankah ini sebuah nikmat? Lalu kenapa aku mencari2 yg tak ada di hadapanku?
Banyak hal yg perlu aku syukuri. Banyak hal yang telah aku hiraukan dan menjadikanku kufur akan nikmat. Betapa tak bersyukurnya aku…
Sementara itu, otakku masih juga belum tenang dengan orang lain yg suka ikut campur urusan orang. Mungkin ia peduli tetapi dengan cara yg tidak tepat. Lalu kenapa pula aku habiskan waktu membuang segala kemungkinan baik yang ia lakukan hanya demi sebuah pikiran burukku.
Aku perlu banyak waktu untuk istighfar. Ternyata banyak penyakit yg menempel di hati ini… semoga kedepannya aku menjadi lebih baik…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s