Secangkir Teh Pukul Tiga Sore

Kata orang, aku cowok yang cukup nyebelin. Terutama soal kepedulian. Terlihat tak peduli pada berbagai hal, tak memiliki rasa ingin tahu. Contoh sederhana, seperti ini: ada teman dengan seru bercerita dan kemudian aku datang. Aku pun dengan santai bertanya, “lagi ngomongin apaan sih?” Tanyaku padanya. Lalu ia pun menjawab, “rahasia dong,” ya udah aku pun ngeloyor gitu aja. Kalo ditanya, kok ga penasaran? Kan tadi udah dibilang rahasia, ya udah aku ga berminat sok ikut campur dalam rahasia orang. Sederhana kan? Tapi nyebelinnya kebangetan.

Namun, kalau udah penasaran pada suatu hal. Udah tuh dari google sampe semua bahan informasi yg bisa digali, digali dah untuk cari informasi. Sepertinya memang seperti inilah aku. Sayangnya, kali ini aku harus berurusan dengan rahasia orang, hubungan yang tak jelas tentang beberapa orang yang secara suka rela masuk dalam hidupku meski tak aku undang, dan kenangan yang tak sengaja aku lupakan tentang beberapa hal yang menjadi alasan aku serta mereka ada di sini. Lengkap sudah. Dan inilah kisah yang aku akan ceritakan.
Secangkir Teh, Pukul Tiga Sore

Advertisements
This entry was posted in cerpen.

One comment on “Secangkir Teh Pukul Tiga Sore

  1. sama.. aku juga ga suka tanya2.. kan buat jaga privacy, kalau orangnya mau cerita juga ntar cerita sendiri^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s