Fokus (lagi)

Fokus

Kali ini saya akan bercerita tentang diri saya secara pribadi, tentang hal-hal yang saya sukai dan tentang mimpi saya yang masih saya kejar sampai saat ini. Mengejar mimpi adalah hal yang dilakukan oleh semua orang yang memiiki visi dalam hidupnya. Namun, tak jarang hingga akhir hayat mimpi yang dulu dikejar tak kunjung tercapai. Hal tersebut bukan karena orang tersebut tak mampu menggapai mimpi tersebut tetapi ketidakfokusan orang tersebut menggapai mimpi yang membuat ia tak dapat meraihnya.

Saya pun mengalaminya beberapa saat yang lalu, mungkin hingga detik ini pun masih ada beberapa hal yang mengganggu hidup saya hingga akhirnya saya masih tak bisa fokus untuk mimpi yang saya kejar. Setelah selesai S1, saya berniat untuk bekerja selama 2 tahun dan kemudian saya ingin melanjutkan S2. Sembari bekerja, saya ingin lebih mendalami bidang literasi informasi. Keinginan saya mendalami hal tersebut karena saya merasa tertarik dan ingin menyebarkan nilai yang terkandung di dalam literasi informasi. Secara singkat, nilai utama dari literasi informasi adalah menanamkan keinginan belajar pada semua golongan. Sehingga terciptalah insan-insan pembelajar sepanjang hayat.

Namun, kenyataannya kini saya sendiri masih belum begitu mendalami hal-hal yang berkaitan dengan literasi informasi. Terkadang rasa malas membaca referensi-referensi yang berbahasa inggris membuat mata saya sepet membaca bacaan tentang literasi informasi. Selain itu, ada pula hal-hal lain yang akhirnya mencuri fokus yang harusnya saya curahkan 80% untuk literasi informasi. Sebut saja itu beasiswa, beberapa waktu yang lalu di ruang kumpul kos-kosan yang saya tinggali, saya mengobrol dengan seorang teman. Obrolan tersebut cukup menarik tetapi sayangnya, ada bagian di mana saya merasa ia begitu ngotot seakan memaksa dan membuat saya merasa tidak begitu menyukai kata-katanya.

Ia mengatakan dengan sedikit tekanan bahwa hal yang harus saya lakukan sekarang adalah mengambil beasiswa dan kuliah lagi. Sementara saya sendiri sudah punya rencana, hal tersebut agak menyebalkan bagi saya. Karena bukankah setiap orang memiliki rencana masing-masing. lalu, mengapa ia begitu ngotot untuk memaksa saya? Mungkin saya sedikit emosi di saat itu, sehingga saya tak melihat sisi baik dari kata-katanya. Sesungguhnya, ia memberi saran yang baik. ia menyarankan untuk saya mengambil beasiswa saat ini pula agar tak begitu banyak saingan yang harus saya hadapi untuk mendapatkan beasiswa.

Terima kasih untuknya yang setidaknya sudah peduli pada saya.

Di samping itu, ada pula seorang temen yang ngebet banget pengen nikah. Oh my god…., oke boleh kok. Wajar kok, udah S1 dan kenapa enggak? Dari pada yang enggak-enggak mending bener tuh dihalalkan saja hubungannya dengan menikah. Ini nih, kadang jadi kepikiran juga nih. Saya pun jadi ikut-ikutan berpikir untuk segera menikah. Namun, alhamdulillah sekali saat saya mengobrol dengan seorang adik angkatan saya, saya tercerahkan atas kata-katanya. Mengingatkan kembali apa yang harus saya lakukan. Iya, saya akan menikah. Saya pun ingin menikah, tentu. Namun, tidak untuk saat ini. Mengapa tidak secepatnya? Ya karena menikah bukanlah hal yang main-main. Seperti yang pernah saya tulis di status jejaring sosial saya, bahwa saya masih harus memantaskan diri untuk menikah. Memantaskan diri tentang apa? Banyak hal, yang pasti apakah saya sudah pantas untuk menjadi imam bila saya sendiri masih belum bisa menjadi pemimpin bagi diri saya sendiri. Untuk menggiatkan bagun jam 3 saja akhir-akhir ini susahnya setengah mati apa lagi mau membangun rumah tangga. Serta ilmu, menikah itu bukan masalah sehari dua hari, sehingga ilmu yang harus saya miliki pun harus mumpuni.

Nah, jadi sekarang sudah tahu kan, tentang keresahan diri saya. Eaaa…. keresahan. Kagak gitu juga kale… (Bang Adji mode: on). Sehingga, sekarang saatnya saya kembali pada fokus saya. Semoga dengan fokus pada mimpi ini, cita dan cinta dapat tergapai. Menjadi ahli di bidang literasi informasi, mendapat beasiswa dan menikah pada waktunya (masih 22 tahun, 3 tahun lagi baru 25, ga usah cepet-cepet)…

Oke, sekian dari saya, saya undur diri. Mau sholat dzuhur dulu… sampai jumpa…

Permadi Heru P

22 11 2013

12.00

Perpustakaan UI, Depok

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s