Apakah Kita Aman

Keamanan adalah hal yang sangat penting untuk diri kita. Saat kita ingin berkendara motor, kita mengenakan helm agar bila terjadi kecelakaan kita masih terlindungi oleh adanya helm. Sementara saat kita bersiap untuk tidur di rumah, kita mengunci pintu rumah agar tak ada orang lain yang masuk ke rumah kita. Semua itu kita lakukan untuk menjaga keamanan diri kita. Namun, apakah kita sendiri sudah aman?

Pernahkah berpikir tentang alasan menjauhi seseorang karena kita merasa tidak nyaman dan tidak aman berada di sekitarnya? Pernahkah hal tersebut terpikir? Mungkin sebagian dari kita pernah merasa hal tersebut, alasan kita menjauh begitu bermacam-macam. Di antara sekian banyak alasan salah satunya adalah gangguan asap rokok. Ya, itulah salah satu dari alasan kita menjauh. Selain asap rokok yang tak nyaman, asap rokok pun tak aman bagi diri kita.

Namun, pernahkah kita berpikir seperti ini: Apakah aku sudah aman bagi orang lain?

Banyak dari kita berpikir tentang keamanan dari diri kita sendiri hingga melupakan bahwa orang lain pun membutuhkan kenyamanan dan keamanan diri. Dan kita bisa saja masuk di dalam katagori orang yang aman untuk berada di sekitar mereka atau malah sebaliknya. Membuat orang lain tak aman berada di sekitar kita. Perlu sekali kita wawasdiri untuk mengetahui hal tersebut.

Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk mengetahui tentang “keamanan diri kita” bagi orang lain. Hal yang paling sederhana yang bisa kita rasakan adalah apakah kita mengajak orang lain di sekitar kita menuju kepada kebaikan atau keburukan? Itu adalah hal yang paling bisa kita lihat untuk mengetahui apakah kita aman bagi orang lain atau tidak.

Tindakan kita adalah cerminan kita, bila tindakan kita adalah tindakan yang baik untuk orang lain maka kita bisa dikatakan sebagai orang yang aman bagi orang lain. Namun, sebaliknya bila tindakan kita menjerumuskan orang lain ke jurang kesesatan maka kita tak aman bagi orang lain.

Lalu,mengapa kita perlu untuk mengetahui apakah kita aman bagi orang lain atau tidak? Hal yang paling utama adalah untuk mengurangi keburukan yang ada di dalam hidup ini. Kita tak bisa untuk mengubah dunia bila kita sendiri tak bisa untuk mengubah diri kita sendiri. Begitu pula dengan keburukan, bila kita sendiri masih buruk bagaimana kita bisa memperbaiki orang lain? Apa lagi dunia. Lalu yang kedua adalah agar diri kita pun memiliki orang-orang yang ada di sekitar kita. tak ada orang lainn yang mau untuk mendekati kita bila kita sendiri tak aman untuk didekati benar kan? Sehingga mulai saat ini kita coba untuk wawasdiri. Mencoba mengetahui apakah kita aman atau tidak untuk orang lain.

Permadi Heru P

24 September 2013

Depok, Perpustakaan UI lantai 3

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s