Warna-Warni Hidup

Tulisan ini akan terbagi menjadi beberapa subbab-subbab yang akan memudahkan para pembaca untuk menikmati cerita dari Permadi (pemilik blog dan note ini—dibuat untuk blog dan note jadi bila berkunjung ke blog ataupun note di FBku kalian akan menemukan tulisan ini^^v). oh ya, kenapa jadi formal gini sih? Hehehe, oke-oke ini tulisan artikel bebas sehingga yuk dibuat santai aja.

Kepedulian

Aku akan ceritakan tentang tetangga depan rumahku yang begitu bawel dalam menyuruh makan, minum, dan lain sebagainya yang berkaitan dengan kesehatan. Maklum ya, tetangga depan rumahku ini adalah seorang dokter. Lebih tepatnya lagi ibu dokter (yang kini memiliki dua orang anak perempuan dan tinggal di semarang untuk mengambil S2 di UNDIP). Ibu dokter yang memiliki panggilan ibu Nunik ini sering sekali untuk menyuruhkan makan, minum, dan bahkan ketika aku minta obat ketika aku sakit yang aku dapatkan adalah sepiring nasi dengan lauk (terkadang sop), aku bingung, minta obat kok malah dapet makan siang? Nah, kata bu dokter obat terbaik adalah makan makanan yang bergizi dengan begitu sel imun dalam tubuh bisa bekerja dengan keras layaknya orang-orang Indonesia yang bekerja keras untuk membangun jalan Anyer-Panarukan saat kerja rodi.

Tidak hanya sampai di situ, ketika aku main dalam keadaan kurang minum (bisa kelihatan dari bibir yang kering—nih aku kasih tips melihat keadaan orang dia dehidrasi atau tidak, hehehe ga penting. Eits…, ini penting ya?!) maka aku akan dijamu dengan klorofil atau dengan nama sederhana yang tidak sok IPA adalah hijau daun. Kenapa dikasih klorofil? Karena ibu dokter punya minuman klorofil, kalo ga punya ga akan dikasih pula ke diriku ini. Namun, di dalam klorofil yang telah dilarutkan di dalam segelas air tersebut diberi gula, karena di dalam gula terdapat glukosa yang bisa menjadi sumber energi (bentar-bentar, ini cerita keseharian atau pelajaran kesehatan sih?).

Nah, begitulah bentuk kepedulian Bu dokter terhadap tetangga depannya yang pada masa itu ia adalah anak SMA kelas XI yang begitu hobi bersihin jalan di daerahnya. Hehehe…

Dari situlah aku pun jadi ikut-ikutan untuk peduli akan kesehatan orang lain, ternyata itu terinspirasi dari ibunya si Najwa. Aku mulai peduli akan kesehatan diriku sendiri, kesehatan orang-orang di sekitarku. Sehingga kadang aku kesal sendiri saat ada teman yang enggak nurut saat dikasih tahu untuk makan teratur untuk minum agar ia lebih cepat sembuh saat ia sembuh. Yang lebih tragis adalah orang-orang yang udah tahu maag tapi masih aja ga mau makan, kemudian nangis karena sakit maagnya kambuh. Ngeselin ga tuh?

Kemudian, aku terkadang menjadi dokter bagi diriku sendiri. Seperti saat ini, saat aku membuat tulisan ini tadi malam aku tidur jam 1 malam tanpa ada hal yang sesungguhnya penting aku lakukan hingga aku tidur selarut itu dan bangun jam 4.30 untuk shoalt subuh dan tidak tidur lagi setelah itu (tidur dikit sih). Dari penelitian yang aku baca, hal tersebut sangat merusak kerja hati. Bagaimana bisa aku menyuruh orang bila aku sendiri kayak gini? Wah, aku merasa dimarahi oleh diriku sendiri, menyuruh diriku untuk sarapan.

Tak jarang pula Bibo (anggap saja itu sisi lain dari diriku yang lebih bijak) marah-marah padaku untuk menyuruhku lebih peduli pada diri sendiri agar tak ada orang lain yang susah atas apa yang terjadi pada diriku. Itu akan membuat orang lain direpotkan kan?

Sehingga pada akhirnya aku tahu, kepedulian pada diri sendiri pun penting untuk dilakukan. Begitu juga kalian semua yang membaca artikel ini. Pedulilah pada diri sendiri, pada kesehatan diri sendiri, pada keadaan diri sendiri. Karena bagiku, sedih melihat orang lain khawatir atas diriku sendiri. Namun, aku sendiri tak masalah dalam memedulikan orang lain. Hehehe, terutama dalam urusan kesehatan.

Najwa

Tadi aku sempat untuk menuliskan tentang Najwa, ya dia adalah anak pertama bu dokter. Saat aku kelas XI ia masih berumur satu tahun atau kurang ga tahulah (pokoknya aku tahulah saat bu dokter melahirkan tapi belom kenal sama buk dokter meski udah jadi tetangga depan rumah). Dialah ajang latihanku dalam menggendong anak kecil lebih tepatnya bayi. Pernah sekali ia tidur dalam gendonganku. Wah sungguh senang sekali, ehm…, beginikah rasanya punya seorang adik? Begitulah tanyaku pada diriku sendiri dalam hatiku.

saat foto bersama dengan Najwa

Banyak hal-hal yang aku lalui bersama Najwa, salah satunya adalah saat aku makan di rumah bu dokter dan Najwa menggangguku (ada loh videonya, lucu deh). Sekarang, entah apa yang sedang ia lakukan bersama keluarganya, bersama Mbak Olis, bu dokter dll.

Boneka Tangan

Apakah sekarang lagi tren boneka tangan? Hingga kayaknya semua ingin punya boneka tangan? Oke, aku sendiri ingin punya boneka tangan beruang. Itu saat aku mengawali ingin mulai untuk mendongeng (habis nonton kicked Andy yang menampilkan Kak Aiyo di sana). Dan akhirnya aku bertemu dengan Bibo, nama boneka tangan berbentuk beruang yang lucu. Hehehe…

foto yang diambil oleh Viktor

Aku melihat beberapa temanku pun memiliki boneka tangan. Viktor dengan Coki (itu yang pertama kali aku lihat), ia pun mendongeng. Entah sejak kapan, beberapa temanku yang lain pun ikut untuk memiliki boneka tangan. Apakah sekarang sudah saatnya dongeng menjadi sebuah hal yang membumi? Wah baguslah kalau begitu. Ya, seperti Ilma Alyani (lengkap biar ga ketuker dengan Ilma yang lain karena kalo aku pakai panggilan *maaf karena ada gangguan pada alat yang anda gunakan panggilan tidak dapat ditampilkan* kan ga lucu). Nah akhirnya banyak juga yang suka mendongeng. Ya, habis ini aku akan membahas dongeng.

Dongeng, Dongeng, dan Dongeng

Dongeng adalah seni berkomunikasi. Menyenangkan, itu jelas. Karena dongeng itu menghibur. Dari dongeng kita bisa belajar banyak hal tanpa ada maksud menggurui orang lain. Itulah keajaiban dongeng. Banyak pendongeng yang akhir-akhir ini yang aku kenal. Berawal dari cerita Kak Aiyo yang mendongeng, bertemu dengan kakak-kakak belalang kupu-kupu. Melihat teman-teman di belalang kupu-kupu mendongeng (Cikka dan Tiwi), bertemu Kak Denny, Kak Ucon. Wah ternyata menyenangkan sekali. Oh ya, yang ingin aku temui selanjutnya adalah tim Indonesia Bercerita.

Begitu pula dengan teman-temanku yang HEBAT. Seperti tadi yang aku beri tahu, tentang Cikka dan Tiwi yang mendongeng, Ardha (sumpah, aku terkesan saat ia pertama kali mendongeng di Kos Ayunda—masih terbayang sampai sekarang), Riska (dia udah tinggi jam terbangnya saat aku berkenalan dengannya), Viktor (dia sih udah banyak yang tahu kalo dia itu hebat soal donngeng), Uty (aku tak tahu, dia baru mulai mendongeng atau udah mulai dari dulu hal yang aku tahu dia mendongeng, hal tersebut membuatku senang. Hehehe…), kemudian Ilma Alyani (anak satu ini setahuku baru mulai mendongeng belum pernah lihat dia mendongeng tapi aku yakin, dia hebat mendongeng). Oke itulah beberapa orang yang aku kenal dan mereka adalah orang-orang yang aku tahu bahwa mereka mendongeng.

Di perjalananku, aku temukan sosok-sosok lain yang aku baru tahu ia mendongeng. Namanya adalah Isti, dia anak UNY. Ia bersedia untuk membantuku untuk kegiatan Relawan Dongeng untuk Magelang. Ia terlihat begitu serius untuk ikut, buktinya dia SMS. Hehehe, semoga aku bisa jadi teman mendongengnya yang baik.

lihat deh ekspresi pendongeng yang begitu jujur tercermin juga kan di senyuman dan tawa anak-anak yang melihatnya^^v

Dongeng itu menyenangkan, makanya yuk ikut mendongeng. Mudah kok, cuma dua hal yang kita butuhkan dalam mendongeng (tidak termasuk kita dan cerita ya?) cukup JUJUR dan DARI HATI.

Cinta, Teman, dan Pacar

Bersambung…

oh ya, tapi enggak janji ya? karena ini tergantung mood juga sih^^d

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s