Pelajaran tentang Cinta

Hari ini, kembali lagi anak laki-laki berbincang tentang ayah. Entah di mulai dari mana obrolan tentang ayah muncul dalam obrolan anak laki-laki bersama teman-temannya. Anak laki-laki secara umum banyak yang memang memiliki sedikit masalah dengan ayahnya. Bukan masalah yang besar tetapi masalah yang memang mungkin itu adalah hal yang memang terjadi pada ayah dan anak laki-laki pada umumnya. Sebuah kekakuan.

Ayah

Banyak hal yang diceritakan di sana (anak laki-laki dan teman-temannya bicarakan), tentang sosok ayah, tentang hubungan cinta, tentang kehidupan. Saat berbicara tentang ayah, anak laki-laki tersebut tak sengaja mengingat sebuah kejadian yang begitu ingin ia ulang kembali. Kejadian itu terpicu oleh ucapan seorang temannya yang berkata begini: meski terkadang tidak menyukai hal tersebut ayah pun ingin untuk dekat dengan anak laki-lakinya dengan mengajaknya melakkan sesuatu hal ataupun mengikuti kegiatan sang anak laki-lakinya. Anak laki-laki tersebut teringat saat ia dan ayahnya bermain Chocobo Racing, sebuah permainan game PS.

Ya, anak laki-laki tersebut tersadar. Ayahnya sayang padanya. Seperti apa yang pernah ia terima saat ia chat dengan teman perempuannya yang seorang penulis. “saat kakak lagi rindu seperti ini, ayah kakak pasti juga merasakan rindu yang sama seperti apa yang kakak rasakan”. Begitulah tulisnya dalam chat.

Tentang hubungan cinta

Seorang teman anak laki-laki bertanya pada teman-teman di tempat tersebut tentang cinta segitiga. Saat kau menjadi sosok yang akan ditikung orang apa yang akan kamu lakukan dan apa yang akan kau lakukan bila kau menjadi sosok cowok yang suka pada cewek orang?

Pertanyaan pertama dijawab dengan mudah oleh anak laki-laki tersebut. Sederhana, ia tanyakan kembali pada ceweknya ia memilih siapa. Sebuah kepastian itu penting. Namun, untuk yang pertanyaan kedua, anak laki-laki sepertinya tak begitu berharga hingga tidak ditanya tentang hal apa yang akan ia lakukan bila ia menjadi seseorang yang menyukai cewek orang lain. Ya sudahlah.

Kehidupan

Pernahkah bertanya pada diri sendiri, siapakah yang sesungguhnya peduli pada diri kita? Lalu siapakah sosok yang memang kita pedulikan? Adakah orang-orang yang seharusnya kita pedulikan, hal-hal yang kita pedulikan tetapi tak terjamah oleh kita? Adakah hal-hal yang telah kita lakukan untuk meraihnya agar tangan kita sampai untuk memedulikannya…

Inilah kehidupan, bukan hanya tentang diri kita sendiri tetapi juga tentang orang lain, tentang hal-hal yang ada di sekitar kita…

 

Kisah seorang anak laki-laki

23.27 WIB

29 Mei 2012

Nb: Ayah, apakah kau baik-baik saja di sana? Di mana engkau sekarang? Semoga engkau selalu baik-baik saja dalam lindungan Allah SWT.

Dari anak laki-lakimu yang selalu mencintaimu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s