Bunga Lili untuk Ummi

 

Magelang, lebih tepatnya lagi di sebuah desa bernama Grabag. Udara segar di pagi hari, langit biru dengan beberapa awan putih di langit, dan suara burung-burung yang berkicau ceria. Pagi ini, aku sudah berada di Magelang. Aku pulang, sebuah kejutan untuk Ummi sudah aku persiapkan dari lama. Bunga Lili…

“Valda, kapan nih Motif ngadain acara? Aku mau ikutan. Aku beneran ingin membuat sebuah karya!” ucapku menggebu-gebu.

“Sejak kapan sih loe pengen banget ikutan Motif? Isinya cewek doing nih, beneran mau ikut?” ucap Valda menantang.

“Hoho, tak masalah. Aku cuma ikut satu kali kok,” wajah berseri-seri dan tatapan yang begitu jelas mengatakan ‘aku-beneran-ingin-ikut’ muncul begitu saja dari wajahku.

“Oke-oke, ntar gue SMS. Tungguin aja SMS dari gue.”

Awal dari aku ingin ikut Motif adalah saat GLLFK. Apa sih GLLFK? Bingung ya? Tentu, ini juga beru pertama kali terjadi di FIB. Itu tu singkatan dari Grand Launching Lembaga Formal Kemahasiswaan, nah sudah pada tahu kan? Kegiatan ini dicetuh oleh makhluk yang kita sebut saja Khosyi. Dia ketua DPM 2012 untuk FIB UI. Apa itu DPM? Eh, enggak usah aku kasih tahu juga ya? Cari tahu sendiri kalo ga tahu.

Nah, waktu itu, stand nak-anak JIP bersebelahan dengan stand Motif. Mainlah aku ke stand Motif,melihat kerajinan tangan dari motif dan aku tertarik untuk tanya-tanya. Sebentar deh, aku belom kasih tahu ya, Motif itu apa? Motif itu BSO (Badan Semi Otonom) yang bergerak dibidang seni. Hal yang menarik perhatianku adalah karya flannel mereka.

Begitulah awal aku ingin ikutan Motif. Namun, ‘motif’ utama di balik aku ingin aku ikut Motif adalah modus…, eh enggak-enggak cuma bercanda. Aku ingin ikut Motif karena aku punya sebuah hal yang ingin aku realisasikan.

Pokoknya gitu deh. Rahasia dulu, ntar kalian g abaca cerpen ini sampai akhir.

Valda, kapten anak-anak Motif akhirnya SMS juga. Sore ini aka nada kumpul. Wew, akhirnya pucuk di cinta ulam pun tiba. Ah atau apapun deh pribahasa yang menunjukkan bahwa waktu dinanti-nanti sudah datang.

Ternyata tidak mudah tetapi sungguh mengasyikkan. Sebuah perjuangan yang membuatku semakin menggebu-gebu. Karya pertamaku, karya flannel berbentuk bunga Lili. Dibuat kesal, gemas, semakin ingin tahu, penasaran, semangat! Begitulah pengalaman yang aku dapatkan dari Motif kali ini.

Bunga Lili, aku yakin aku pasti bisa membuat bentuk bunga tersebut sebagus yang pernah aku lihat di GLLFK. Mengapa aku membuat bunga Lili dibanding bunga Mawar? Sederhana saja, karena bunga Mawar sudah dipakai Marwan untuk nembak Mawar, jadi aku ga mau  ikut-ikutan. Hehehe, bercanda. Karena bentuknya lebih menarik bagiku.

Sebuah bunga Lili untuk Ummi tercinta. Aku membuatnya dengan hati, cieee…, iya dong kan untuk Bunda yang udah merawatku selama ini, yang selalu memberi cintanya padaku. Karena aku sayang Bunda…

“Wah, anak Ummi udah pulang. Kok enggak ngabar-ngabarin?” tanya Ummi yang melihatku berdiri di depan TV, di ruang keluarga.

Seperti biasa, di pagi hari Ummi pergi jalan-jalan dengan Mbah Sis, tetangga depan rumah serong kiri dikit. Sehingga aku sudah berada di dalam rumah dan memberi kejutan pada Ummi seperti saat ini.

“Iya, kan kejutan seperti biasanya,” aku tersenyum. Bunga Lili sudah berada di belakang jaketku, kupegang dengan dua tanganku.

Saat Ummi mendekat dan semakin dekat denganku, aku keluarkan bunga Lili buatanku. Aku tersenyum, bingung, dan tak bisa berkata-kata. Ummi tersenyum yang aku sendiri tak tahu artinya apa.

“Wah bunganya untuk siapa tuh?” tanya Ummi.

“Bunga ini untuk Ummi, ehm…,” aku bingung dan ga bisa berkata-kata. Aku memang sulit untuk ucapkan kata-kata dan lebih suka untuk bertindak dalam hal ini.

“Ummi, Dimas sayang Ummi. Bunga Lili yang Dimas buat khusus untuk Ummi tercinta,” ucapku setulus hati.

Ummi mendekat dan mengambil bunga Liliku. Memelukku dan mencim pipiku kanan dan kiri. Untungnya tidak ada kamera dan atau apa pun yang mengabadikan ini, sehingga aku tak begitu bermasalah.

“Terima kasih, Nak…,” ucap Ummi. Aku pernah merasakannya beberapa waktu yang lalu, air mata Ummi yang menempel di pipiku. Aku jadi ingin nangis juga nih.

Selesai…

7.47 WIB

21 April 2012

Note:

Assalamualaykum wr wb, ehm…, kisah ini adalah sebuah hal yang ingin aku realisasikan. Aku ingin sekali untuk membuat bunga Lili dari Flannel. Bentuknya bagus, sehingga aku ingin memberikannya pada Ummi.

Valda, boleh dong ikutan Motif. Aku ingin buat bunga Liliku sendiri. Agar aku bisa lebih memberi sesuatu yang lebih berharga dari apa yang bisa aku beli…

Terima kasih.

Nah, besok-besok akan dilanjutin dengan cerita dongeng Dimas lagi ya?!^^v terima kasih semua!!!!

Advertisements

One comment on “Bunga Lili untuk Ummi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s