cerita untuk cewrpenku

Entah kapan awal mula aku menulis cerpen. Namun, aku memulai kembali tuk menulis cerpen saat aku kelas XI SMA. Saat itu aku tidak punya alasan penting untuk menulis sebuah cerpen tetapi tiba-tiba saja aku berjanji untuk membuat cerpen dan cerpen pertamaku pun selesai, bila diibaratkan kamen rider itu adalah kamen rider kuuga. Kamen rider awal setelah vakum lama. [perlu untuk kalian ketahui aku sangat suka pada film kamen rider^^-ga penting…]

Cerpen pertamaku berjudul cerita satu minggu lalu, cerpen yang tidak menarik (mungkin begitu) karena tak ada klimaks hanya menceritakan tentang kehidupan seorang anak remaja. Cara penulisanku pun masih hancur dan belum terkendali dalam penggunaanya (maksudnya apa ya?). lalu cerita selanjutnya adalah cerita super fiksi cerpen ini terinspirasi dari sebuah sampah kertas, cepen pun berjudul cerita sampah kertas. Cerpen  yang aku sukai karena di dalamnya sarat dengan makna dan pembelajaran.

Diselanjutnya aku pun menulis cerpen untuk sebuah lomba di sekolahku, ga punya alasan yang pas untuk pembuatan cerpen tersebut tetapi akhirnya jadi juga. Sayang, cerpen ini sudah tidak ada softcopy-nya lagi karena entah ke mana sekarang. Rasanya sedih tetapi yah mau gimana lagi (rasanya beberapa cerpen lain ataupun calon cerpen yang gagal ikut hilang terformat…).

Cerita selanjutnya berjudul pembuang sampah, cerita pendek ini aku buat malam-malam, aku masih ingat hal tersebut. Hohoho…, di pertemuan berikutnya dengan cerpenku, aku sering gunakan nama-nama orang yang aku kenal sebagai tokoh dalam cerita tersebut. Mengejar Tiofita, cerpen satu ini mencomot nama adik kelasku yang bernama Tiofita (dari judulnya aja aku dah comot namanya). Lalu yang terbaru Axa jadi Artis, ini juga mencomot nama anak sastra jepang 2008. hahaha, selalu saja aneh-aneh.. tetapi setidaknya aku minta izin dahulu. Hehehe…

Mengukir sebuah cerita dalam cerpen, mengenang dalam pembuatannya ternyata tak semudah saat membacanya. Saat menulis aku pun berkeinginan tuk memasukkan materi-materi ataupun pembelajaran di dalamnya sehingga aku ingin tuk memberi bobot pada cerpenku. Bukan hanya cerpen biasa, seperti cerpen anak yang lebih sarat makna dibanding cerpen remaja yang (lebih banyak) berkutat cinta.

Namun, tak mudah tuk menciptakan sebuah cerpen yang berbobot. Masih banyak hal-hal yang harus dipelajari. Esensi dari pembuatan cerpen. Sementara itu, sepertinya kini aku sendiri lagi berkutat pada cerpen yang sangat monotone, ingin rasanya tuk tidak menjadikan diri hanya berkutat pada satu topik tetapi kadang topik tersebutlah yang mengajak untuk terus dipelajari. (aku berkata apa nih…=.=a)

Pokoknya semangat ajalah… bagi yang senang tuk menulis juga. Semangat!!!

Ini mah curhat ya?!^^v

Rasanya iri pada orang-orang yang punya bakat menulis. Mereka bisa menulis dengan santai dan cepat tanpa harus bersusah payah. Bakat itu cuma satu persen tetapi satu persen yang sangat berharga… tetapi usaha tuk terus juga tak begitu masalah juga lah… toh kehidupan orang kan masing-masing. Mau diapain lagi. Nikmati aja. Ga ada salah terus belaajr. Walaupun belum bisa tuk menciptakan sebuah karya yang keren dan hebat, semoga bisa terus belajar. Seperti kata Ueki, cukup belajar lebih giat tuk menutupi kekurangan bakat tersebut. Tak memiliki bakat tak berarti kita harus meneyerah kan? Percaya pada kerja keras dan terus belajar.^^v

Advertisements

2 comments on “cerita untuk cewrpenku

  1. salam kenal.. blognya keren , artikelnya juga mantapp….

    ceritanya keren dah..

    terima kasih… di tunggu kunjungan baliknya…..

  2. permadi says:

    terima kasih, ok aku akan kunjungi blogmu sekarang juga^^v

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s