Tuli-lah

di suatu tempat ada sebuah perlombaan lompat kodok di dunia binatang. banyak sekali kodok yang ikut serta dalam dalam lomba tersebut. tujuan utama lomba tersebut adalah suatu puncak dari sebuah jalan yang cukup curam. di awal perlombaan semua peserta begitu semangat untuk mengikuti perlombaan ini. banyak kodok yang melompat-lompat dengan semangat agar bisa menjadi juara dalam lomba tersebut.

saat mereka sudah berada di akhir pertandingan di mana mereka harus menaiki tanjakan yang begitu curam. banyak suara-suara dari penonton yang menyatakan bahwa tak mungkin ada yang bisa untuk sampai ke puncak jalan tersebut.

“Wah, lihat itu. kodok yang tadi terlihat hebat tak bisa sampai ke puncak,” ucap seekor rusa yang menjadi penonton perlombaan tersebut.

“Bila yang paling baik saja tak bisa untuk mencapai puncak bagaimana dengan yang lain,” ucap yang lain menimpali.

lalu para peserta lomba tersebut pun mencoba untuk mencapai puncak. namun, para penonton sering menimpali usaha mereka dengan ucapan-ucapan tak menyemangati.

“Sudah, berhentilah, kau tak mungkin bisa. hal tersebut sungguh mustahil,” ucap para penonton.

satu persatu kodok yang ikut perlombaan tersebut pun jatuh dan menyerah di tengah perlombaan tersebut. mereka merasa benar apa yang dikatakan oleh hewan-hewan lain yang menonton perlobaan tersebut. tak mungkin kodok-kodok seperti mereka bisa mencapai puncak jalan yang curam ini, sungguh jalan yang begitu tajam ke atas. namun, ada seekor kodok yang tetap terus meloncat-loncat mendaki jalan yang curam tersebut. ia tetap terus maju selangkah demi selangkah mendekati puncak jalan yang terlihat curam oleh hewan-hewan lain.

“Kau tak akan bisa.”

“Sudah berhentilah.”

“Jangan paksakan dirimu, ayo berhenti saja.”

itu adalah kata-kata yang terlontar dari mulut penonton perlombaan tersebut. tak ada satu pun kata-kata yang membuat ia berhenti bergerak menuju puncak. hingga akhirnya ia bisa untuk menjadi pemenang dari perlombaan tersebut.

setelah  diketahui ia adalah kodok yang tuli!

pembelajaran yang dapat kita petik dari ceeerita di atas adalah…

saat kita ingin mencapai suatu hal mungkin akan banyak orang-orang yang akan mengganggu kita. mereka mungkin saja akan membuat kita merasa tak percaya diri ataupun mungkin akan membuat kita merasa tak mungkin untuk menggapai cita-cita tersebut. maka hal yang harus kita lakukan adalah menulikan diri dari kata-kata mereka. tak usah hiraukan apa pun perkataan mereka. karena mereka hanya akan membuat kita tidak percaya akan kemampuan kita sedangkan sesungguhnya ada raksasa disetiap diri orang. jadi tuli-lah dari perkataan yang akan menjatuhkan, jangan hiraukan perkataan mereka.

sumber: cerita dari guru bahasa inggris saat kelas XI SMA

Advertisements

5 comments on “Tuli-lah

  1. shab says:

    hha..
    good good..
    =)
    ak suka raksasanya..
    hahay !!

  2. shab says:

    I LOVE RAKSASA…
    Hho…

  3. xxx says:

    Permadi keren…!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s