Beli Bukan Hanya Beri

Cerita Aa Gym..
Beberapa hari yang lalu saya bertemu dengan seorang yang kaya raya. . Beliau tdk mau disebutkan nama nya Bicara dunia, beliau sudah sangat cukup. Bahkan untuk seluruh keturunannya pun, insyaallah terjamin. Yang selalu menarik bagi saya ketika bertemu orang yang demikian adalah mencari tahu pribadinya.

Rupanya Beliau punya satu kebiasaan sedari dulu, yaitu membeli dagangan pedagang kecil meski tidak membutuhkannya. Bahkan, ketika sudah kaya. Beliau punya karyawan yang khusus untuk keliling, nyari pedagang sapu lidi, pedagang tembikar, pedagang caping, pedagang kipas anyam, dan lain-lain sejenisnya. Yang biasanya jualannya jalan kaki atau naik sepeda. Penjualnya sudah tua. Beliau berniat untuk membagi rezekinya melalui itu.

Saya bertanya, kenapa tidak diberi sedekah? Hebatnya jawaban beliau. Continue reading

Advertisements

3.12.2017

Biasanya, aku cuma menghabiskan akhir pekanku dengan bersih-bersih kamar, ke pasar, atau malah bermalas-malasan. Entah karena emang ga ada kerjaan atau memang ga punya kegiatan di akhir pekan.

Anggap saja itu sebagai hal yg menyedihkan, meski memang hal itu sangat menyedihkan.

Namun, akhir pekan kali ini beda. Diajakin dongeng di Perpusda yang berada di kota Serang. Perjalanan yg cukup memakan waktu. Hal yang agak menggelikan. Jumlah waktu dongeng (1 jam) lebih sebentar dibanding waktu tempuh pergi pulang yang harus aku lalui.

Mungkin karena memang kegiatannya cuma dongeng jadi ya… 1 jam aja kayaknya terlalu lama eh atau sebentar. Kemarin sih aku keasyikan hingga ga sadar waktu. Bahkan pengen nambah…

Mungkin kesempatan selanjutnya tidak hanya dongeng tapi juga ada aktivitas lanjutan. Jadi satu rangkai acara. Misalkan saja selanjutnya kegiatan menulis cita-cita dan menceritakan alasannya (karena kemarin temanya tentang cita-cita) atau kegiatan lain. Itu mah bisa aja tinggal konsep.

Evaluasi untuk kemarin…

Dongeng pertama kurang oke, karena bener-bener beda dari persiapan. Anggap aja ga sesuai dengan rencana awal. Ego membuat cerita dadakan lebih besar dari rencana di pagi hari. Berbeda banget dengan dongeng selanjutnya, di dongeng kedua… cerita lebih oke alurnya. Sesuai dengan rencana dan lebih bisa berinteraksi dengan baik dengan adek-adeknya.

Jujur sih pernah juga buat cerita dadakan. Dan seperti kali ini juga, agak-agak ga oke. Bener sih kata Kak Aiyo, dongeng tanpa cerita yg matang itu tindakan yang ngawur.  Mungkin besok-besok harus lebih sabar dalam menghadapi godaan buat cerita baru karena tercetus ide…
Oke begitulah cerita di akhir pekan kemarin. Semoga di akhir pekan selanjutnya pun lebih berwarna serta terhindar dari apesu (akhir pekan suram).

Serta, kalo ada kegiatan sosial boleh banget ajakin Permadi. Kalo lagi kosong anaknya mau kok diajakin… udah ah gitu aja. Makasih!!! 

Menata

Menata adalah salah satu hal yang dilakukan pustakawan, ya menata buku di rak. Menatanya agar lebih mudah dicari dengan mengelompokan buku-buku tersebut sesuai dengan subjek (hal yang menjadi isi buku tersebut), contohnya saja buku-buku yang berkaitan tentang psikologi akan didekatkan dengan buku-buku yang berkaitan dengan psikologi, buku-buku ekonomi dekat dengan buku-buku tentang hukum dibanding dengan buku-buku yang berkaitan dengan fisika, karena mereka sama-sama di bidang sosial. Namun, lebih dari itu semua. Setiap orang perlu untuk menata. Continue reading

Inilah Kehidupan

Selamat datang, aku tahu aku sudah terlambat untuk mengucapkannya karena sekarang kita sedang menjalaninya. Kehidupan, sebuah hal yang sangat luar biasa. Yang mana terkadang kita terjebak dalam rutinitas yang membuatnya nampak biasa-biasa saja atau bahkan membosankan. Lebih dari apa yang pernah kita bayangkan, kehidupan kita adalah hal yang sangat luar biasa bila kita bisa menggunakan waktu tersebut. Hufft… hal tersebut akan sedikit berbanding terbalik dengan apa yang tadi aku tuliskan ya? tentang kehidupa, rutinitas dan segala hal yang seakan membuat kita berada di lingkaran yang tiada batas. Continue reading

Lingkaran Tiada Henti

Pertama, tulisan ini akan sedikit mengulas tentang season 2 dari serial “the good place” (bahkan menjelaskan tentang akhir dari season 1), sehingga bagi kalian yang sedang nonton atau tertarik menonton serial tersebut dan tidak berminat untuk mendapat spoiler segera hentikan membaca tulisan ini. Namun, bila tetap berminat untuk melanjutkan semua ditanggung oleh pribadi masing-masing. Continue reading

Dagelan

A: Aku punya sebuah guyonan…

B: Apaan?

A: Ini (kasih liat majalah)

 B: Wah… parah yak…

A: Ga cuma sampe situ… aku kasih tambahan nih… (membalik majalah)

B: YA ALLAH!!!!😱😱😱😱😱

Rahasia Google

*Mengapa Google Menjadi Tempat Kerja Paling Membahagiakan? Ini salah satu rahasianya*
Gajinya besar, makan besar hingga cemilan gratis, disediakan tempat tidur siang, disediakan berbagai sarana olahraga dan games, desain kantornya keren banyak spot selfie. 
Semua Itu memang bikin asyik kerja di google. Tapi ada satu hal yang nggak banyak orang tahu, yang membuat Google menjadi salah satu tempat kerja paling membahagiakan di planet ini.
Chad Meng, salah seorang insinyur, salah seorang yg termasuk awal bekerja di Google (dia karyawan no 107) adalah otak yang merancang sebuah program utk menciptakan suasana membahagiakan di Google.
Dia menggagas sebuah program untuk karyawan google namanya *Search Inside Yourself*. Programnya banyak dan unik2. Tapi saya mau share satu aja yang menurut saya simple tapi jleb.
*Meng mengajarkan sebuah latihan berpikir positif selama 10 detik saja*.
Pikirkan dua orang yang ada di ruangan ini, lalu katakan dalam hati: _”Saya mendoakan dengan tulus agar si A bahagia, Saya mendoakan dengan tulus agar si B bahagia,”_.
Latihan simpel ini ternyata telah mengubah banyak orang. Setiap orang yang sudah mempraktikkan ini akan tersenyum dan merasa lebih bahagia dibanding 10 detik yang lalu.
Meng pernah mengajarkan praktik ini di sebuah seminar pada selasa malam. Dia menyarankan kepada audiens untuk mempraktikkannya besok saat kerja. 10 detik setiap jam. Pilih secara acak dua orang yang melintas di kantornya. Karena ini cuma dalam pikiran, tidak ada hal yang menyulitkan atau memalukan.
Pada hari Rabu Meng mendapat email dari salah seorang yang mempraktikkan latihan ini: “I hate my work, I hate coming to work every single day. But Inattended your talk on Monday, did the homework on Tuesday, and tuesday was my happiest day in 7 years.”
Mengapa praktik ini begitu efektif untuk menciptakan suasana bahagia dlm hati? 
Ketika mempraktikkan latihan ini saya baru sadar bahwa sumber stress adalah karena kita sibuk memikirkan diri kita. Coba cek doa-doa kita. 99% untuk kebaikan, kebahagiaan, kekayaan diri kita sendiri.
Kayaknya nggak pernah deh kita menyelipkan doa setelah solat untuk tetangga yang lagi susah, tukang mie tek-tek yang malam2 lewat, atau petugas PLN yang ngecek meteran.
Padahal salah satu sumber kebahagiaan itu ternyata adalah melakukan kebaikan untuk orang lain, altruisme.
Dan sebaliknya, sumber ketidakbahagiaan adalah selfish, egoisMe, selalu Me Me Me (aku aku aku).
Mari kita saling mendoakan dan praktekkan, maka kita menjadi orang yg bahagia.
#QuantumSyukur
Hanya copas dari grup whatsapp