Ramadhan di Tahun 2017

Setelah azan Maghrib terdengar, Ramadhan telah dimulai. Berlomba-lomba untuk mendapatkan banyak pahala dan bonus-bonus dimulai..

Selamat menyambut Ramadhan semua…
Dari Permadi Heru, seorang saudaramu…😊

Nonton

Pengen nonton SAO Cadinal Scale tapi ga punya temen. Mumpung banget nih hari ini ada di Teras Kota. Mungkin akan nunggu bajakanny aja deh ya…, masih agak lama sih tapi sabar aja ntar juga muncul kok. Enggak gitu penting-penting amat nonton ni film. Liat screenshot di sebuah situs yang udah sediain filmnya dengan kualitas buruk, ada adegan tokoh utamanya lagi di Wagnaria… kok kayak kenal gitu ya tempatnya…

Entah kenapa sampe sekarang masih belum nemu film yang pengen banget ditonton di bioskop. Mungkin kalo ada Petualangan Sherina 2 kali ya… Atau sejenis itulah… udah gitu aja deh kali ini, ga penting amat ya…

Mungkin Bukan Aku

Mungkin, bukan aku orang yang akan menemani langkah kakimu. Mungkin, bukan aku yang akan menggenggam tanganmu di keramaian. Mungkin, bukan aku yang akan berjalan beriringan di bawah payung yang sama saat hujan. Dan memang, bukan aku yang akhirnya kau pilih untuk menjadi kekasih hatimu. Bukan aku yang menjadi sosok pria yang menjadi suamimu, menjadi teman yang ada saat kau senang atau pun sedih.

Kisah kita belum berakhir, kisah kita hanya bersimpangan. Tidak lagi bersama dalam mimpi yang sama. Meski masih ada sisa harapan, tak jua membuat aku memaksakan kehendakku padamu. Kau pun tak perlu juga membaca harapan yang kutulis di doaku kemarin. Karena kisah kita yang telah mengambil jalur berbeda membuat aku mengerti, semoga kau pun mengerti pula. Bahwa rencana mungkin saja bisa berubah sewaktu-waktu tetapi usaha untuk mendapatkan akhir yang indah harus selalu di genggaman.

Selamanya, doa kita masih bisa untuk saling bertemu. Memberi sedikit kerlip layaknya bintang di malam yang cerah. Kisah yang indah tak selalu ditulis dengan senyum, kisah yang sedih tak harus ditulis dengan tangis, pertemuan dan perpisahan pun begitu. Perjalanan masih belum temukan akhir. Layaknya pelangi, ia belum pula kunjung tiba karena hujan belumlah reda…

hanya tulisan tak tentu arah

di balik hiruk pikuk kehidupan yang makin tidak menentu ini kenapa juga dia muncul lagi di dalam pikiran. entah memang karena ia tak punya tempat untuk kembali atau memang tepat untuk ia kembali adalah ke dalam pikiranku? aku tak bisa berbuat banyak, cukuplah menikmati keresahan hati akan kemunculannya di dalam pikiran. semoga ia tidak semakin liar, menggila dan membuat aku tak menentu arah. ah sudahlah, toh yang ia bawa hanya kenangan. masa lalu yang masih bisa membuatku tersenyum meski terkadang sedih pula di waktu yang bersamaan di saat mengenangnya. jatuh cinta atau patah hati, sama-sama menggunakan perasaan dan sama-sama menggunakan hati sebagai tempat bernaung kata-kata tersebut.

Nuna Kecil (Edisi Sampingan) – Bukan Cerpen

Aku ga pernah nyangka kalo cerpen Nuna Kecil terus berlanjut hingga saat ini. Meski saat ini pun sedang enggak ditulis atau pun dibuat konsep ceritanya. Namun, Nuna kecil ini kisah yang sampe saat ini enggak berminat aku tamatin. Lanjut terus. Kayak Doraemon yang enggak tamat, Nobita yang enggak lulus-lulus SD. Begitu pula dengan sosok Lupus yang SMA terus. Aku buat konsep Nuna kecil sebagai siswi SMA dan sampai saat ini pun masih terus memperjuangkan ceritanya sebagai siswi SMA. Meski di beberapa cerita aku mengisahkan tentang dia yang udah lulus SMA atau pun sudah lebih dewasa tetapi ketika mengonsep lagi tentang Nuna Kecil, cerita akan kembali saat ia menjalani masa SMA-nya. Sampe saat ini sih masih ga ada kelanjutan dari ceritanya. Ha wong cerita yang mau dibuat seri ini mandeg di awal. Semakin lama jadi semakin enggak produktif nulis nih. Enggak punya semangat. Semoga kisah Nuna Kecil kembali lagi nanti.

Yang Hilang

Udah lebih dari satu tahun aku ngekos di daerah BSD tepatnya di perumahan Griya Loka. Kosan ini sungguh diluar dugaan. Mulai dari kosan campur (cowok dan cewek) hingga banyaknya kehilangan yang aku derita. Sebut saja daleman, entah udah berapa (celana dalam) daleman yang ilang semenjak aku mulai kos di sini. Enggak ngerti lagi deh, emang ga ngerasa apa itu bukan punyanya dia… masa ya diembat aja. Continue reading

Tiada Kamu Di Bandung Kali Ini

Bandung, kali ini aku sendiri. Menyusuri jalanan Dago. Tak ada yang aku cari kecuali kehangatan. Kota ini terlalu dingin. Bukan karena udara, bukan pula karena cuaca. Karena tak ada yang lebih dingin dibanding kesepian. Itulah yang secara nyata kurasa kali ini di sini.

Kehangatan, ia muncul dalam bentuk yang tak sempurna. Bahkan mungkin hanyalah remukan, sisa-sisa yang pernah ada. Kehangatan yang secuil itu tak lebih dari kenangan tentang keberadaanmu, pertemuan kita, dan sebentuk lengkung senyummu. Hanyalah masa lalu yang setidaknya masih bisa aku syukuri.

Kisah kita singkat, bahkan satu paragraf pun tak bisa aku tuliskan. Karena kita berjumpa tak lebih dari hitungan menit. Namun, sangat berbeda dengan kenangan dan kesan akan pertemuan kita. Hujan yang turun di kala itu pun masih kuingat jelas. Kepergianmu pun masih terekam di kepalaku.

Aku ke Bandung kali ini, bukan untuk mengingat tentang keberadaanmu. Apalah daya bila kenangan yang tiba-tiba muncul menggelayut di depan mata. Tentang Bandung terasa dingin, hujan menyapa seakan tahu bahwa ia akan membuatku makin mengingat kota ini sebagai pertemuan pertama kita. Menyusuri jalanan Dago di tengah rintik gerimis, tak ada yang berubah dari kenyataan sepi ini. Tak ada kamu di kota ini.

Apa kabar Ngawi?