BukaLapak Buka Banyak Peluang

Oke, ini sedikit tanggapan sebagai pengguna BukaLapak. Aku bukanlah orang yang suka berbelanja online, hanya kisaran 1, 2, atau 3 kali dalam setahun atau mungkin malah enggak ada perbelanjaan online dalam satu tahun. Berbelanja via BukaLapak? ehm… pernah, setidaknya aku sangat mengingat tas ransel yang saat ini aku pakai adalah hasil dari berbelanja di BukaLapak. Jika diingat-ingat hal itu malah membuat aku sedih. Hihihi…

Sepenuhnya bukan salah BukaLapak sih soal kesedihan yang aku alami, karena toh BukaLapak.com adalah tempat berbelanja C2C (Customer to Customer). Tampilan yang begitu menarik membuatku terpikat sama barang yang ingin aku beli tetapi nyatanya enggak oke-oke banget sih barang yang aku beli. Ya Alhamdulillah bisa dipakai sampai saat ini (sekitar enam bulan udah membersamai perjalanan hidup, hatsyah…). Continue reading

Ajang Uji Hati

Tulisan di hari ke duabelas, tentang kegiatanku di hari Sabtu kemarin. Namun, selum masuk ke tulisan inti. Mau cerita yang ga penting dulu, ini tentang tulisan-tulisanku. Sungguh menyedihkan melihat tulisan-tulisanku yang akhirnya isinya seperti cerita pribadi ala-ala blog pribadi gitu. Pengennya buat berbagai bentuk tulisan tetapi karena jarang-jarang baca jadi malah nulis yang gini-gini mulu. Ga berkembang nih tulisannya. Ya udahlah, untuk sementara ga apa, semoga nanti ada waktu untuk memperbaiki tulisan ini. Oke-oke segera kita mulai tulisan kali ini.

Seperti biasanya, aku masuk kerja di hari Sabtu karena memang sedang bertugas untuk mengawal kegiatan yang bisa saja terjadi di perpustakaan. Entah kenapa aku sendiri merasa kata-kata yang baru saja aku ketik itu unik, eh ngapain dibahas juga ya? Oke kita kembali ke pokok bahasan lagi. Aku akan kembali ulangi… Continue reading

Sekali Lagi

Kesempatan, sebuah hal yang sangat berharga. Tak semua orang mendapatkan sebuah kesempatan. Terlebih untuk kesempatan kedua. Terkadang kesempatan muncul hanya sesaat dan kemudian ia lenyap, entah pergi ke mana. Mungkin pula ia benar-benar hilang, tak ada yang tersisa dari kesempatan tersebut. Dan bila kamu adalah orang yang beruntung mendapatkan kesempatan kedua, atau bahkan ketiga, keempat… kamu seharusnya benar-benar bisa menggunakan kesempatan tersebut. Continue reading

Semua Menang, Semua Senang

Di sebuah kelas, seorang guru bertanya pada murid-muridnya.

“Anak-anak, apakah ada 2 juara 1 dalam kompetisi liga sepak bola?” Tanya guru tersebut.

“Tidak,” jawab murid-murid secara kompak.

“Lalu ada berapa juara 1 dalan kompetisi tersebut?” Tanya sang guru kembali.

“Hanya ada satu, Pak,” jawab seorang murid.

“Bagaimana dengan perlombaan balap motor?”

“Apakah bisa ada 2 juara satu?” Lanjut sang guru.

“Tidak,” murid-murid kembali menjawab dengan kompak.

“Bapak, jadi penasaran. Kenapa cuma ada satu juara ya? Kenapa enggak dua, tiga, empat, atau semua saja yang menjadi juara?”

“Itu tidak mungkin, Pak. Karena pialanya cuma ada satu,” jawab seorang murid.

“Nah, kalau begitu buat saja banyak piala. Agar semua menang, semua senang.”

Semua anak terdiam. Sang guru tersenyum.

“Inilah dunia, anak-anak. Hanya ada sedikit orang yang ada di puncak piramida. Namun, ingatlah ini. Ada sebuah lomba, yang mana semua yang ikut lomba itu bisa menjadi pemenang, tidak saling bersaing tetapi saling membantu satu sama lain,” sang guru memberi nasihat.

Terlihat semua murid begitu penasaran akan lomba yang akan diberitahukan oleh sang guru. Sang guru pun tersenyum sembari menjelaskan tentang lomba tersebut.

“Lomba yang bisa dimenangkan oleh semua yang ikut di dalam lomba tersebut adalah lomba berbuat kebaikan. Kita semua semua di sini, kalian semua dan bapak bisa ikut dalam lomba ini dan menjadi pemenangnya. Karena lomba dalam kebaikan berhadiah Jannah (surga) di mana Allah tak akan pernah batasi jumlah yang masuk di dalamnya selama mereka memang layak masuk di sana. Dan kita, berlomba-lomba mendapatkan surga dengan berbuat baik, beribadah, saling mengingatkan. Alih-alih membuat kita kalah, membantu mengajak, dan mengingatkan pada hal baik, semua yang kita lakukan itu membuat kita makin mendapat nilai positif untuk meraih hadiah berupa surga.”

Murid-murid terlihat mengangguk-anggukkan kepala. Sang guru tersenyum lalu kembali bertanya.

“Wahai murid-muridku, sudahkah bersiap untuk berlomba dan menjadi juara bersama-sama?”

“Ya, kami siap!” Jawab murid-murid dengan lantang.
Permadi Heru P

6 Juni 2017

Ramadhan Dan Kesehatan

Halo semua, selamat pagi. Ini adalah postingan kelima yang aku buat di hari keenam. Mohon maaf karena kemarin pusing berat jadi ga nulis. Jadi gini nih ceritanya…

Dari pagi menuju siang, aku udah ngerasa pusing ga karuan. Bagian kepala, leher, sampai mata. Ga tau sebabnya tiba2 aja gitu. Sampe buka puasa pun gitu, udah makan loh masih aja pusing. Aku kira kan karena laper.

Hingga akhirnya, aku putuskan untuk segera tidur setelah ikut 2 rakaat sholat tarawih. Tak sengaja terbangun jam 10 malam (yg awalnya aku kira jam 3 pagi), dan menyadari sedikit enakan kepalaku. Aku merasa yg banyak aku lakukan hanyalah minum air. Dan baru aku sadari, aku akhir2 ini kurang minum. Pantes aja pusing ga ketulungan.

Ramadhan memang meminta kita untuk tidak minum dan tidak makan dari terbit matahari hingga terbenamnya matahari. Namun, hal itu tidak lantas membuat kita tidak menjaga makan dan minum kita. Terutama minum. Karena bisa saja kalian merasakan hal yang sama sepertiku. Sehingga saranku untuk kalian semua, tetaplah jaga kandungan air di dalam tubuh. 1 gelas ketika berbuka, 1 gelas setelah sholat maghrib, 1 gelas menjelang sholat isya, 1 gelas setelah sholat isya, 1 gelas menjelang tidur, 1 gelas ketika bangun sahur, dan 1 gelas sebelum azan subuh.

Semoga kalian semua selalu sehat dan kuat menjalani puasa di bulan Ramadhan tahun ini. Selamat berpuasa…
Permadi Heru P

6 Juni 2017

Sandal Baru

Ini adalah sandal baruku. Tepatnya, baru tadi pagi aku membelinya di warung deket warteg cemara yg berada di jalan cemara sektor 1.1 BSD. Sandal ketiga yg aku beli, setelah yg pertama putus, yg kedua beralih majikan, dan kini yg ketiga. Sandal keduaku tidak hilang. Ia hanya memiliki tuan yg baru. Ada jamaah masjid yg ga sengaja make sandalku yg mana sandalku ini mirip punya dia. Kenapa aku enggak gantian pake punya dia aja? Aku ngerasa itu bukan hakku. Siapa tau kan dia sadar lalu mencari sandalnya dan saat balik ke masjid kok enggak ada…

Kalo aku sendiri, aku udah ikhlas kok. Semoga sandalnya dipake ke tempat2 ibadah gitu. Biar banyak pahalanya… ya kan ya…

Arti tiga juga membuatku ingat bahwa ada 3 hal yg disuka sama Allah. Antara lain:

  1. Sholat di awal waktu (berjamaah di masjid)
  2. Berbakti kepada kedua orangtua
  3. Bersungguh2 berada di jalan Allah (jihad fisabilillah)

Dan kalo digabung, jadi angka 33. Ingetin pula biar pas ngelangkah berdzikir sekurang2nya 33 kali, entah itu tahmid, tasbih, tahlil, takbir atau istighfar…

Ya semoga sandal yg sekarang bisa awet….

Postingan Ke-2 Semoga Baik-baik Saja

Halo semuanya, selamat datang di postingan ke dua dari kegiatan #nulisrandom2017 yang dilakukan selama tiga puluh hari dihitung mulai dari kemarin tanggal 1 Juni 2017. Sejujurnya, kali ini aku enggak tau mau nulis apa karena aku tiba-tiba buyar dari fokus awal tentang membuat berbagai bentuk tulisan. Namun, untuk menghapus segala keresahan hati karena masih tak tahu mau dibawa ke mana tulisan ini, maka aku paksakan saja untuk terus menulis. Kalau kata teman, teruslah menulis karena yang dibutuhkan adalah jam terbang… Continue reading