Ati-ati Jebakan Batman

 

Diskon gede? Hal pertama yang perlu dilakukan adalah curiga, kenapa malah curiga? Karena kalo kita curi ikan nanti ditenggelamkan sama Bu Susi. Sebetulnya curiga juga kata yang kurang tepat untuk dipakai. Mungkin kita bisa menggunakan kata “tingkatkan kewaspadaan”. Diskon gede dan itu di toko online, kita wajib hukumnya waspada pada iming-iming itu. Masih ingatkan tentang Hari Belanja Online yang isinya cuma menaikkan harga dan memberi diskon besar hingga akhirnya harga tak jauh beda dari harga asli, bahkan kalo yang iseng si penjual memberi harga yang lebih mahal dari aslinya. Continue reading

Tulisan Ini Aku Tulis Untuk Siapa Pun Yang Sedang Merasa Sedih; Semoga Kamu Baik-baik Saja Dan Terus Berjuang Menjalani Hidupmu

Terkadang kesedihan muncul bukan dari orang lain tetapi dari diri kita sendiri, dan mungkin saja kita perlu untuk memberi diri kita sedikit penawar rasa sedih tersebut. Sepotong cokelat. Terlebih saat kita merasa tidak ada orang lain yang berada di sekitar kita yang mungkin saja bisa untuk membantu kita melalui kesedihan tersebut bersama-sama. Terkadang kan kita harus bisa kuat saat melalui berbagai hal seorang diri.

Sayangnya, kita kadang lupa bahwa apa yang kita hadapi adalah apa yang pastinya Allah telah ukur bahwa kita dapat untuk terima. Entah itu sebuah musibah, entah itu sebuah nikmat. Itu sesuai dengan kadar kita. Tidak kurang dan tidak lebih, takarannya tepat. Lebih dari itu, ada kalanya kita perlu untuk tidak melebih-lebihkan apa yang kita rasa. Jalani dengan harapan ada yang bisa kita pelajari lebih baik dibanding jalani karena tidak bisa lari dan menunggu semua berakhir.

 

Sepotong Cokelat

Rasanya aku ingin membeli cokelat saat ini, bukan untukku tetapi untuk orang lain. Siapakah orang lain tersebut? Bukan seseoragn yang sangat berarti bukan pula karena ada hal spesial yang terjadi. Hanya ingin berbagi kebahagiaan saja pada seseorang. Aku membaca sebuah artikel bahwa cokelat setidaknya bisa membuat perasaan bisa lebih baik. Hal itu sangat penting bagi mereka yang sedang sedih ataupun sedang merasa depresi (seperti layaknya Harry Potter yang dikasih cokelat setelah ketemu Dementor). Dan, aku ingin berbagi sepotong cokelat dengan siapa pun yang sedang bersedih atau memiliki hari yang buruk…

Siapakah Dirimu?

Kali ini aku dibuat olehmu bertanya-tanya tentang sosokmu. Apakah aku mengenalmu? Ataukah kita sebatas pernah berpapasan dan hanya mengetahui nama? Aku tak tahu, jawaban mana yang akan kau jawab. Keberadaanmu adalah nyata, aku meyakininya. Sosok yang mungkin akan membuatku kembali mengingat masa lalu. Karena aku yakin, bahwa dengan sedikit membongkar-bongkar ingatan di masa lalu, aku mungkin bisa temukan kamu di sana. Terselip di sebuah kenangan sederhana tentang awal pertemuan atau sebuah obrolan yang menyenangkan. Continue reading

Bukan Tentang Itu

Hidup adalah sebuah perjalanan dan pertemuan adalah satu titik yang dihubungkan oleh garis-garis takdir yang memang telah ditulis, bahkan sebelum kita lahir. Perpisahan, bukanlah hal yang luar biasa, ia sama seperti halnya pertemuan. Hanyalah bagian dari titik yang dihubungkan oleh garis takdir. Bukan tentang siapa yang meninggalkan dan ditinggalkan tetapi tentang perjalanan dari kehidupan ini, apakah memang menuju arah yang sama atau arah yang berbeda? Kita memiliki arah persinggahan masing-masing. Kita hanya membersamai dan dibersamai  orang lain yang asing di hidup kita, yang kemudian tak lagi menjadi asing karena sebuah perkenalan. Kemudian saat kita berpisah, kita bisa saja bersedih karena ia yang dulunya asing telah menjadi seseorang yang dekat dalam kehidupan kita. Sekali lagi, bukan tentang meninggalkan dan tinggalkan, ini semua hanya tentang sebuah perjalanan yang memang sedang kita tempuh. Hingga akhirnya kita semua menuju akhir yang sama, cepat atau lambat…

Jatuh Cinta Pada Kata

Kalian pernah dengar kata lexophile? Lexophile adalah seseorang yang cinta pada kata-kata, mirip-mirip bibliophile yang menyukai buku. Mungkin, aku adalah salah satu dari mereka yang memiliki kesukaan pada kata-kata. Aku menyukai kata-kata yang sudah masuk dalam sebuah frasa atau kalimat. Kadang, kemunculan kata tersebut begitu asyik untuk dibaca dibanding dengan kata lain yang mungkin memiliki arti yang sama. Atau juga kata tersebut membuat sebuah frasa atau kalimat tersebut menjadi lebih puitis.

Contoh sederhana seperti ini: Langit Bandung terlihat redup pagi ini; kata redup di frasa yang aku tuliskan tak akan jauh beda dengan kata mendung. Namun, aku merasa kata redup memiliki sihir tersendiri. Ia seakan lebih greget, gemesin, dan rasanya pengen dicubit. Aku sangat suka dengan diksi-diksi yang seakan membuat sebuah kata menjadi lebih memiliki rasa. Ah, aku sendiri bingung untuk mengungkapkan perasaanku sendiri dalam kata.

temu1/te·mu/ v sua; jumpa

pertemuan/per·te·mu·an/ n 1 perbuatan (hal dan sebagainya) bertemu; perjumpaan; 2 tempat bertemu (berkumpul dan sebagainya): balai ~; ia sedang pergi ke ~; 3 perkumpulan (seperti rapat, konferensi): malam ~; ~ para anggota panitia; 4 pergaulan; 5 perjodohan; perkawinan;

Pertemuan adalah kata yang entah kenapa begitu aku suka, mungkin karena kata tersebut tak akan pernah bisa berdiri sendiri. Temu, bertemu, pertemuan, di kehidupan ini kata tersebut akan selalu berdampingan dengan kata pisah, berpisah, perpisahan. Dan di antara dua kata tersebut nantinya ada kata kenangan…

Selalu kagum dengan orang-orang yang bisa menjinakkan kata-kata yang begitu liar atau memolesnya yang awalnya biasa saja menjadi sebuah kata yang indah tuk dibaca. Merekalah yang aku katakan sebagai penyihir kata.

referensi:

http://kbbi.web.id/temu

http://wikipedia.com

Mengirim Rindu

Mengirim rindu; aku tak tahu bagaimana cara terbaik untuk mengirim rindu. Hal terburuk dari sebuah rindu yang kita rasa adalah saat kita tak mampu untuk mengutarakannya pada sosok yang kita rindu. Dan aku masih sering dapati, perasaan rindu yang sampai saat ini tak bisa aku sampaikan padanya. Aku ingin mengirim rindu ini padanya. Sayangnya begitu pekat rasa takut yang kurasa. Jikalau rinduku ini hanyalah perasaan yang kurang terjaga. Mungkin memang benar harus ada beberapa perasaan yang cukup dijaga di dalam hati saja. Hingga akhirnya ia dirasa cukup pantas untuk diungkapkan…