Jarak

Jarak jatuh cinta dan patah hati itu sangatlah dekat. Selengkung senyum dan sebaliknya.
Namun, jarak acuh dan tak acuh sangatlah jauh. Bumi dan langit mungkin bisa jadi perandaiannya.
Karena…
Jangankan bertanya kabar. Berada dalam doanya pun tidak.

Permadi Heru P
24 Juli 2016

Kepada apa kalian tak acuh?

Mendoakan

Apa yang bisa dilakukan selain mendoakan? Bila begitu sulit untuk bisa lagi saling bertatap, berbincang, atau hanya sekadar bertanya kabar. Mendoakan adalah jalan. Dan aku selalu percaya bahwa doa adalah cara terindah untuk menciptakan keajaiban bagi orang-orang yang kita cintai.
Ia yang sedang sakit, dipercepat kesembuhannya, ia yang sedang kalut, dibuat ceria harinya, ia yang sedang dalam kesulitan, diberikan jalan keluar. Dan semua itu bisa saja terjadi karena doa.
Mendoa adalah jalan terindah pula bagi pemuja rahasia. Jalan yang ditapaki tanpa perlu menyatakan jati diri. Jalan tikus yang mungkin hanya diketahui pendoa dan Allah. PadaNya pendoa meminta. PadaNya pendoa yakinkan kepercayaannya bahwa Ia kabulkan doa-doa manisnya untuk kebaikan.
Yang mana ia yang tak terlihat peduli. Bisa jadi pula ia- lah yang menjadi sosok pendoa kehidupan yang lebih baik…
Maka berdoalah. Niscaya Ia mendengar. Dan berikan yang terbaik dari sisiNya.

Jati Diri

Sementara yang lain mencari jati diri, mencari ide-ide baru untuk dikembangkan. Di sini, malah nungguin pokemon muncul di layar hape. Nyari-nyari pokemon sampe batre habis. Terus tersesat sendiri di dalam permainannya. Entah, mau sampai kapan kayak gitu? Mau sampai kapan terus asyik mengejar-ngejar permainan? Ini adalah hidup yang sekali, waktu terbuang dan ga bisa lagi untuk diulang. Kalo akhirnya orang lain bisa buat kerjaan baru untuk banyak orang dan diri sendiri malah cuma bisa banggain dapet pokemon langka. Terus mau ngapain lagi selanjutnya? Continue reading

Terima Kasih

Terima kasih untuk semangatnya. Terima kasih untuk sarannya. Terima kasih untuk sarannya. Dan terima kasih pula untuk waktunya.

Tak banyak hal yang terjadi. Hanya satu dua hal yang mungkin perlu untuk diingat. Jauh dari itu, senang bisa mengalaminya. Tak banyak waktu yang aku habiskan hanya untuk menunggu jawaban. Tak banyak pula waktu yang aku habiskan untuk berharap.

Hingga akhirnya kini, tak perlu lagi menunggu. Tak perlu lagi berharap. Terlalu tuntas untuk dikata. Perasaan ini perlu untuk dijaga. Terbawa oleh rasa yang dulu begitu raksasa. Padahal itu ya hanya penjajakan saja.

Setelah penjajakan selesai dan mungkin perasaan tidak saling berbalik. Atau mungkin hanya diri sendiri saja yang merasakan. Hengkanglah. Pada saatnya nanti juga akan ditemui. Hentikan terbawa perasaan yang menyesakkan.

Terima kasih atas sarannya. Melepas diri dari terbawa perasaan yang berlebihan. Karena aku pun sekarang merasakannya melangkah dari perasaan yang terbawa-bawa…

 

*hanya tulisan Permadi