Rame-rame FM Edisi 2

“Satu dua tiga Rame-rame FM, selamat malam Rame-rame youngster,” sapa Dika mengawali siaran malam ini.

“Dengan berberat hati, aku ingin katakan bahwa malam ini aku harus siaran sendirian, karena Mbak Tikanya sedang liburan, entah dia pergi ke Medan atau ke Pamekasan. Sebetulnya enggak ke tempat-tempat itu sih, cuma mau buat kata-kata yang pas rimanya biar kayak rapper.”

“Yuk, awali malam ini dengan satu lagu dari Nidji. Lagu dari album pertamanya berjudul Sudah,” suara lagu mulai mengeras, Dika pun mengecilkan volume mikrofonnya.

“Helo ma men…, Pak produser yang setia menemani, apa kabar malam ini? Masih galau Pak? Besok libur loh…, akhir pekan gitu,” Dika yang tak pernah puas ngisengin Febrian memulai aksinya.

“Bagusnya cowok jomblo kayak kamu kasih siaran di akhir pekan aja ya, biar dunia bisa lebih damai dan mungkin bisa menghibur dirimu,” balas Febrian.

“Asal naikin gaji sih oke aja, ya ga?” Dika memberi kode pada kru yang bertugas dan mereka hanya memberi acungan jempol.

Obrolan yang meriah akhirnya berakhir ketika Dika harus kembali siaran. Para kru yang bertugas pun kembali berada di posisinya masing-masing.

Continue reading

Rame-Rame FM Cerita1

“Satu dua tiga Rame-rame FM, selamat pagi semuanya. Selamat berjumpa dengan hari Senin pagi yang indah,” sapa Dika pada semua pendengar Rame-rame FM mengawali siaran pagi ini.

“Bagaimana dengan akhir pekan kemarin? Diisi dengan kegiatan atau hanya dihabiskan untuk beristirahat di rumah? Kalau aku sendiri, menikmati akhir pekan bersama keluarga.”

“Untuk sesi kali ini, aku ingin mengajak kalian semua menceritakan tentang kegiatan akhir pekan kalian kemarin. Namun, sebelum aku membaca pesan dan menerima telpon dari kalian semua. Kita awali dulu perjumpaan dengan satu lagu yang akan membuat kita semangat di pagi ini, bagi para wota, selamat menikmati lagu dari JKT48,” suara lagu dari grup idola JKT48 mulai terdengar. Suara Dika pun makin direndahkan volumenya.

Continue reading

Telpon

Tigapuluh menit telah berlalu. Anna merasa begitu kesal karena harus menunggu sendirian di sebuah taman kota. Sore ini ia janjian dengan Genta untuk nonton bareng tetapi sampai saat ini sosok Genta masih juga belum nampak. Anna akhirnya berinisiatif untuk mengirimkan pesan singkat ke Genta. 

Hei, cepetan dong. Aku udah bosen nunggu nih!

Limabelas menit berselang, pesan Anna belum juga dibaca oleh Genta. Anna pun kembali mengiriminya pesan singkat.

Ah Genta!!! Aku udah bosen banget nunggu di sini!!! Cepetan sampe!!! Pokoknya aku minta beliin es krim, aku sebel!!! 
Lima menit berlalu dan seperti yang terjadi sebelumnya. Pesan Anna belum pula dibaca oleh Genta.

Anna makin kesal, sebal, dan dongkol. Ia pun memutuskan untuk menelpon Genta. Sayangnya, telponnya tak diangkat pula. Ia kembali menelpon Genta. Akhirnya telpon tersambung.

“Genta, kamu ngapain aja? Aku udah lama nunggu nih!” ucap Anna dengan nada galak.

“Anna, maaf ini Tante Mira,” balas suara dari seberang.

“Oh, maaf tante. Anna kira Genta. Anna lagi janjian sama Genta sore ini tetapi Genta belum juga sampai sini,” Anna mencoba memberi alasan akan ucapannya yang kurang sopan tadi.

“Anna, Tante minta maaf. Genta tidak bisa menepati janjinya,” suara yang Anna dengar terasa berat dan tercekat. Ia merasa Tante Meri berucap sembari menahan tangis.

“Tante, ada apa?” tanya Anna lirih. Ada rasa takut yang pelan-pelan memeluk dirinya.

Tak ada suara yang terdengar. Anna hanya mendengar suara Tante Meri yang sesenggukan.

“Tante…, sekarang Tante ada di mana?” Anna bertanya dengan suara yang semakin lirih. Ketakutan sudah memeluknya dengan erat kini. Degup jantungnya makin kencang berpacu, keringat dingin, dan mata yang sudah berkaca-kaca. Ia begitu takut bila setelah ini ia dapati suatu berita yang menyedihkan.

Selesai…

10 Februari 2017

Telpon

Dingin di pagi hari, hal itu membuat kedua mata ini terbuka dengan pelan. Tangan kananku segera meraba ke arah bawah kasur, mencari-cari hape yang sedari dini hari tadi aku letakkan di sana. Setelah berada di tangan kananku, aku langsung mengecek jam berapa saat ini dari layar hapeku. Setelah melihat angka-angka di layar hapeku, aku merasa sedikit kesal dengan diriku sendiri. Pukul lima pagi, dengan begini aku telah telat untuk sholat subuh berjamaah di masjid. Aku sudah bangun di pukul tiga pagi tetapi itu hanya untuk mematikan alaram di hapeku. Setelah itu aku kembali tidur, berharap aku bangun di alaram selanjutnya di jam empat pagi. Namun, nyatanya aku malah terbangun satu jam setelahnya.

Continue reading

Berdagang Ayo Berdaganga…

Assalamualaykum,
Halo semua… para omnivora tercinta. *Permadi* jualan beras nih… bagi yang mau nyobain berasnya bisa loh dipesen2 dulu… gratis ongkir lagi (seperti biasa syarat dan kententuan berlaku)

3 jenis beras yang tersedia:

Beras Platinum (setara ramos) 14000/kg

Beras Titanium (setara ramos dengan kelebihan bentuknya yang lebih utuh) 15000/kg

Beras Batik Wangi (setara pandan wangi) 16000/kg

Contoh beras terlampir😁
*Semua beras murni alami* tanoa campuran, murni satu jenis tidak dicampur-campur dengan jenis lain, *tanpa pemutih, pewangi, dam pengawet*
*Gratis ongkos kirim* untuk pembelian minimal:

5kg untuk daerah bsd dan kota tangsel

10kg untuk daerah kabupaten tangsel, jakarta, dan depok

15kg untuk daerah bogor

Islam

​Islam itu sebuah paket. Ga hanya hal2 yang mungkin kita sukai tetapi hal2 yang mungkin juga kita tidak sukai. Karena apa yang diwajibkan di dalamnya adalah perintah yang menuntut kita untuk kita jalankan (semampu kita).

Bagian Dari Kebaikan

Mengajarkan? Memberi contoh? Aku sebut sebagai menjadi bagian dari hal baik. Terlalu wah bila aku bilang mengajarkan atau memberi contoh atau menjadi teladan. Cukuplah menjadi bagian dari hal baik.

Dan apakah itu?

Itu hanya membuang sampah pada tempatnya, mengantre, dan mengambil makanan sebatas yang kita makan, sebisa mungkin bersih tak menyisakan makanan…
Dan bagi kalian. Hal apa yang ingin kalian biasakan sebagai bentuk bagian dari hal baik?